Kesehatan

Latihan Sederhana Untuk Memperbaiki Jantung Kedua Anda

Berjalan (George Pak @Pexels)
Berjalan (George Pak @Pexels)

Agar hidup sehat dan panjang umur, penting untuk melatih kaki Anda secara teratur dan memelihara ‘Jantung Kedua’ Anda.

Tujuh puluh persen darah kita dipompa kembali ke jantung oleh betis. Jadi dalam teori pengobatan tradisional Tiongkok, betis disebut “jantung kedua”. Mengapa? Arti penting peran betis di sini jauh melebihi perannya dalam menopang tubuh. Jika betis tidak digerakkan secara teratur, trombosis vena dapat terjadi, yang selanjutnya dapat menyebabkan emboli paru pada kasus yang parah.

Suatu kondisi yang dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT) terjadi ketika gumpalan terbentuk di pembuluh darah dalam kaki, terutama bagian betis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan Emboli Paru di mana gumpalan darah dapat berjalan melalui tubuh Anda dan masuk ke arteri paru-paru Anda.

Setiap tahun, di Bandara Narita Jepang, setidaknya ada 150 insiden trombosis di betis.

Hindari empat kebiasaan buruk umum yang dapat membahayakan ‘jantung kedua’ Anda

1. Duduk atau berdiri terlalu lama

Orang dapat menjalani kehidupan yang sangat menetap. Saat kita duduk, sebagian besar otot, termasuk otot betis dalam keadaan rileks, kecuali otot pinggang. Relaksasi yang terus-menerus ini berbahaya karena otot-otot kita memerlukan kontraksi yang kontinyu untuk mempertahankan elastisitas dan kekakuannya.

Sebaliknya, ahli bedah, polisi, satpam, dan orang lain yang berdiri lama membuat otot betis dalam keadaan tegang dalam waktu yang lama. Dan ini juga merugikan kesehatan dan “jantung kedua” mereka.

2. Olahraga berlebihan

Olahraga berlebihan juga membahayakan kesehatan Anda. Pengobatan tradisional Tiongkok mengatakan “berjalan dalam jangka panjang akan melukai tendon.” Tendon terletak di persendian betis dan kaki, dan memainkan peran penting dalam gerakan mengangkat dan berjalan. Namun, perjalanan jarak jauh, kerja otot yang berlebihan, dan beban yang terlalu berat pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan otot pada “jantung kedua” Anda.

3. Betis dan kaki dingin

Penetrasi udara dingin ke area betis dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk, dan seiring waktu juga dapat menyebabkan osteoartritis. Dalam praktek klinis Tiongkok, pasien dengan “panas di tubuh bagian atas dan dingin di bagian bawah” mengalami kelelahan dan cenderung berkeringat dan demam di atas pinggang dan nyeri dingin di bawah pinggang. Hubungan ini berkaitan dengan orang yang tidak peduli untuk menjaga kaki mereka tetap hangat.

4. Memakai sepatu hak tinggi

Tren modis memakai sepatu hak tinggi agar terlihat tinggi dan ilusi memiliki kaki panjang ramping juga akan menghancurkan kaki. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa memakai sepatu hak tinggi 5 hari seminggu selama lebih dari 2 tahun dapat menyebabkan otot “jantung kedua” mengalami atrofi hingga 13 persen.

Untuk menjalani hidup yang panjang dan sehat, penting untuk melatih kaki Anda secara teratur dan memelihara ‘Jantung Kedua’ Anda.

Empat cara untuk menjaga kesehatan kaki dan jantung Anda

Menetapkan rutinitas harian dengan mengikuti keempat latihan ini tidak hanya akan melatih otot betis dan pergelangan kaki, tetapi juga akan meningkatkan keseimbangan, meredakan nyeri tumit, dan bermanfaat bagi kesehatan jantung .

1. Berjalan

Berjalan adalah cara termudah untuk melatih kaki Anda. American Academy of Sports Medicine merekomendasikan jalan kaki sebagai latihan terbaik untuk meningkatkan kekuatan kaki. Berjalan selama 30 menit sehari, lebih dari 5 kali seminggu dan perlahan mempercepat langkah Anda, maka otot-otot kaki akan terlatih dengan baik.

2. Berdiri sambil berjinjit

Berdirilah dengan kedua kaki rapat dan perlahan angkat tumit. Gerakan mengencangkan dan mengendurkan ini mirip dengan kontraksi jantung. Jumlah darah yang diperas setiap kali otot betis berkontraksi kira-kira setara dengan jumlah darah yang dikeluarkan per detak jantung. Luangkan waktu untuk menambahkan latihan ini ke rutinitas kesehatan dan keseharian Anda.

Ini akan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan dan membentuk rangka tubuh.

3. Squat lambat

Angkat kepala dan dada, letakkan tangan di pinggang, jongkok perlahan, lalu berdiri. Anda tidak perlu jongkok sampai kaki sejajar dengan tanah, cukup lakukan jongkok dangkal.

Saat melakukan gerakan ini, coba pertahankan kecepatan yang konstan, atur pernapasan, dan ulangi 15-20 kali secara rutin.

4. Menggoyangkan kaki

Pertama, jalan kaki selama 20 hingga 30 menit untuk melancarkan peredaran darah. Selanjutnya, rentangkan kaki ke depan, lalu goyangkan kaki dengan lembut. Cara lain adalah dengan mengayunkan kaki ke depan dan ke belakang seperti menendang bola. Anda tidak perlu menendang tinggi. Ulangi 15-20 kali sehari.

Bagi orang tua yang melakukan latihan ini, lebih baik memakai kursi atau tongkat untuk pegangan, agar tidak jatuh. (eva/nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI