Kesehatan

Meditasi Mulai Populer Seiring Manfaat Kesehatannya Diakui Ilmuwan

Meditasi (Kredit: Kampus Production @Pexels)
Meditasi (Kredit: Kampus Production @Pexels)

Dalam Proceedings of the American Academy of Sciences edisi 16 November 2001, para ilmuwan menerbitkan sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa meditasi dapat meningkatkan aktivitas otak, secara signifikan mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi dan kebahagiaan, memungkinkan seseorang menjadi lebih responsif.

Merupakan cara yang baik untuk mengatur tubuh baik secara fisik maupun mental, meditasi kian populer seiring subjek ini dibidik para komunitas medis Tiongkok dan Barat demi meningkatkan kesehatan.

Meditasi seringkali ditemukan dalam praktik spiritual atau keagamaan seperti yoga, Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme. Meditasi juga digunakan di beberapa sekolah seni bela diri tradisional Tiongkok untuk menumbuhkan energi internal, menyehatkan pikiran, dan memperkuat tekad.

Gerakan latihan ini yaitu duduk tenang dan diam, seperti yang dipahami bahwa “Periode hening yang lama membawa seseorang ke dalam kondisi konsentrasi; sementara aktivitas dalam jangka lama menimbulkan kelelahan.”

Untuk bermeditasi, seseorang dapat duduk secara alami, bersila, atau dalam posisi teratai setengah atau penuh. Posisi teratai, dengan kaki bertumpu pada paha, mungkin memerlukan sedikit usaha; tapi hampir semua orang bisa melakukannya, seiring waktu dan ketekunan. Latihan ini tidak hanya memelihara tubuh dan memperpanjang usia, tetapi juga membuka pikiran dan meningkatkan kebijaksanaan.

Meditasi dapat meningkatkan aktivitas otak

Para ilmuwan mempelajari satu kelompok yang terdiri dari delapan Buddhis, berusia antara 34-64 tahun, yang sudah bermeditasi selama lebih dari delapan jam sehari selama 15-40 tahun terakhir, bersama sekelompok 10 mahasiswa sehat, berusia 20-22 tahun, yang tidak pernah mencoba meditasi, tetapi mau belajar. Aktivitas otak kedua kelompok relawan sebelum dan sesudah periode meditasi diukur dan dibandingkan.

Dengan memantau aktivitas listrik di kulit kepala, para ilmuwan menemukan bahwa aktivitas gelombang alfa dan gamma secara signifikan lebih tinggi pada kelompok meditator jangka panjang, baik selama dan sebelum meditasi; dengan osilasi gelombang gamma yang sangat kuat.

Gelombang gamma di otak manusia disebabkan aktivitas di area kortikal sendi frontal dan parietal otak, yang bertanggung jawab atas emosi manusia dan area yang berhubungan dengan kesenangan.

Pada dua biksu yang lebih tua, terdeteksi aktivitas gelombang gamma yang sangat kuat, dan hasilnya menunjukkan bahwa fluktuasi aktivitas otak hanya disebabkan oleh lamanya waktu yang dihabiskan dalam meditasi dan tidak terkait dengan perbedaan individu.

Hasil rekaman menunjukkan bahwa meditasi meningkatkan aktivitas otak dan secara signifikan mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi dan kebahagiaan, dengan efek jangka pendek dan jangka panjang.

Temuan ini pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah setelah diuji oleh Laboratory for Brain Imaging and Behavior of Waisman Center dari Departemen Psikologi di University of Wisconsin.

Dalam sejarah meditasi digunakan untuk meningkatkan kesehatan di Tiongkok

Di era Dinasti Song dan Ming (960-1644) di Tiongkok, Konfusianisme sangat menekankan meditasi. Orang-orang Tionghoa dari semua lapisan masyarakat terbiasa mengintegrasikan meditasi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Huangdi Neijing (黃帝內經) atau Kitab Suci Esoterik Kaisar Kuning, adalah teks medis Tiongkok kuno yang telah diperlakukan sebagai sumber doktrinal fundamental untuk pengobatan Tiongkok selama lebih dari dua milenium.

Dalam kitab menyatakan: “Tetap tenang dan kosong, Qi akan mengalir dengan lancar; ketika jiwa mendapatkan kedamaian, bagaimana penyakit bisa datang?” Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan tenang dan kekosongan, esensi dan jiwa seseorang, “Qi,” dijaga dengan kuat di dalam tubuh. Dalam keadaan seperti itu, penyakit tidak dapat menembus.

Meditasi kian populer di Barat

Psikoterapi sugestif dalam komunitas medis saat ini menggunakan meditasi untuk merawat pasien, agar pasien dapat memfokuskan perhatian mereka demi mencapai kesatuan pikiran dan jiwa.

Dalam beberapa tahun terakhir, teori-teori ilmiah tentang meditasi telah dipelajari di Tiongkok dan di Barat. Majalah Time baru-baru ini melaporkan bahwa 10 juta orang dewasa Amerika kini belajar bermeditasi, dan ruang-ruang meditasi bermunculan di tempat-tempat umum. Harvard Law Quarterly terbitan Musim Semi 2002 membahas pembuatan program meditasi di West Point.

Sebagai pelatih pemenang dengan 11 gelar NBA, Phil Jackson dianggap sebagai salah satu pelatih bola basket terbaik yang pernah ada. Sebagai bagian dari pelatihan legendarisnya, Jackson meminta timnya melatih fokus penuh menggunakan meditasi. Selebriti seperti Richard Gere dan Al Gore juga termasuk di antara mereka yang menikmati meditasi.

Dalam dua puluh lima tahun terakhir, lebih dari 2.000 artikel penelitian yang berhubungan dengan Pengobatan Jiwa Raga telah diterbitkan di medica terkemuka. (Lucy Crawford/eva/visiontimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI