Tag: unik

  • Atur Ulang Jam Biologis Anda dan Menjadi Lebih Produktif, Lebih Proaktif

    Atur Ulang Jam Biologis Anda dan Menjadi Lebih Produktif, Lebih Proaktif

    Waktu kita pergi tidur dan berapa lama tidur yang kita butuhkan adalah unik bagi kita masing-masing. Siklus tidur dan ritme sirkadian kita adalah apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai kronotipe kita; namun ada banyak manfaat menjadi “orang pagi”, termasuk kebahagiaan dan proaktif yang lebih besar.

    Bisakah anda mengubah jadwal tidur anda dan menjadi lebih produktif? Yang dibutuhkan hanyalah sedikit kesabaran dan sedikit ketekunan.

    Bagaimana Bangun Pagi Membantu Seseorang Menjadi Lebih Produktif?

    Bangun pagi bisa menjadi kebiasaan bagi sebagian orang dan perjuangan bagi banyak orang. Apapun kebiasaan anda, ada bukti ilmiah yang menjelaskan bagaimana mempertahankan atau mengadopsi kebiasaan bangun pagi ini tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan kita tetapi juga pandangan hidup kita.

    Sebuah penelitian pada tahun 2019 dari Nature Communications Journal menemukan bahwa “menjadi orang yang bangun pagi secara kausal dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik”. Demikian juga, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Social Psychology mengungkapkan bahwa orang pagi “lebih proaktif daripada tipe malam”, yang berarti bahwa orang yang bangun pagi memiliki kemauan dan kemampuan yang lebih besar untuk mengambil tindakan untuk mengubah situasi demi keuntungan mereka.

    Selain itu, Obesity Society menyimpulkan bahwa bangun lebih awal dapat meningkatkan diet seimbang, sedangkan asupan makanan pada larut malam cenderung meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. University of Toronto menemukan bahwa “mereka yang memilih untuk bangun lebih awal menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat daripada rekan-rekan mereka yang memilih untuk tidur dan bangun lebih lambat”.

    Merangkul Pagi Hari: 5 Langkah Sederhana

    Apakah anda ingin mengubah jadwal tidur anda secara radikal atau hanya bangun sedikit lebih awal, tips sederhana ini akan membantu anda bangun dari tempat tidur dengan penuh energi.

    Langkah 1: Tentukan Alasan Anda

    Jika kita hanya mengandalkan tekad, kita cenderung menyerah pada tujuan kita ketika kita mengalami ketidaknyamanan karena kurang tidur. Untuk menghindari terjerumus kembali kedalam kebiasaan yang tidak diinginkan, cobalah untuk mengembangkan kekuatan mengapa anda.

    Tanyakan pada diri sendiri apa motivasi utama untuk bangun lebih pagi. Apakah anda ingin mendapatkan sinar matahari pagi? Apakah anda ingin meluangkan waktu untuk aktivitas fisik? Atau mungkin meluangkan waktu untuk menyehatkan jiwa anda dengan bacaan yang menginspirasi atau musik yang membangkitkan semangat? Dengan mendefinisikan “mengapa” kita, kita dapat melibatkan hati dan jiwa kita dalam tujuan yang ingin kita capai dan berpegang teguh pada hal itu saat menempuh tahap perjalanan yang paling sulit.

    Langkah 2: Lakukan secara bertahap

    Ketika harus menyesuaikan kembali jadwal tubuh anda, perubahan kecil yang bertahap adalah kuncinya. Menurut Benjamin Smarr, seorang profesor bioteknologi di University of California, mencoba untuk bangun lebih awal seperti menyesuaikan diri dengan jet lag
    Anda dapat menyesuaikan diri dengan jet lag sekitar satu jam sehari”, jelasnya.

    Untuk berangsur-angsur menjadi orang pagi, coba atur waktu bangun anda kembali lebih awal 10 atau 15 menit setiap kali. Interval waktu ini dapat ditingkatkan setiap hari atau setiap minggu.

    Langkah 3: Nonaktifkan tunda (snooze)

    Rasa grogi saat pertama kali bangun adalah hal yang wajar, tetapi selama kita cukup tidur, rasa grogi itu akan hilang dengan cepat. Pastikan waktu tidur anda cukup awal untuk memberi anda waktu tidur yang anda butuhkan. Kemudian bersikap tegas dengan diri sendiri tentang waktu bangun anda.

    Rasa kantuk yang kita alami saat pertama kali bangun dapat melemahkan kemampuan kita untuk membuat keputusan yang baik. Untuk menghindari godaan, letakkan jam di kejauhan sehingga anda harus berdiri sebelum mematikannya. Ini akan membantu anda mengingat tujuan anda dan tetap berpegang pada rencana.

    Menunda bangun dengan memencet snooze (tidur sebentar lagi) telah terbukti memiliki efek negatif pada kesehatan fisik kita. Tidak hanya memicu respons yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah kita, tetapi juga mengganggu kondisi tidur restoratif yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

    Langkah 4: Kembangkan Kebiasaan Pagi Hari

    Inilah saatnya untuk mengubah motivasi inti anda menjadi tindakan nyata. Rencanakan cara anda ingin menghabiskan waktu pagi yang berharga yang anda berikan untuk diri sendiri. Ini dapat mencakup aktivitas seperti menetapkan niat, meditasi, peregangan, membaca, berdoa, atau mempelajari sesuatu yang baru. Ingatlah bahwa awal hari anda dapat menentukan bagaimana sisa hari itu akan berlangsung, jadi pastikan anda menggunakan sebagian waktu ini untuk kegiatan yang menyehatkan jiwa anda.

    Ritual pagi anda juga dapat diperluas ke cara anda bersiap-siap untuk hari itu. Mengemas makan siang, merapikan tempat tidur, atau berinteraksi dengan orang tersayang juga bisa menjadi bagian dari ritual pagi anda.

    Langkah 5: Memberi nutrisi tubuh anda

    Bangun untuk sarapan yang lezat bisa menjadi motivasi yang bagus untuk bangun dari tempat tidur. Luangkan waktu untuk merencanakan apa yang akan anda makan untuk sarapan pada malam sebelumnya dan siapkan bahan-bahan untuk mempercepat proses di pagi hari. Anda tidak hanya akan memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati sarapan anda, tetapi juga lebih banyak kesempatan untuk memilih pilihan yang bergizi.

    Menemukan waktu yang tepat untuk tubuh anda

    Jika setelah beberapa bulan anda masih merasa lelah dengan jadwal tidur yang baru, bukan berarti anda tidak bisa menjadi orang pagi, itu hanya berarti anda masih harus mencari waktu yang paling sesuai dengan jam biologis tubuh anda. Eksplorasi ini adalah masalah coba-coba dan hanya akan berhasil jika anda tetap baik dan sabar dengan diri sendiri.

    Nasihat kuno untuk memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya

    Banyak kaisar Tiongkok dimasa lalu dikenal sebagai contoh bagaimana menjalani kehidupan yang bermakna dan cermat. Kaisar Kangxi dari Dinasti Qing menetapkan standar yang tinggi dalam hal pendidikan putra-putranya.

    Para pangeran harus bangun setiap hari untuk belajar pada jam 5 pagi dan tidak akan selesai sampai jam 6 atau 7 malam. Ini adalah jadwal mereka setiap hari sepanjang tahun kecuali pada Hari Tahun Baru dan dua setengah hari libur sebelum hari libur ini. Kangxi sendiri biasa bangun setiap hari pada pukul 4 untuk bersiap-siap guna mengadakan pertemuan pagi dengan pejabat istana pada pukul 6 pagi di musim semi dan musim panas, dan pada pukul 7 pagi di musim gugur dan musim dingin.

    Selama 61 tahun pemerintahannya, kaisar Kangxi memastikan bahwa dia hadir disetiap pertemuan pagi, kecuali untuk kondisi yang jarang terjadi. Dia menjelaskan bahwa setelah tiga puluh tahun, pertemuan paginya sangat penting untuk rutinitasnya “Saya akan merasa tidak nyaman jika saya melewatkan pertemuan. Ditambah lagi, jika kita bertemu hanya sekali setiap tiga atau empat hari, saya mungkin akan mengendur untuk tepat waktu”.  

    Saat ini, Kangxi masih dikenang sebagai model ketekunan. “Seseorang harus mengambil langkah maju setiap hari agar tidak membuang waktu yang berharga”. Dengan mengelola waktu kita dengan bijak dan berusaha meningkatkannya setiap hari, kita dapat mengubah pandangan hidup kita dan mengubah setiap hari menjadi peluang yang layak untuk kita bangun pagi. (visiontimes)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Ahli Jantung Pemenang Penghargaan Mengagumi Fleksibilitas Penari Shen Yun

    Ahli Jantung Pemenang Penghargaan Mengagumi Fleksibilitas Penari Shen Yun

    Stephen J. Portz, seorang ahli jantung pemenang penghargaan di Las Vegas terkesan dengan fluiditas dan fleksibilitas dalam Shen Yun Performing Arts di The Smith Center.

    “Para penari, saya berharap saya bisa terbang seperti mereka, di udara. Cara mereka memantul, ketinggian yang mereka dapatkan dalam menari, kelincahan dan kelenturan mereka benar-benar sesuatu untuk dilihat, ”kata Portz, yang terpilih sebagai Ahli Jantung #1 di Las Vegas oleh Majalah SEVEN pada tahun 2011.

    “Sangat menikmatinya, dan saya senang kami bisa membaginya dengan seluruh keluarga kami. Warnanya, tariannya, musiknya, semua yang kami harapkan.’’

    “Benar-benar menakjubkan. Performa yang menakjubkan,” kata Melody Malone, manajer di Las Vegas Parking, Inc.

    “Para penarinya cantik, gerakannya begitu mengalir. Mereka sangat ramping, dan itu seperti ketika mereka bergerak, mereka hampir tidak menyentuh tanah, mereka hanya mengapung di tanah, itu luar biasa.”

    Perusahaan tari dan musik Tiongkok klasik yang berbasis di New York mampir di kota tersebut sebagai bagian dari tur global 2018-nya.

    Menurut buku programnya, tarian tersebut diiringi oleh orkestra live yang menggabungkan instrumen Timur dan Barat, serta latar animasi untuk memperluas dan mengubah panggung.

    “Ini luar biasa. Saya suka seluruh tempat, seluruh pengaturan dan bersama para penari yang luar biasa itu serta melihat musik yang luar biasa ini, ini pengalaman yang cukup, cukup spektakuler,” kata Greg Beeston, wakil presiden eksekutif penjualan global di Jet Midwest Inc.

    “Koreografinya sangat baik, waktunya sangat tepat sehingga tampaknya sangat cocok dengan kinerja keseluruhan. Dan membuatnya benar-benar hidup,” kata Fred Moore, seorang penonton. “Terutama layar di belakang, sekali lagi itu situasi yang sangat unik. Saya belum pernah melihat itu sebelumnya. Jadi jika dipadukan dengan orkestra menurut saya sangat spesial.’’

    Tiongkok telah dikenal sebagai tanah ilahi, dan budaya Tiongkok diyakini sebagai hadiah dari surga. Moore mengatakan dia juga menikmati aspek pertunjukan ini.

    “Anda tahu itu. Terutama satu urutan di mana mereka, di mana ada presentasi aktual tentang Tuhan dan seluruh sejarah itu, jadi saya pikir itu juga momen yang sangat istimewa dalam pertunjukan sejauh ini. Jadi itu adalah penampilan atau ekspresi yang sangat bagus dari jenis budaya tersebut.”

    (NTD News)

    Saksikan trailer Shen Yun 2022, Tiongkok Sebelum Era Komunisme:

    Lebih banyak informasi tentang Shen Yun silahkan kunjungi: shenyun.com

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengapa Kita Menangis dan Bagaimana Bisa Melegakan Kita

    Mengapa Kita Menangis dan Bagaimana Bisa Melegakan Kita

    Bagi saya, ini adalah iklan SPCA (Masyarakat untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan) atau iklan apa pun untuk penampungan hewan lokal.

    Sebelum saya dapat meraih remote dan mengganti saluran televisi, saya menahan air mata saat melihat beberapa hewan yang bernasib mengenaskan — dan kemudian air mata menetes, membuat saya menangis tersedu-sedu.

    Menangis adalah sesuatu yang hanya sedikit dari kita pikirkan sampai kita berada di tengah-tengahnya. Tetapi menangis karena sesuatu telah memengaruhi kita, menyentuh kita dalam beberapa cara yang mendalam, lebih penting daripada yang mungkin kita sadari.

    Dalam pengobatan tradisional Tiongkok (PTT), menangis adalah pelepasan yang penting. Menangis memungkinkan kita untuk mengekspresikan emosi yang jika tidak akan terjebak dalam tubuh dan, jika dibiarkan cukup lama, akan menyebabkan penyakit. Sebuah konsep yang disebut stagnasi menjelaskan hal ini dan bekerja pada dua tingkat. Stagnasi ada pada tingkat energi dan fisik.

    Stagnasi adalah penyebab penyakit yang signifikan, begitu pun stagnasi emosional tidak terkecuali.
    Menangis adalah salah satu cara kita dapat memindahkan hal-hal ini yang telah menumpuk dari tubuh dan jiwa. Menangis adalah katarsis, memungkinkan kita untuk merasakan emosi kita dengan jujur, dan merupakan jalan bagi mereka untuk meninggalkan tubuh agar tidak menumpuk (menyebabkan stagnasi).

    Ilmu Menangis
    Pemahaman tentang menangis ini telah diverifikasi dalam penelitian medis modern dalam beberapa dekade terakhir ketika menangis menjadi subjek penyelidikan ilmiah yang serius. Meskipun menangis adalah perilaku manusia yang universal dan unik, hal itu hanya mendapat sedikit perhatian serius dari para ilmuwan hingga tahun 1980-an. Bahkan dalam empat dekade riset dan penelitian, ada banyak hal yang tidak diketahui tentang tangisan, asal-usulnya, dan mengapa kita melakukannya.

    Mengapa Kita Menangis
    Jadi, mengapa kita menangis, dan apakah itu berfungsi selain sebagai katup pelepas emosi seperti kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan kegembiraan? Seperti banyak elemen fisiologi dan alam manusia, ada banyak manfaat yang dicapai dalam satu tindakan.

    Dalam bahasa sains yang dingin, penelitian menunjukkan bahwa menangis mungkin merupakan perilaku keterikatan yang dirancang untuk mendapatkan bantuan dari orang lain. Sebuah penelitian di Universitas Tilburg di Belanda menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita akan memberikan lebih banyak dukungan emosional kepada seseorang yang menangis, yang seharusnya datang sebagai respon yang diharapkan. Ada juga bukti bahwa menangis melepaskan endorfin yang bertanggung jawab untuk mengurangi rasa sakit.

    Penelitian yang dilakukan oleh psikolog di University of South Florida menunjukkan bahwa sensitivitas kulit meningkat dan pernapasan menjadi lebih mendalam, selama dan setelah menangis.
    “Ada kemungkinan bahwa menangis merupakan sinyal marabahaya yang membangkitkan dan sarana untuk mengembalikan keseimbangan psikologis dan fisiologis,” kata para peneliti. Ilmuwan lain menyarankan bahwa air mata emosional dapat menandakan kesusahan, mempromosikan perilaku kelompok, mendorong dukungan sosial, dan menghambat agresi.

    Manfaat Menangis Bagi Kesehatan
    Air mata emosional mengandung zat mangan, nutrisi penting—artinya tubuh membutuhkannya untuk berfungsi dengan baik. Menurunkan kadar mangan dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah, masalah kulit, memperlambat penyembuhan luka, dan penurunan kesuburan. Terlalu banyak mangan beracun dan dapat menyebabkan gejala neurologis yang meliputi tremor, kesulitan berjalan, dan kejang wajah.

    Air mata emosional juga mengandung potasium, yang bertanggung jawab atas berfungsinya saraf, kontrol otot, dan tekanan darah. Prolaktin adalah hormon yang terlibat dalam stres, serta dalam fungsi kekebalan tubuh. Wanita umumnya memiliki kadar prolaktin yang lebih tinggi daripada pria, dan kadarnya meningkat selama kehamilan karena merupakan hormon yang menghasilkan ASI pada wanita menyusui.

    Banyak penelitian telah menemukan bahwa wanita lebih banyak menangis daripada pria (dengan faktor 5 banding 1), dan hormon ini mungkin menjadi salah satu alasannya. Ada juga bukti yang menunjukkan alasan budaya, dan studi masih dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data.

    Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak menangis cenderung menderita lebih sedikit penyakit akibat stres, seperti penyakit jantung, bisul, dan radang usus besar. Studi ini dan lainnya telah menemukan bahwa orang dengan kondisi yang diinduksi stres cenderung menangis lebih sedikit daripada rekan-rekan mereka yang sehat.

    Di Barat, budayanya cenderung menghindari hal-hal yang dianggap tidak menyenangkan. Begitu banyak dari orang Barat merasa lebih mudah untuk mengubur sesuatu yang menyakitkan daripada melepaskannya dengan tangisan. Hidup akan terus menghadirkan situasi yang memunculkan emosi rumit. Belajar menavigasi mereka dan merasakannya sepenuhnya adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kecerdasan emosional, dan menangis adalah produk sampingannya yang alami.

    Tindakan menangis memindahkan emosi kompleks ini keluar dari tubuh sambil memungkinkan kita untuk terikat dengan orang lain dengan meminta bantuan dan kenyamanan. Meneteskan air mata adalah isyarat tanpa suara bagi orang-orang di sekitar kita bahwa kita sedang dalam kesusahan. Menerima kenyamanan dan dukungan adalah salah satu cara kita terhubung, dan menyentuh sesuatu dalam diri kita semua; itu adalah pengingat bahwa kita merasa sangat dalam dan bahwa kita tidak sendirian.

    Berbagai Jenis Air Mata
    Tubuh kita sebenarnya menghasilkan tiga jenis air mata: refleks, basal, dan emosional, masing-masing memiliki tujuan penyembuhan tertentu.

    1. Air Mata Refleks
    Air mata refleks adalah 98 persen air dan diproduksi ketika mata kita bersentuhan dengan debu, asap, atau iritasi lainnya. Tujuannya adalah untuk membersihkan mata dari partikel berbahaya. Anda mungkin akrab dengan jenis air mata ini jika Anda pernah memotong bawang atau mata tertusuk sesuatu.

    2. Air Mata Basal

    Air mata basal diproduksi terus menerus untuk menjaga mata kita terhidrasi secara permanen, dan mengandung lisozim, bahan kimia yang bertindak sebagai antibakteri yang melindungi mata kita dari infeksi. Air mata basal juga mengandung air, lipid, dan protein. Air mata ini membasahi mata setiap kali Anda berkedip, menjaganya tetap lembab dan terlindungi. Air mata basal juga berjalan melalui saluran air mata ke hidung agar tetap lembab dan bebas bakteri.

    3. Air Mata emosional

    Air mata emosional adalah yang paling menarik, dan di situlah wawasan pengobatan tradisional Tiongkok menjadi sangat relevan. Hal itu dikarenakan para peneliti telah menemukan bahwa air mata yang dikeluarkan sebagai respons terhadap keadaan emosional tampaknya mengandung hormon, protein, dan racun lain yang menumpuk di dalam tubuh selama peristiwa yang membuat stres.

    Isi dari air mata emosional ditemukan oleh ahli biokimia terkenal dan “ahli air mata” Dr. William Frey pada 1980-an, yang menulis sebuah buku tentang subjek yang disebut “Crying: The Mystery of Tears”. Penelitiannya menunjukkan bahwa air mata emosional ini juga menyebabkan tubuh memproduksi endorfin, hormon perasaan baik.

    Penelitian Frey menyimpulkan bahwa tangisan emosional tidak hanya membuat kita merasa lebih baik secara emosional, tetapi juga memiliki fungsi fisiologis untuk membersihkan tubuh kita dari hormon stres yang berbahaya serta racun. Hormon stres dan racun ini menumpuk setelah kita mengalami peristiwa yang membuat stres.

    Menangis adalah eksokrin, kata Frey. Itu berarti menangis adalah sesuatu yang berhubungan dengan pengeluaran dari tubuh. Fungsi eksokrin lainnya, seperti menghembuskan napas, buang air kecil, buang air besar, dan berkeringat, semuanya merupakan jalan untuk melepaskan zat beracun dan sebaliknya mempertahankan gerakan penting melalui tubuh.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa detak jantung dan pernapasan kita menurun setelah tangisan emosional, dan kita memasuki keadaan emosional dan fisiologis yang lebih tenang (Emma Suttie/theepochtimes/aus).

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Anak-anak dengan Masa Depan Menjanjikan, Memiliki 4 Sifat Ini

    Anak-anak dengan Masa Depan Menjanjikan, Memiliki 4 Sifat Ini

    Seperti kata pepatah: “anak adalah cikal bakal manusia dewasa.” Karakter yang dipupuk dan diajarkan pada masa kanak-kanak akan berdampak seumur hidup, sehingga pendidikan anak usia dini sangat menentukan jalur masa depan seseorang.
    Orang dewasa yang sukses umumnya menunjukkan beberapa karakteristik ini saat masih kanak-kanak

    1. Kreativitas yang luar biasa
    Pengetahuan diajarkan; kreativitas adalah bawaan. Pengetahuan memiliki batas; kreativitas sejati tidak memiliki batas. Orang dewasa yang sukses umumnya memiliki kreativitas masa kecil yang dipupuk dan didukung.

    Anak-anak kreatif cenderung lebih suka berpetualang dan terbuka terhadap peluang baru sebagai orang dewasa, membuat mereka semakin besar kemungkinannya untuk memulai bisnis mereka sendiri atau, jika mereka bekerja pada orang lain, menempati posisi yang unik dan penting di tempat kerja.

    2. Kemampuan terlibat secara langsung yang kuat

    Seorang pendidik anak usia dini membagikan wawasannya tentang anak-anak yang memiliki kemampuan terlibat secara langsung. Dia percaya bahwa kebijaksanaan mereka terletak di ujung jari mereka.

    Keterampilan terlibat secara langsung yang baik membantu mengembangkan kemauan dan kemandirian, yang keduanya semakin langka di masyarakat.

    Anak-anak yang mandiri juga cenderung lebih tegas, mau berinisiatif, rajin, dan aktif di komunitas sekolahnya dan sebagai orang dewasa, akan menonjol dan mendapatkan apresiasi di tempat kerja.

    3. Tangguh

    Mengajarkan ketangguhan kepada anak akan memberikan landasan yang kuat untuk menghadapi kekecewaan di kemudian hari. Ketika orang tua dan guru menunjukkan kepada mereka bahwa rintangan adalah bagian normal dari kehidupan dan bahwa itu bukan akhir dari dunia.

    Mereka akan mengerti bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan reaksi terhadap suatu situasi dan mampu menemukan solusi kreatif untuk masalah yang mereka hadapi.

    Anak-anak ini umumnya lebih bahagia dalam hidup, dapat menangani konflik dengan orang lain dengan baik, tetap tenang saat menghadapi masalah, dan mampu menenangkan diri dengan baik dalam situasi stres.

    4. Keterampilan sosial dan kepemimpinan yang sangat baik

    Anak-anak yang mengembangkan keterampilan sosial di usia muda memiliki peluang yang baik untuk sukses sebagai orang dewasa. Belajar bagaimana melibatkan orang lain dan menjadi bijaksana dan penuh perhatian adalah dasar yang baik untuk pencapaian di masa depan.

    Orang dewasa yang sukses sering menghindari kebiasaan buruk

    1. Menghindari kewajiban

    Menyalahkan orang lain atas perilaku buruk sendiri atau mencari-cari alasan adalah sesuatu yang dipelajari anak-anak melalui pengamatan dari orang lain.

    Beberapa orang tua berpikir ini menunjukkan kecerdasan, karena mereka akan dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dan kemudian lolos begitu saja. Seorang anak yang dapat bertanggung jawab akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

    2. Terlambat

    Banyak anak enggan untuk bangun dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk melakukan suatu hal di hari itu, membentuk kebiasaan buruk yang suka terlambat. Orang tua dapat mulai menghadapinya dengan memberikan contoh yang baik dan menunjukkan keterampilan manajemen waktu yang baik.

    3. Egois


    Banyak keluarga dengan anak tunggal memandang anak-anak mereka sebagai harta yang berharga, memanjakan mereka dan membiarkan mereka bertindak sekehendak hati mereka hampir sepanjang waktu. Anak-anak ini enggan untuk berbagi dan bisa menjadi sangat egois. Mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak mampu mengelola hubungan interpersonal, membuat hidup menjadi penuh tantangan.

    Kebiasaan baik dan buruk terbentuk di masa kanak-kanak. Kebiasaan baik harus didukung dan kebiasaan buruk dikoreksi pada waktu yang tepat. Ini penting untuk memastikan mereka menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat di dunia yang semakin sulit dijelajahi ini. (kathymcwilliams/nspirement/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kebijaksanaan Tao: 4 Tipe Orang Tua

    Kebijaksanaan Tao: 4 Tipe Orang Tua

    Sebagai orang tua, tentunya kita mencintai anak-anak kita, tetapi seberapa banyak diantara kita yang benar-benar mengetahui cara yang tepat menunjukkan rasa sayang kita? Apakah cara terbaik untuk membesarkan anak-anak kita? Apakah kualitas terbaik yang dapat kita berikan supaya dipelajari oleh anak-anak kita agar mereka tumbuh berkembang di dunia yang kacau ini?

    Sebagai orangtua, kita bisa menyamakan diri kita dengan akar sebuah pohon, sedangkan anak kita ibarat buahnya. Masalah apa pun yang terjadi pada buah dapat ditelusuri dari akarnya, karena anak-anak seringkali meniru dari orang tua mereka.

    Laozi berkata dalam Tao Te Ching:
    “Pemimpin terbaik adalah mereka yang hampir tidak diperhatikan orang keberadaannya. Terbaik berikutnya adalah pemimpin yang dicintai dan dipuji. Selanjutnya, adalah pemimpin yang ditakuti. Yang terburuk adalah pemimpin yang dibenci.”

    Bisakah kita menggunakan pepatah Tao ini untuk melihat diri kita? Kita masuk dalam kategori orang tua yang mana? Apakah kita memberi anak-anak kita kebebasan terbesar yang dibutuhkan untuk terus menumbuhkan semangat mereka, sehingga mereka dapat menjaga diri mereka sendiri dan siap menjalani kehidupan sebagai orang dewasa kelak? Atau apakah kita memanjakan anak-anak kita, sehingga mereka berterima kasih, namun terlalu bergantung kepada kita? Apakah kita terlalu memaksa hingga terasa tidak masuk akal, menyebabkan anak-anak kita takut dan menarik diri dari kita? Atau apakah kita lemah atau kejam, menyebabkan mereka membenci kita?

    Tipe keempat: Orang tua yang pemarah
    Ada sebuah blog di douban.com yang dimulai sekitar 10 tahun lalu dengan judul Parents are Terrible (Orang tua itu mengerikan). Sebagian besar anggotanya mengatakan bahwa mereka membenci orang tua mereka karena mengendalikan dan menggunakan kekerasan pada mereka.

    Saat ini, jumlah blogger telah mencapai lebih dari 100.000 orang. Beberapa posting, terlihat cukup mengejutkan dan menakutkan.
    Melalui tulisan itu, Anda akan melihat individu-individu yang sedang meneriakkan perasaannya untuk berbagi rasa sakit karena dijelek-jelekkan; tumbuh dewasa dengan dikelilingi oleh kekerasan, kemarahan, dan pelecehan; atau menderita oleh tindakan, yang dianggap sebagai pengendalian atau campur tangan. Mereka telah ditindas oleh orang-orang yang seharusnya menjadi wali dan panutan yang penuh kasih dan dihormati.

    Nona Xin salah satu contohnya. Orangtuanya, yang mengharapkan seorang anak laki-laki, tak henti-hentinya memarahi dan mempermalukan adik perempuannya dan dirinya, sehingga mereka merasa bahwa semua yang mereka lakukan salah. Mencapai keberhasilan secara akademis tidak memberi mereka kebahagiaan; masa kecil mereka terbentuk dari kumpulan argumen dan perjuangan tanpa akhir untuk mendapatkan kendali.
    “Saya berusia 33 tahun dan sudah bercerai. Saya mewarisi sifat keras ibu saya; ketika saya marah, saya akhirnya melampiaskannya pada putri saya,” kata Xin.

    Pelecehan emosional dan fisik pada usia dini diketahui memberikan trauma yang sangat besar pada anak-anak — masing-masing individu mungkin memiliki reaksi berbeda — beberapa menjadi pendiam dan beberapa menjadi kejam; tetapi hampir selalu memiliki bekas luka dari psikologi negatif, seperti harga diri yang rendah, rasa mengasihani diri sendiri, dan keyakinan akan inferioritas diri. Mereka lebih mungkin untuk melanjutkan siklus trauma di masa dewasa, melalui hubungan penuh kekerasan.

    Tipe ketiga: Orang tua yang mendominasi
    Beberapa orangtua berusaha untuk memahat anak-anak mereka sesuai rancangan yang telah mereka bentuk dan melakukan pengendalian yang ketat atas mereka.
    Seorang wanita berbagi pengalamannya yang tumbuh dengan orangtua seperti itu. Dia patuh sepanjang hidupnya. Di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, orangtuanya telah memilihkan mata pelajaran untuknya, dan ketika dia lulus, mereka memberi tahunya pekerjaan apa yang harus diambil.

    “Selama 20 tahun, saya seperti boneka; Saya selalu mendengarkan orangtua saya dan telah melakukan apa pun yang mereka inginkan. Saya kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mandiri karena saya terbiasa mematuhi dan menyenangkan orang lain — saya tidak pernah mengembangkan keberanian untuk mengatakan tidak,” katanya.

    Ini adalah fenomena umum dalam keluarga Tiongkok, bila orangtua memaksakan pandangan mereka pada anak-anak. “Mengapa kamu tidak mendengarkan orangtuamu; kami benar!” “Sayapmu terlalu kuat dan kamu tidak mendengarkan orang tuamu!” — kata-kata seperti itu sering terdengar. Orang tua sering kali terlalu protektif dan melakukan segalanya untuk anak-anak mereka. Maka ketika anak-anak kemudian dihadapkan secara mandiri dunia nyata, mereka akan menganggapnya sebagai tempat yang pahit dan menakutkan.

    Tipe pertama dan kedua: Mereka yang mengasuh dengan baik
    Orang tua terbaik dikatakan membiarkan anak-anak mereka tumbuh. Liang Qichao memiliki sembilan anak. Dia menganggap masing-masing dari mereka sebagai individu yang sangat baik. Masing-masing telah diperlakukan sama dan telah dididik tanpa otoritas. Mereka telah diberikan kebebasan dan pilihan mereka atas nasihat apa yang harus diikuti.

    Ketika seorang anak perempuannya mencoba memilih mempelajari mata pelajaran profesional, ayahnya melihat bahwa dia tidak tertarik pada biologi — mata pelajaran pilihannya — berkata: “Apa pun mata pelajaran yang kamu pilih, yang penting adalah kamu menyukainya. Apa yang saya sarankan mungkin bukan yang cocok untuk kamu. Kamu harus menimbang segalanya dan memutuskan sendiri. Kamu tidak perlu mendengarkan saya.”

    Selama satu abad terakhir, banyak orang tua yang akhirnya memanipulasi status dan pengalaman mereka, dan menindas anak-anak mereka, lupa bahwa membangun rasa hormat adalah inti dari memberi pengaruh dan mendidik orang lain secara positif.
    Betapa hebatnya jika setiap individu dikagumi karena keunikannya; jika setiap anak diberikan ruang untuk bermimpi dengan bebas dan mencapai potensi penuh mereka. (nspirement/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • PODCAST: Sekolah Hewan di Hutan

    PODCAST: Sekolah Hewan di Hutan

    Suatu hari di dalam hutan, singa raja hutan memutuskan, bahwa seluruh penghuni hutan harus menjadi makhluk yang terampil. Jadi dia pun mendirikan sekolah hutan, yang diperuntukkan untuk anak-anak hewan yang ada di sana.

    PODCAST

    Dia memerintahkan seekor kera dewasa untuk mempersiapkan segalanya, dan mulai membuka sekolah hutan tersebut.

    Mendengar kabar ini, hampir semua hewan lalu menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

    Enam bulan berlalu, tibalah anak-anak hewan tersebut untuk mengikuti ujian, dan ternyata, hampir semua anak hewan gagal dalam ujian, dan hanya anak kera yang berhasil lulus.

    Semua induk hewan terkejut dan merasa kecewa dengan anak-anak mereka.

    Seekor induk gajah bertanya kepada anaknya:

    (AYAH GAJAH): “Hai Nak, bagaimana mungkin kamu gagal dalam ujian di sekolah? Kita ini gajah, memiliki tubuh yang kuat.”

    (ANAK GAJAH): “Habis, ujiannya susah sekali Ayah, aku benar-benar tidak mampu menyelesaikan ujian itu dengan baik.”

    (AYAH GAJAH): “Ya sudah, selanjutnya kamu harus rajin belajar ya, dan pada ujian selanjutnya, kamu harus lulus!”

    Sekolah pun kembali berlanjut, namun enam bulan kemudian saat ujian akhir kembali diadakan, lagi-lagi semua anak hewan gagal dalam ujian, dan hanya si anak kera yang lulus.

    Penasaran, induk gajah lalu menanyakan anaknya:

    (AYAH GAJAH): “Nak, kamu beritahu Ayah apa sih ujian yang diberikan? Mengapa anak-anak lain semuanya gagal? Sesusah apa sih?”

    Si anak gajah kemudian mengajak Ayahnya ke tempat ujian mereka.

    Ternyata disana, semua anak hewan harus mengerjakan ujian yang sama, yakni memanjat sebuah pohon.

    (ANAK GAJAH): “Tuh kan Ayah, susah sekali kan ujiannya, bagaimana aku bisa memanjat pohon, empat kakiku seperti ini. Si kera sih enak, dia bisa menggenggam, mudah saja baginya untuk memanjat pohon, itu sebabnya dia bisa lulus Ayah.”

    Namun karena penasaran dengan kemampuan yang dimiliki anaknya, sang induk gajah menyuruh anaknya untuk kembali mencoba memanjat pohon tersebut.

    Anak gajah itu mencoba memanjat lagi pohon tersebut, namun gagal.

    Saat itu, lewatlah seekor elang. Merasa tertarik, elang tersebut mendekati mereka, dan bertanya:

    (ELANG): “Dari atas saya melihat, ada seekor anak gajah sedang mencoba memanjat pohon. Memangnya apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan?”

    (AYAH GAJAH): “Ini Pak Elang, anak saya sedang belajar untuk memanjat pohon, agar dia bisa lulus dalam ujian di sekolah.”

    (ELANG): “Loh? Memanjat pohon? Belalai kalian kan panjang, jika kalian perlu menjangkau sesuatu di atas pohon, gunakan saja belalai kalian. Tubuh kalian besar dan kuat, hewan darat mana yang mampu mengancam kalian, yang membuat kalian sampai harus lari ke atas pohon? Jadi, buat apa kalian belajar memanjat pohon?”

    Kemudian si induk gajah menjadi sadar dan dia tidak lagi memaksa anaknya untuk bisa memanjat pohon.

    Setiap orang itu unik. Hargailah bakat yang dimiliki oleh anak-anak Anda, di bidang apapun. Tidak semua anak harus sukses di bidang akademis. Yang mereka perlukan hanyalah memahami nilai-nilai moral dan kehidupan, agar mereka bisa menjalani kehidupan mereka dengan benar. Jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka ia akan menjalani seluruh kehidupannya dengan keyakinan bahwa dirinya adalah bodoh.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Saksikan video kami:

    Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
    Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
    Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
    Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
    Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

    VIDEO REKOMENDASI

  • Perbandingan Ikan dan Kera

    Perbandingan Ikan dan Kera

    Suatu hari ada seekor ikan yang berenang lebih dekat ke tepi sungai, terdengar suara berkata, “Bagaimana keadaan air hari ini?”

    Ikan itu mengangkat kepalanya ke atas, dan melihat ada seekor kera yang duduk di atas pohon.

    Ikan itu tersenyum dan menjawab, “Hari ini air terasa hangat.”

    Kera ini merasa sedikit cemburu dan ingin merendahkan si ikan. Dia berkata, “Kamu harus keluar dari air dan memanjat ke atas pohon ini. Pemandangan dari sini benar-benar menakjubkan. Sesuatu yang tidak akan pernah kamu temukan di air.”

    Ikan menjawab dengan sedih, “Saya tidak tahu bagaimana caranya memanjat pohon, dan saya tidak bisa bertahan hidup tanpa air.”

    Melihat ikan itu bersedih, si kera mengolok-oloknya dan berkata, “Kamu sama sekali tidak ada harganya jika kamu bahkan tidak bisa memanjat pohon.”

    Setelah mendengar hal itu, ikan mulai memikirkannya siang dan malam, dia menjadi sangat tertekan. Dia mulai berpikir pada dirinya sendiri, “Mungkin kera itu benar. Saya tidak berharga jika bahkan tidak bisa memanjat pohon.”

    Ikan lain di sungai memperhatikan bahwa ikan itu terlihat tertekan dan menanyakan alasannya.

    Ikan itu menceritakan segalanya. Setelah mendengarkan ini, ikan lain tersebut tertawa dan berkata, “Jika si kera membuatmu merasa tidak berharga karena tidak tahu cara memanjat pohon, kera itu bahkan lebih tidak berharga, karena dia tidak tahu bagaimana caranya hidup di dalam air.”

    Setelah mendengarnya, ikan ini menyadari betapa berbakatnya dia, dan adalah salah baginya untuk menganggap dirinya tidak berharga seperti yang dikatakan si kera.

    Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa si kera terpeleset dan jatuh ke air, dia akhirnya bisa selamat setelah beebrapa ekor ikan di air, membantunya agar tidak tenggelam, lalu kemudian mendorongnya ke tepi sungai.

    Setelah mengetahui berita itu, ikan merasa berterima kasih kepada alam dan senang memiliki kemampuan luar biasa.

    Orang-orang cenderung berpikir tentang dirinya sendiri berdasarkan penghakiman orang lain. Kita tidak boleh mengecewakan diri kita sendiri hanya karena beberapa orang lain menganggap kita kurang.

    Kita harus terus mencoba yang terbaik dan melakukan apa yang mampu kita lakukan.

    Satu-satunya cara untuk menyadari potensi sejati kita adalah dengan menjadi sadar diri. Semakin banyak kesadaran yang kita bawa ke dalam pikiran dan tubuh kita, semakin kita menyadari potensi sejati kita.

    Seperti kutipan dari Einstein, “Semua orang adalah jenius, tetapi jika Anda menilai seekor ikan berdasarkan kemampuannya memanjat pohon, dia akan menjalani seumur hidupnya dengan meyakini bahwa dirinya itu bodoh.”

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • 6 Aktivitas yang Dapat Dilakukan Bersama Anak Saat Social Distancing atau Physical Distancing

    6 Aktivitas yang Dapat Dilakukan Bersama Anak Saat Social Distancing atau Physical Distancing

    Social distancing atau physical distancing, seperti yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini, telah banyak diterapkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, termasuk di bidang pendidikan. Pada umumnya pembelajaran dialihkan melalui e-learning di rumah. Berbeda dengan anak yang lebih besar, pembelajaran e-learning untuk anak yang lebih muda, umumnya masih perlu didampingi oleh orang tua, terutama pada anak usia dini. Meski tetap dilakukan e-learning, umumnya durasi pembelajarannya lebih dipersingkat. Hal ini yang kemudian menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi orang tua. Mengingat sisa waktu yang masih panjang, orang tua perlu memiliki banyak ide untuk dilakukan bersama anak-anak agar tidak merasa bosan di rumah. Terutama jika orang tua bertekad ingin membatasi waktu anak menggunakan gadget.

    Berikut beberapa aktivitas yang mungkin dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.

    Aktivitas di luar

    Jika memiliki halaman, inilah saatnya mengeksplorasi area ini. Anda dapat berkebun bersama anak, menyiram tanaman, bermain air, atau mencari dedaunan. Jika tidak memiliki halaman, jangan berkecil hati, Anda dapat berjalan-jalan di luar (tentu saja tetap menghindari keramaian). Berjalan sepanjang blok rumah Anda, di siang hari saat jalanan sepi. Mengamati binatang-binatang kecil yang ditemukan, memotret hal-hal yang menarik minat anak Anda, mencari tahu apa nama pohon yang dilewati. Apapun spontanitas saat itu, lakukanlah… dan biarkan anak Anda memenuhi keingintahuannya.

    Activity book

    Isi kesibukan anak dengan aktivitas yang disukainya, seperti menggambar, menempel stiker, berhitung, bermain labirin dan lain-lain. Anda dapat membeli wipe-clean activity book yang dapat digunakan berkali-kali. Jika buku aktivitas tidak dapat dihapus, iris setiap halamannya dan masukkan masing-masing ke dalam document keeper. Biarkan anak mencoret-coret diatas plastik document. Jika Anda tidak memiliki buku aktivitas, saat ini sudah tersedia sangat banyak lembar aktivitas ?printable? yang dapat diunduh secara gratis.

    Sains sederhana

    Bagaimana jika bermain sains sederhana? Puaskan rasa keingintahuan anak dengan melakukan eksperimen sederhana. Seperti “walking water” (mencampur dua warna, sehingga mendapatkan warna yang berbeda, dengan menggunakan tissue). Atau menulis pesan rahasia dengan air perasa jeruk nipis. Atau menapa balon dapat mengembang sendiri tanpa ditiup. Gunakan bahan-bahan di sekitar Anda dan carilah inspirasi dari internet.

    Membacakan buku

    Membacakan buku pada anak, telah diketahui memiliki sangat banyak manfaat. Aktivitas ini dapat merangsang daya imajinasi anak, membantu menstimulasi otak anak, menambah kosakata anak, sekaligus menciptakan momen berkualitas antara orangtua dengan anak. Pemilihan buku yang memiliki pesan moral tinggi juga dapat membantu anak mengembangkan rasa empatinya.

    Board game

    Tentu saja, bermain! Karena bermain adalah pekerjaan anak-anak. Anak perempuan Anda mungkin akan mengajak Anda bermain boneka atau congklak atau bola bekel. Bersiap-siaplah bermain perang-perangan atau bermain bola, saat anak laki-laki Anda memanggil. Namun anak-anak memiliki energi yang tidak terbatas. Saat Anda merasa kelelahan, cobalah tawarkan mereka permainan papan atau board game seperti monopoli, ular tangga, atau scrabble. Mungkin Anda dapat sedikit bernafas lega.

    Memasak

    Mereka dapat membantu menyiapkan makanan dan memasak. Selain mengajarkan anak mengeksplorasi bahan-bahan di dapur, memasak juga dapat mengembangkan keterampilan motorik halus, koordinasi mata, dan bahkan konsep awal matematika dan sains. Mereka juga akan belajar mengonsumsi sayuran yang mereka siapkan sendiri. Biarkan anak memilih makanan apa yang akan mereka buat. Atau Anda dapat memilihkan resep dengan bahan-bahan yang sudah ada. Saat ini beragam resep dapat Anda pilih di internet. (ntdindonesia/averiani)

    Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

    https://youtu.be/z0NaFShpKRc
  • Mari Membuat Onde Tang Yuan untuk Festival Lentera

    Mari Membuat Onde Tang Yuan untuk Festival Lentera

    Festival Lentera, yang dirayakan pada 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, jatuh pada 8 Februari tahun 2020 ini. Ada banyak legenda mengenai asal usul festival ini. Salah satu yang paling dikenal adalah legenda 2000 tahun lalu, di masa pemerintahan Kaisar Ming dari Dinasti Han. Kaisar Ming, seorang loyalis Buddhis, memperhatikan bahwa pada hari ke 15 bulan pertama kalender lunar, para biksu Buddha selalu menyalakan lentera di kuil-kuil. Dia memerintahkan semua orang untuk melakukan hal yang sama, dan sejak saat itu berkembang menjadi sebuah tradisi.

    Saat Festival Lentera di Tiongkok berlangsung, perayaan terlihat di segala penjuru: lentera tergantung di depan setiap bangunan, dari rumah satu lantai hingga gedung pencakar langit; anak-anak membawa lentera dalam berbagai warna dan bentuk, menebak teka-teki dan bermain; seniman jalanan menampilkan tarian barongsai dan tarian rakyat; suara gemuruh petasan dan tawa memenuhi setiap sudut jalan.

    Dan tentu saja, berbagai makanan disajikan di pusat perayaan.

    Tradisi Lekat

    Makanan klasik Festival Lentera adalah bola beras ketan, yang dibuat dengan berbagai isian. Mereka turun-temurun disajikan karena bentuknya bulat dan lengket, dan karenanya melambangkan penyatuan kembali dan tak terpisahkan.

    Makanan ini memiliki dua nama dalam bahasa Tiongkok: Orang Tiongkok Utara menyebutnya yuan xiao dan Tiongkok Selatan menyebutnya tang yuan. Banyak orang berpikir keduanya sama saja. Sebenarnya, meskipun serupa, ada perbedaan mendasar dalam cara membuatnya.

    Untuk membuat Tang Yuan, isian padat berulang kali digulung dalam wadah bertabur bubuk beras ketan dan dicelupkan ke dalam air, ulangi hingga menjadi seukuran bola ping pong. Dengan demikian permukaannya tidak rata dan lebih tebal dari tang yuan. Di sisi lain, tang yuan dibuat dengan menguleni bubuk beras ketan dan air menjadi adonan, lalu membungkusnya di sekitar isian. Permukaannya halus dan lebih padat.

    Tang Yuan dapat dibuat dengan berbagai jenis isian, dari yang manis hingga gurih. Isian paling populer adalah wijen hitam (favorit saya sepanjang masa), wijen putih, kacang merah, kacang tanah.

    Sticky rice balls yuan xiao filled with sweet black sesame paste
    Tang Yuan lembut dan kenyal di bagian luar, dengan isian yang manis dan lumer. (CiCi Li)  

    Membuat Tang Yuan

    Untuk merayakan Festival Lentera, saya mengumpulkan setiap anggota keluarga untuk membuat wijen hitam manis Tang Yuan. Anak perempuan saya yang baru berusia 2 tahun, sangat senang — wajahnya bersinar-sinar.

    Saya tunjukkan cara menggulung isian menjadi bola, dan dia dengan semangat menjulurkan tangan mungilnya dan meminta beberapa. Saya ambil setengah sendok teh isian, dan dia langsung menggosoknya ke seluruh tangannya.

    Tak disangka juga, suamiku sangat berbakat meski ia hampir tidak pernah memasak. Dia dengan cekatan mengambil isian dan membentuk bola nasi seperti koki kue profesional.

    Saya tanya “Apakah kamu pernah melakukan ini sebelumnya?” “Tidak,” jawabnya. “Rahasianya terletak pada kekuatan telapak tanganmu.” Dia bahkan berbicara seperti koki profesional.

    Tang Yuan kami ternyata lezat. Bagian luarnya memiliki “tekstur Q” yang sempurna — melar, elastis, dan kenyal, namun lembut dan empuk— dan ketika kami menggigitnya, isinya perlahan-lahan habis. Aroma wijen sangat terasa, tetapi tidak terlalu kuat. Setiap gigitan sempurna.

    Saya harap kalian menikmati membuat Tang Yuan bersama keluarga Anda, sama seperti kami.

    Resep Onde Tang Yuan isi Wijen Hitam Manis

    https://youtu.be/XhPXHeDLbKQ

    Waktu Persiapan: 1 jam
    Waktunya memasak: 10 menit
    Porsi sekitar 24 onde, untuk 4-6 orang

    • 1/4 mangkok kacang
    • 3/4 mangkok biji wijen hitam
    • 1/2 mangkok gula
    • 3/4 batang unsalted butter, lelehkan
    • 500 gram tepung beras ketan
    • air

    Membuat isian: Dalam wajan, panggang kacang dengan api kecil sampai warna berubah agak terang, sekitar 5 menit. Angkat dan sisihkan.

    Dalam wajan yang sama, panggang biji wijen hitam dengan api kecil hingga aromanya keluar, sekitar 3 menit. Angkat dan sisihkan.

    Masukkan kacang ke dalam food processor atau blender dan giling hingga bercampur. Kemudian tambahkan biji wijen dan gula, dan giling sampai menjadi bubuk.

    Tambahkan mentega cair dan aduk hingga campurannya rata. Agar isinya menjadi encer, Anda harus menambahkan cukup mentega. Biasanya yang digunakan lemak babi, tetapi karena sulit ditemukan, saya menggantinya dengan mentega.

    Tuang adonan ke atas wadah. Masukkan ke lemari es selama 30 menit hingga dingin.

    Membuat bola onde: Ambil setengah sendok teh isian dan gunakan tangan Anda untuk membentuk bola, diameter sekitar 1,3cm. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.

    Dalam wadah datar, taburkan tepung beras ketan. Celupkan beberapa bola wijen ke dalam tepung, lalu kocok wadah sehingga bola bergulir dan terlapis tepung.

    Celupkan setiap bola ke dalam mangkuk air selama 2 detik, lalu masukkan kembali ke tepung dan kocok lagi wadah. Ulangi langkah di atas 10 kali. Jika salah satu bola pecah, sapukan sedikit air padanya dan saksikan bola akan menyatu kembali dengan ajaib.

    Cara memasak: Rebus panci berisi air minum. Masukkan 8 bola sekaligus dan masak dengan api besar, aduk dengan bagian belakang sendok pengaduk. Kemudian tutup panci hingga isinya matang sepenuhnya.

    Saat mendidih, kecilkan api menjadi sedang. Sekitar 3 menit, buka tutupnya dan periksa apakah bola nasi sudah mengambang ke atas. Apabila sudah, tambahkan secangkir air untuk mencegah agar kulitnya tidak pecah.

    Biarkan hingga mendidih, lalu buka tutupnya dan masak sekitar 2 menit hingga ukurannya membesar.

    Sajikan 4-6 mangkuk, bersama dengan kuahnya. (Cici Li/epochtimes/eva)

    CiCi Li adalah produser dan presenter “CiCi’s Paradise Food” di NTD Television. Bergabunglah di CiCiLi.tv untuk menemukan resep masakan rumahan Asia.

    Lebih banyak artikel Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

    https://youtu.be/8_JEb5dIyss
  • Mengenali Baby Blues Sindrome Pada Ayah

    Mengenali Baby Blues Sindrome Pada Ayah

    Kelelahan, kekhawatiran, dan kegelisahan merupakan gejala baby blues syndrome yang banyak dialami ibu setelah melahirkan. Namun, belakangan diketahui, tidak hanya ibu yang mengalaminya. Rupanya banyak ayah yang mengalami juga. Menurut buletin MCPAP, edisi Mei 2017, yang dikeluarkan oleh The Massachusetts Child Psychiatry Access Program, sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders pada 2016 meneliti 74 studi dengan 41.480 peserta dan menemukan bahwa 8,4 persen ayah mengalami depresi pascapersalinan.

    Buletin itu juga menyebutkan sebuah meta-analisis 2010 sebelumnya dalam Journal of American Medical Association menilai 43 studi dari 28.000 ayah dan menemukan bahwa rata-rata 10,4 persen menderita depresi antara trimester pertama kehamilan pasangan mereka dan ulang tahun pertama anak.

    Berbeda dengan ibu yang mengalami baby blues syndrome utamanya akibat perubahan hormonal, baby blues syndrome pada ayah atau lebih dikenal dengan Paternal Postnatal Depression lebih pada perbedaan ayah dalam menghadapi tekanan itu sendiri. Ayah, pada umumnya cenderung tidak mengekspresikan emosinya, kesulitan mengakui adanya kerentanan, dan menarik diri. Kondisi umum ini justru semakin memperparah depresi ayah. “Depresi pascapersalinan pada pria adalah nyata dan perlu diidentifikasi dan ditangani,” kata Michael Yogman, MD, seorang dokter anak Cambridge dan penulis bersama laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP).

    PPND (Paternal Postnatal Depression) adalah kondisi umum di antara pria setelah kelahiran anak. Sebanyak 1 dari 4 ayah dari bayi baru lahir mengalami PPND, menurut laman postpartummen.com dalam artikel “Helping Men Beat The Baby Blues And Overcome Depression“. PPND adalah kondisi yang sangat serius, namun sangat bisa diobati. Jika tidak ditangani, PPND dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang yang merusak si ayah sendiri, anak, dan keluarga secara keseluruhan.

    Ayah yang mengalami depresi umumnya kurang berinteraksi dan bermain bersama anaknya. Keduanya akan kesulitan membentuk ikatan yang kuat, dan memiliki kemungkinan empat kali lebih besar, ayah memukul anaknya. Anak yang tidak mendapatkan manfaat dalam hubungan ayah, dapat menyebabkan peningkatan masalah perilaku anak pada usia tiga dan lima tahun, gejala internalisasi anak dan remaja, dan risiko psikopatologi yang lebih tinggi secara keseluruhan, terutama pada anak laki-laki. Lebih lanjut Dr. Yogman menyebutkan, “Depresi pada ayah adalah masalah yang sangat serius bagi pria dan keluarga. Ini meningkatkan risiko keretakan perkawinan dan penyakit mental pada anak-anak.”

    Lantas, bagaimana cara mengenali apakah seorang ayah, sedang mengalami PPND? Hampir sama dengan evaluasi depresi pada ibu, evaluasi depresi pada ayah juga menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Ini adalah langkah pertama dalam mengenali adanya masalah dan sangat penting dilakukan jika ayah memiliki riwayat depresi. Evaluasi ini paling banyak digunakan untuk depresi dan kecemasan pascapersalinan dan telah diuji dan terbukti efektif pada pria.

    Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dapat dilihat atau diunduh pada laman http://postpartummen.com/postpartum-depression. Dalam penilaian tersebut, dapat dikategorikan dalam dua tingkat. Skor 5 hingga 8, dikategorikan sebagai gangguan kecemasan dan skor 9 hingga 10, dikategorikan sebagai menderita depresi. Skor lebih dari 5, disarankan untuk melakukan penilaian lebih lanjut pada profesional kesehatan mental. (NTDindonesia/averiani)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

    https://youtu.be/MlVLXMYgb4c