Kesehatan

Cara Ampuh Mengatasi Pori-Pori Hidung yang Membesar

Pori-pori hidung adalah lubang-lubang kecil pada folikel rambut di permukaan hidung Anda. Folikel rambut terhubung dengan kelenjar sebasea, yang memproduksi minyak alami yang disebut sebum. Sebum menjaga kulit Anda tetap lentur dan terhidrasi. 

Meskipun seluruh kulit Anda ditutupi oleh pori-pori, pori-pori di wajah dan hidung cenderung lebih menonjol. Wajah Anda juga cenderung mengalami kerusakan paling parah karena lebih terpapar lingkungan. Hidung Anda mungkin juga memiliki pori-pori yang lebih besar daripada bagian wajah lainnya karena memiliki kelenjar sebasea yang lebih besar.  

Ingat, kulit Anda berfungsi sebagai penghalang antara tubuh Anda dan lingkungan luar, sehingga kulit mengumpulkan kotoran dan kuman dari lingkungan. Ketika pori-pori atau folikel rambut di sekitar hidung tersumbat oleh minyak, kotoran, sel kulit mati, dan bakteri, pori-pori tersebut dapat membesar atau menimbulkan komedo dan jerawat.

Apa yang menyebabkan pori-pori hidung membesar?

Pori-pori hidung yang membesar dapat bersifat genetik. Jika orang tua Anda memiliki pori-pori hidung yang lebih besar, Anda juga mungkin memilikinya. Orang dengan jenis kulit berminyak cenderung memiliki pori-pori hidung yang lebih besar karena kelebihan sebum cenderung menyumbat pori-pori tersebut, sehingga membuatnya lebih menonjol. 

Kurangnya eksfoliasi juga dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, yang membuat pori-pori Anda menjadi lebih besar dari yang Anda inginkan. Faktor lain yang dapat menyebabkan pori-pori hidung membesar meliputi paparan sinar matahari tanpa menggunakan tabir surya, fluktuasi hormon, terutama selama masa pubertas dan menstruasi, konsumsi alkohol dan kafein yang dapat mengeringkan kulit, sehingga memaksa kulit untuk memproduksi lebih banyak sebum, kebiasaan perawatan kulit yang buruk, dan stres. 

Cara mengurangi tampilan pori-pori hidung Anda

1. Pahami penyebab pori-pori Anda yang membesar

Sebagian besar orang menganggap bahwa komedo hitam adalah satu-satunya penyebab pori-pori hidung yang membesar, namun filamen sebasea juga dapat menjadi penyebabnya. Filamen sebasea adalah kumpulan kecil berwarna kuning atau putih yang terdiri dari sebum dan sel kulit mati yang terbentuk di sekitar folikel rambut. Secara sendiri, filamen sebasea tidak berbahaya dan merupakan bagian alami dari setiap manusia. Dan tergantung pada jenis kulitnya, beberapa orang memiliki lebih banyak dan beberapa lebih sedikit dari substansi berbentuk batang bulat ini. 

Filamen sebasea lebih sering muncul di area berminyak seperti hidung, dagu, dan dahi. Meskipun terlihat seperti komedo hitam, mereka tidak perlu dikhawatirkan.

2. Bersihkan wajah Anda dua kali sehari.

Bersihkan wajah Anda secara menyeluruh menggunakan pembersih berbasis air pada pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Meskipun pembersih berbasis minyak baik, orang dengan pori-pori besar cenderung memiliki kulit berminyak, dan produk bebas minyak adalah pilihan terbaik. Selain itu, gunakan pembersih yang lembut agar tidak mengiritasi kulit Anda.

3. Melembapkan

Meskipun memiliki kulit berminyak, pelembap sangat penting untuk menjaga kelembutan kulit. Jika tidak menggunakan pelembap, kulit akan memproduksi lebih banyak sebum, yang dapat menyumbat pori-pori dan membuatnya semakin terlihat. Gunakan pelembap berbasis air atau gel yang tidak akan menyumbat pori-pori. 

4. Eksfoliasi dan maskerĀ 

Pengelupasan kulit membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori Anda. Tergantung pada tingkat keparahan pori-pori hidung Anda, gunakan eksfoliator yang lembut dua atau tiga kali seminggu. Pijatlah eksfoliator secara lembut di sekitar hidung Anda daripada menggosok dengan kekuatan berlebihan, yang dapat mengiritasi kulit Anda. 

Anda juga dapat menggunakan clay mask dua atau tiga kali seminggu untuk membersihkan pori-pori hidung Anda. Masker ini membantu mengangkat komedo dan kotoran, sehingga pori-pori Anda terlihat lebih kecil. Anda juga dapat menggunakan masker ini untuk bagian wajah lainnya, atau memilih masker lain jika kulit wajah Anda kering.

5. Gunakan retinol

Derivat vitamin A ini merangsang produksi kolagen di sekitar hidung Anda, sehingga pori-pori terlihat lebih kecil dan kulit menjadi lebih kencang. Anda dapat menggunakannya setiap hari atau setiap dua hari sekali. Jika Anda mengalami sensasi terbakar, kemerahan, atau iritasi kulit, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit. 

6. Bersihkan makeup Anda

Jika Anda menggunakan makeup, jangan pernah tidur dengan makeup masih menempel di wajah. Hal ini dapat menyumbat pori-pori, menampung bakteri, dan menyebabkan jerawat serta komedo. Bersihkan wajah Anda secara menyeluruh untuk menghilangkan semua makeup sebelum tidur.

7. Gunakan tabir surya

Paparan sinar matahari tanpa tabir surya dapat membuat kulit Anda terpapar sinar UV berbahaya, yang dapat menyebabkan kulit kering. Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan produksi sebum berlebihan, yang mengakibatkan pori-pori hidung membesar. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Kapan harus mencari bantuan profesional

Jika Anda telah menggunakan semua obat rumahan di atas dengan tekun selama beberapa waktu tetapi tidak ada yang berhasil, pori-pori hidung yang membesar mungkin memerlukan bantuan profesional. Kunjungi seorang dermatolog dan dapatkan bantuan yang Anda butuhkan. Seorang dermatolog akan mengevaluasi kondisi Anda dan merancang skema pengobatan yang paling sesuai untuk Anda. 

Tips perawatan kulit yang praktis

Mungkin tergoda untuk memencet isi pori-pori hidung yang membesar dan komedo, tetapi jangan lakukan hal ini. Memencet dapat semakin mengiritasi kulit Anda, menyebabkan infeksi akibat transfer kuman dan bakteri. Selain itu, pori-pori cenderung terisi kembali setelah beberapa hari, jadi hindari mengiritasi kulit Anda. Hindari memencet komedo. Tangan Anda kotor dan penuh kuman, dan memencet komedo dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda ingin menghilangkannya, konsultasikan dengan dokter kulit dan biarkan mereka menghilangkannya secara profesional.

Beberapa produk atau obat tradisional mungkin tidak efektif tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan pori-pori hidung Anda. Jika pengobatan yang dijual bebas dan perawatan kulit rumahan tidak efektif, konsultasikan dengan dokter kulit, dan jangan memaksakan produk pada kulit Anda.