Kesehatan

10 Indikasi Tangan Mengisyaratkan Kesehatan Seseorang

Kondisi Tangan Menunjukkan Kesehatan
Kondisi Tangan Menunjukkan Kesehatan

Percaya atau tidak, tangan bicara banyak tentang kondisi kesehatan seseorang. Berikut 10 petunjuk dan gejala tangan yang kami rangkum dari beberapa sumber:

1. Tangan kering

Tangan Kering (Foto: Public domain)
Tangan Kering (Foto: Public domain)

Pada musim dingin kulit mudah menjadi kering karena cuaca dingin menyerap moisture tubuh. Kulit kering juga bisa disebabkan karena sering mencuci tangan, utamanya bagi mereka yang bekerja di rumah sakit atau restoran. Kebiasaan sering mencuci tangan akan melepaskan moisture tubuh yang berfungsi memberikan kelembapan. Gunakan lotion atau krim pelembab tangan setiap kali tangan Anda terasa kering.

Kekurangan asam lemak esensial seperti omega-6 juga dapat menyebabkan kulit kering. Makanan seperti tahu dan kenari dapat membantu mengatasi kulit kering.

2. Radang sendi

Radang Sendi (Foto: MIA Studio/Shutterstock)
Radang Sendi (Foto: MIA Studio/Shutterstock)

Radang sendi, atau “stenosing tenosynovitis”, adalah kondisi dimana jari mendadak kaku (umumnya jari manis atau ibu jari) dan susah diluruskan. Jari akan berbunyi ketika Anda mencoba meluruskannya.

Ini terjadi karena otot jari meradang, membuat jari sulit diluruskan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. Acap kali dialami oleh mereka yang pekerjaannya menepuk atau menggengam sesuatu. Orang dengan penyakit tiroid dan diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi terkena radang sendi.

3. Tangan dingin

Pasien dengan gejala Raynaud (Foto: Public domain)
Pasien dengan gejala Raynaud (Foto: Public domain)

Kondisi tangan atau kaki kedinginan adalah wajar, namun apabila munculnya rasa dingin bahkan dalam suhu ruang yang hangat, itu bisa jadi pertanda munculnya gejala Raynaud, yaitu berkurangnya aliran darah ke ujung jari, penyebabnya karena faktor cuaca dingin, stress, atau trauma emosional.

Ada dua jenis Raynaud: Raynuad primer, hingga kini masih merupakan teka-teki dalam dunia medis karena keberadaannya yang muncul secara mendadak, dan Raynaud sekunder, merupakan gejala dari jenis penyakit lain yang dapat mengurangi aliran darah atau merusak jaringan tangan atau jari.

4. Tangan kesemutan

Tangan Kesemutan ((Foto: Orawan Pattarawimonchai/ Shutterstock )
Tangan Kesemutan ((Foto: Orawan Pattarawimonchai/ Shutterstock )

Beberapa orang mungkin pernah mengalami mati rasa pada bagian tangan atau kesemutan, umunya setelah tangan berada dalam posisi menekuk terlalu lama. Kesemutan sementara semacam ini disebabkan oleh tekanan pada saraf.

Dalam beberapa kasus tangan kesemutan disertai rasa gatal dan nyeri adalah tanda kerusakan saraf yang dikenal dengan istilah Peripheral Neuropathy (PN). Diperkirakan lebih dari 20 juta orang Amerika, sebagian besar kaum manula adalah penderita PN. Penyebabnya ada bermacam faktor, mulai dari kebiasaan buruk seperti merokok, penyalahgunaan alkohol dan penyakit seperti diabetes.

5. Genggaman lemah

Genggaman Lemah (Foto: Public domain)
Genggaman Lemah (Foto: Public domain)

Jabat tangan lemah dalam dunia bisnis sering diartikan sebagai pertanda gugup. Dalam dunia kedokteran, kekuatan tangan sebenarnya dapat menunjukkan seberapa sehat jantung seseorang. Menurut ulasan International Journal of Cardiology 2016, genggaman tangan yang lemah memiliki korelasi kuat terhadap risiko penyakit jantung. Beberapa pengamat menganjurkan kekuatan cengkraman tangan sebagai tolak ukur perkiraan risiko menderita serangan jantung atau stroke.

6. Tangan gemetar

Tangan Gemetar (Foto: Alice Day/ Shutterstock)
Tangan Gemetar (Foto: Alice Day/ Shutterstock)

Getaran tangan pada seseorang adalah normal, disebut tremor fisiologis. Kadar getaran bisa bertambah dan terlihat ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan tertentu, minum terlalu banyak kopi, atau bergadang.

Namun ada juga tremor yang berhubungan dengan penyakit seperti tremor Parkinson. Apabila Anda merasakan tangan gemetar dengan intensitas yang cukup sering (umumnya terasa di antara ruas ibu jari dan telunjuk), ini bisa jadi gejala awal Parkinson.

7. Kuku yang rapuh

Kuku rapuh mudah patah (Foto: Tushchakom/ Shutterstock)
Kuku rapuh mudah patah (Foto: Tushchakom/ Shutterstock)

Patah kuku adalah wajar dan dialami semua orang. Namun, pada orang yang memiliki kuku rapuh, sebaiknya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zinc. Zinc tidak hanya membantu memperbaiki kuku agar kuat, juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain konsumsi vitamin, juga bisa mengonsumsi makanan yang kaya zinc seperti kacang, yogurt, dan kerang. Vitamin A, C, dan biotin juga sangat penting.

8. Ruam merah pada telapak tangan

Ruam merah di telapak tangan (Foto: Chalie Chulapornsiri/Shutterstock)
Ruam merah di telapak tangan (Foto: Chalie Chulapornsiri/Shutterstock)

Dikenal dengan istilah “eritema palmar”, adalah suatu kondisi di mana bagian telapak tangan terdapat ruam kemerahan. Terkadang ruam memanjang hingga ke bagian ruas jari. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, ini disebabkan perubahan hormon yang tidak biasa yang mendorong darah ke permukaan kulit, itulah mengapa lebih sering ditemui pada wanita hamil. Dalam beberapa kasus, ruam merah pada telapak tangan merupakan gejala penyakit hati seperti sirosis hati, hemochromatosis, dan penyakit Wilson.

9. Jari Bengkak

Jari Bengkak (Foto: Public domain)
Jari Bengkak (Foto: Public domain)

Pembengkakan pada ruas jari bisa jadi akibat terlalu banyak mengonsumsi garam. Akibatnya tubuh bekerja keras menyeimbangkan kadar garam yang seharusnya mudah larut. Konsumsi garam berlebihan menyebabkan ginjal kesulitan menyaring darah dan mengeluarkan cairan kotor, yang berakibat terjadinya penumpukan cairan di area tertentu, termasuk tangan.

Penumpukan cairan tubuh mengharuskan jantung bekerja keras memompa darah, yang mana mengakibatkan tekanan darah meningkat, sebaliknya memberikan tekanan ekstra pada ginjal yang mengakibatkan kesulitan menyaring darah. Mengurangi konsumsi garam dapat memutus siklus abnormal ini.

10. Jari tabuh

Jari Tabuh (Foto: Douglas Olivares/Shutterstock)
Jari Tabuh (Foto: Douglas Olivares/Shutterstock)

Jari tabuh atau dikenal dengan istilah Clubbing fingers; Hippocratic fingers. Diambil dari nama Hippocrates, seorang dokter berkebangsaan Yunani yang pertama kali menemukan kondisi ini pada 2.000 tahun lalu. Meski alasan pasti mengapa ujung jari mengalami pembengkakan hingga titik dimana jari tampak seperti stik drum hingga kini masih menjadi topik perdebatan, gejala ini banyak diasosiasikan dengan berbagai masalah kesehatan.

Ada beberapa penyakit diketahui menghalangi jalannya oksigen ke ruas jari tangan dan kaki yang menyebabkan jaringan dibawah lempeng kuku menebal dan menyebabkan kuku membengkak. Demikianlah alasan mengapa jari tabuh sering terjadi pada mereka yang memiliki masalah paru-paru, yang membatasi tubuh menyerap oksigen yang cukup. Kondisi demikian termasuk kanker paru-paru, fibrosis kistik (cystic fibrosis), dan pelebaran saluran pernapasan (bronchiectasis).

Sanggahan : Metode pengobatan jangka pendek mencakup penggunaan analgesik (obat pereda nyeri) dan anti-mual sesuai anjuran paramedis. Metode pencegahan jangka panjang mencakup olahraga teratur, teknik relaksasi, dan belajar cara-cara positif untuk mengatasi stress. (epochtimes/budio/may)