Site icon NTD Indonesia

Tips Menghadapi PSSB

Tinggal di rumah

Tinggal di rumah@Unsplash

Orang-orang di seluruh dunia dibuat untuk tetap berada di rumah hingga batas waktu yang tidak pasti akibat PSBB yang bertujuan untuk membatasi penyebaran virus corona. Walaupun ini mungkin merupakan ide baik sehubungan dengan membatasi jumlah orang yang terinfeksi, pihak berwenang tampaknya mengabaikan aspek mental dan psikologis dari lockdown — bagaimana orang-orang mengatasi isolasi diri ketika virus mematikan ini makin tak terkendali? Menurut sebuah studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), gelombang pertama wabah virus telah memicu krisis kesehatan mental di Tiongkok dan negara-negara lain.

“Ketakutan yang disebabkan oleh kematian kuman baru ini, karantina yang ketat, ketidakpercayaan terhadap pejabat yang salah menangani wabah dan gelombang media sosial yang penuh hoaks semuanya telah menyebabkan runtuhnya mental … sementara itu depresi, kecemasan dan gangguan stres pascatrauma semua bermunculan,” menurut Telegraph. Jika Anda berada di negara yang saat ini sedang lockdown atau memberlakukan PSBB, berikut adalah lima tips untuk menjaga kesehatan mental Anda.

1. Buatlah Jadwal Kegiatan

Jangan rebahan sepanjang hari. Saat Anda tidak aktif, pikiran Anda akan dipenuhi ketakutan dan kecemasan, membayangkan skenario ekstrem tentang bagaimana penyebaran virus bisa berubah. Tonton beberapa film atau acara TV, dengarkan musik, mainkan beberapa game, masak makanan yang selalu Anda inginkan yang tidak pernah kesampaian, atau bersihkan rumah Anda. Pastikan bahwa pikiran Anda selalu disibukkan dengan beberapa aktivitas.

2. Menjaga hubungan

Kesalahan terbesar yang mungkin Anda lakukan selama lockdown adalah mengisolasi diri Anda sepenuhnya dari keluarga dan teman. “Jika Anda cenderung menarik diri ketika tertekan atau cemas, pikirkan tentang menjadwalkan percakapan telepon atau obrolan online untuk menangkal kecenderungan itu. Meskipun kunjungan langsung dibatasi, gantilah obrolan video jika memungkinkan. menurut Help Guide, obrolan tatap muka bagaikan ‘vitamin’ untuk kesehatan mental Anda, mengurangi risiko depresi dan membantu mengurangi stres dan kecemasan.”

3. Berolahraga

Jika biasanya Anda berolahraga di gym, Anda mungkin harus menghindarinya sekarang. Namun, jangan biarkan lockdown mencegah Anda berolahraga. Jadilah kreatif dan cobalah untuk menciptakan kembali latihan gym Anda di rumah. Misalnya, Anda bisa melakukan 50 kali pull-up setiap hari di gym. Karena sekarang Anda di rumah, temukan tempat di mana Anda dapat bisa melakukan pull-up. Atau, telusuri online berbagai latihan yang dapat Anda lakukan di rumah yang tidak memerlukan peralatan khusus apa pun. Berolahraga akan membuat Anda bugar dan meningkatkan mood Anda karena Anda akan merasa sehat.

4. Kelola informasi

Terus menerus mencari informasi tentang wabah tidaklah baik untuk mental Anda karena Anda mungkin akhirnya merasa kewalahan. Periksalah berita seputar perkembangan virus di waktu tertentu saja.

5. Jelaskan kepada anak-anak

Jika Anda memiliki anak di rumah, jangan ragu untuk memberi tahu mereka mengapa mereka diisolasi. Beberapa orang tua membuat kesalahan dengan tidak mendidik anak-anak mereka tentang virus dan berpikir bahwa hal itu mungkin membuat anak-anak takut. Meskipun kekhawatiran itu mungkin ada, tidak memberitahu anak-anak Anda tentang virus hanya akan membahayakan. Bagaimana jika anak-anak bermain disekitar rumah dan menyentuh seseorang saat Anda sedang tidur siang? Jika Anda memperingatkan mereka tentang hal-hal seperti itu, menunjukkan kepada mereka bagaimana sentuhan semacam itu bisa membuat mereka sakit, mereka cenderung enggan untuk keluar rumah. Memaksa mereka untuk tetap di rumah tanpa memberi mereka penjelasan hanya akan membuat mereka stres. (visiontimes/eva)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI