Site icon NTD Indonesia

‘Tak Ada yang Percaya Kami Kembar’

(Image: Martina.T/Unsplash)

(Image: Martina.T/Unsplash)

Tidak ada yang percaya bahwa Lucy dan Maria Aylmer, asal Inggris, adalah kembar. Mereka lahir tahun 1997, dikutip dari the New York Post, dan telah sangat terbiasa dengan orang-orang yang salah mengira bahwa mereka adalah teman.

“Tidak ada yang percaya bahwa kami adalah kembar, karena saya berkulit putih dan Maria berkulit hitam,” kata Lucy. “Bahkan saat kami memakai baju yang sama, kami tidak terlihat seperti kakak adik, apalagi kembar.”

Satunya berambut lurus, agak kemerahan, dengan kulit yang berwarna cerah, sementara yang lain memiliki rambut keriting, hitam, dengan kulit gelap dan warna mata yang lebih gelap, menurut the NY Post.

Saat ibu Lucy dan Maria melahirkan mereka, ia sangat terkejut saat dokter menyerahkan si kembar kepadanya.

“Ia sangat terkejut karena tentu saja hal-hal seperti warna kulit tidak muncul di USG. Jadi ia tidak tahu sama sekali bahwa kami sangat berbeda. Saat bidan menyerahkan kami padanya, ia kehilangan kata-katanya,” kata Lucy menceritakan reaksi ibunya.

Maria belajar hukum dan psikologi di Cheltenham College, sementara Lucy belajar seni dan desain di Gloucester College, menurut NY Post.

“Kini karena kami telah tumbuh lebih besar, walaupun kami masih terlihat sangat berbeda, tetapi ikatan diantara kami justru semakin besar. Kami bangga pada kenyataan bahwa kami adalah saudara kembar masing-masing. Maria suka memberitahu orang-orang di kampusnya bahwa ia memiliki saudara kembar berkulit putih, dan saya sangat bangga memiliki saudara kembar berkulit hitam,” kata Lucy seperti dikutip dari ITV.

NY Post melaporkan bahwa mereka dilahirkan dari ayah berkulit putih dan ibu yang berdarah setengah Jamaika. Mereka memiliki tiga saudara kandung yang juga memiliki warna kulit berbeda-beda.

“Semua saudara laki-laki dan perempuan kami memiliki warna kulit yang berkisar antara Maria dan saya,” jelas Lucy. “Kami berada di ujung masing-masing spektrum, dan mereka semua berada di antaranya.”

Ia juga berkata bahwa orang-orang sangat mudah membedakan mereka walaupun mereka kembar.

“Kami berada di kelas yang sama saat bayi, tapi tidak ada yang sulit membedakan kami,” kata Lucy. “Kebanyakan kembar terlihat sama persis, tapi Maria dan saya tidak dapat terlihat lebih berbeda lagi, jikalau pun kami mencobanya. Kami bahkan tidak terlihat seperti memiliki orang tua yang sama, apalagi lahir di saat yang sama,”

Alasan dari perbedaan penampilan Maria dan Lucy adalah karena mereka bukan merupakan kembar identik.

“(Kembar identik) terjadi saat sebuah sperma membuahi sebuah telur yang kemudian membelah menjadi dua embrio yang secara genetik sama, tapi terpisah,” jelas IFLScience. “Sedangkan kembar non-identik atau kembar fraternal, biasanya terjadi karena sang ibu melepaskan dua telur di saat yang bersamaan, dan kedua telur itu dibuahi oleh dua sperma yang berbeda. Mereka tidak identik secara genetik, tetapi akan memiliki 50% DNA yang sama seperti saudara kandung pada umumnya.”

Menurut artikel tersebut, ibu mereka membawa gen untuk kulit putih dan hitam, dan “Lucy menurunkan gen untuk kulit putih, sementara Maria menurunkan gen untuk kulit hitam.”

Perbedaan dramatis genetik seperti itu biasanya tidak umum, tetapi mungkin terjadi, menurut website tersebut.

“Biasanya, anak-anak akan menurunkan ‘campuran’ dari ciri khas orang tua mereka, seperti juga halnya pada saudara kandung. Namun dalam kasus si kembar, mereka kelihatannya menurunkan ciri yang sangat berbeda. Selain itu, banyak orang Inggris dengan warisan keturunan Afro-Karibia merupakan keturunan asli orang kulit putih Eropa, sehingga meningkatkan kemungkinan menghasilkan keturunan dengan kulit putih,” jelas website tersebut. (jackphillips/theepochtimes/lia)