Setiap minyak memiliki manfaat, rasa, dan kegunaan kesehatan yang unik. Memahami ini akan membantu Anda memutuskan minyak mana yang paling cocok untuk menu masakan dan tujuan Anda.
Apa itu titik asap?
Titik asap adalah suhu tertinggi yang bisa dicapai minyak sebelum mulai terbakar. Setelah terbakar, ia mengubah sifat minyak dan menyebabkannya kehilangan enzim dan nutrisi lainnya. Mengonsumsi minyak yang telah terbakar akan menciptakan radikal bebas dalam tubuh kita yang dapat menyebabkan peradangan dan tanda-tanda penuaan. Penting untuk memilih minyak yang tepat dalam mengolah masakan, berdasarkan titik asapnya dan bagaimana Anda ingin menggunakannya.
Minyak murni versus minyak yang tidak dimurnikan
Proses pemurnian dapat mengubah minyak secara drastis. Minyak Canola misalnya, ada yang dimurnikan dan tidak dimurnikan. Minyak Canola olahan memiliki titik asap 204 °C, tetapi bahan kimia seperti pemutih atau heksana digunakan untuk mengekstrak minyak. Minyak Canola organik yang tidak dimurnikan memiliki titik asap 93 °C, dan menggunakan pengukusan (uap) untuk mengekstraksi minyak, selain itu juga bebas dari GMO.
Minyak murni punya titik asap lebih rendah daripada minyak sulingan, ini yang membuat minyak murni lebih baik untuk saus salad. Minyak murni juga cenderung punya rasa lebih kuat.
Sementara, minyak sulingan punya titik asap lebih tinggi dan biasanya rasanya lebih netral. Hal ini yang membuatnya lebih baik untuk menumis, atau menggoreng.
Ini adalah 5 jenis minyak yang paling banyak digunakan di Indonesia:
Minyak Canola : Titik asap: 204 °C murni, 107 °C tidak dimurnikan
Minyak canola adalah minyak nabati populer yang dibuat dari tanaman rapeseed, atau istilah populernya, Canola.
Manfaat kesehatan: minyak Canola mengandung omega 3 dan asam oleat dan sebagian besar terdiri dari lemak tak jenuh tunggal.
Minyak Kelapa : Titik asap: 177 °C – 190 °C
Kita menyukai minyak kelapa dan semua manfaat serta kegunaannya bagi kesehatan. Carilah minyak yang berlabel virgin coconut oil.
Manfaat kesehatan: Minyak kelapa adalah jenis lemak jenuh yang mengandung trigliserida rantai menengah (MCT). Manfaatnya untuk kesehatan jantung dan otak masih sedang dipelajari, selain itu dapat meningkatkan metabolisme dan menurunkan kolesterol jahat.
Minyak Zaitun (Olive Oil), Titik asap: 177 °C – 215 °C
Minyak zaitun, juga disebut sebagai “emas cair”, dibuat dari buah zaitun (olive)
Ada berbagai jenis minyak zaitun yang tersedia di supermarket: Extra virgin, virgin light, dan pure. Hindari membeli minyak zaitun yang bertuliskan “pure” pada labelnya. Ini adalah kualitas terendah, bahkan dapat dicampur dengan minyak lain.
Extra virgin adalah standar emas. Artinya tidak ada cacat pada buah zaitun yang digunakan untuk menghasilkan minyak. Ini yang paling sedikit diproses dan mengandung paling banyak nutrisi (antioksidan, polifenol, tokoferol, dan lain-lain). Pastikan minyaknya cold-pressed, yang artinya paling sedikit diproses. Jika minyaknya berbau anyir atau seperti krayon, berarti minyak sudah rusak.
Manfaat kesehatan: Mengandung antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif yang bisa berasal dari radikal bebas. Ia memiliki senyawa yang disebut oleocanthal yang bersifat seperti ibuprofen dalam mengurangi peradangan dan nyeri, jadi sangat bagus untuk orang yang menderita kondisi yang menyakitkan seperti radang sendi.
Minyak Bunga Matahari (Sunflower Oil): Titik asap: 104 ° C
Minyak bunga matahari terbuat dari biji bunga matahari dan sebaiknya digunakan sebagai minyak akhir karena memiliki salah satu titik asap paling rendah. Minyak bunga matahari bisa tinggi kandungan minyak linoleat (lemak tak jenuh ganda) atau minyak oleat (lemak tak jenuh tung- gal). Lemak tak jenuh ganda dapat menyebabkan peradangan, jadi carilah minyak bunga matahari yang memiliki kandungan oleat tinggi seperti dari Dr. Mercola yang mengandung jumlah lemak tak jenuh tunggal yang lebih tinggi.
Manfaat kesehatan: Mirip dengan minyak zaitun, yang baik untuk jantung, anti-infamasi, dan tinggi vitamin E.
Minyak Sawit: Titik Asap: Titik asap: 232 ° C
Minyak sawit mengandung banyak lemak jenuh, sehingga termasuk stabil saat dipanaskan dan cocok digunakan untuk menggoreng. Di sisi lain, kandungan lemak jenuh tersebut juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, gunakan minyak sawit secukupnya saat menggoreng, dan pastikan pola makan Anda mengandung nutrisi yang seimbang. (epochtimes/tam)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
