Kesehatan

Menambal Jaring yang Berlubang

Menjahit (Cottonbro @ Pexels)
Menjahit (Cottonbro @ Pexels)

“Menambal jaring berlubang” adalah judul sebuah lagu berdialek Taiwan, diciptakan pada 1948, awalnya merupakan sebuah lagu patah hati.

Di era modern serba berkecukupan saat ini, masihkah kita perlu menambal jaring? Yang perlu ditambal di era ini, jaring berlubang seperti apakah?

Apakah kegunaan pakaian? Seni berbusana, apakah menggambarkan hati seseorang? Zaman dahulu kala pakaian adalah untuk pelindung tubuh, bahan apapun masih langka termasuk kain, semua orang berpakaian dan makan dengan sederhana, ada pula yang berpakaian tidak sempurna, tipis dan seadanya, pakaian robek terpaksa terus dipakai, atau pakaian kurang bahan terpaksa dipakai, menandakan penuh derita serta kesulitan.

Tapi di era serba berkecukupan ini, meskipun ada uang untuk membeli pakaian, banyak orang terpengaruh oleh Gerakan Hippies dari negara Barat, yang berbusananya serba terbuka.

Pasien saya seorang wanita, menderita batuk sudah setengah tahun lamanya, sampai-sampai batuk mengeluarkan lendir dengan bercak darah. Sudah menjalani tes swab dan negatif corona. Saat datang ke klinik saya, dia masih saja batuk-batuk, tapi bukan batuk yang sangat.

Wanita itu bertubuh ideal, walaupun dengan wajah berias tebal, namun tidak bisa menutupi kulit wajahnya yang pucat, mengenakan busana yang terbuka di bagian punggung dan sekitar dada, hingga menampakkan belahan payudaranya, saking pendek rok mininya, begitu duduk semuanya nyaris kelihatan jelas, sang suami yang mendampingi di sisinya terlihat sangat menyayanginya.

Setelah mendiagnosanya saya menuliskan resep: berganti cara berbusana. Paru-paru adalah organ yang sangat rentan dan takut dingin, tubuh dingin dan minum yang dingin dapat merusak paru-paru. Tubuh bagian dada merupakan pusat berkumpulnya segala macam Qi (baca: chi, energi vital, red.), jika terus-menerus terkena hembusan udara terbuka seperti kipas angin atau AC maka Qi paru-paru akan terserang.

Organ yang kedinginan akan menyusut dan berdaya tarik, tapi angin dingin akan tetap tertinggal, pertukaran darah dan Qi menjadi tidak lancar, Qi pembuangan tidak bisa turun, sehingga paru-paru akan sakit.

Saya menyuruh wanita itu untuk memasak sup ayam dengan bawang putih, jangan ditambahkan bumbu masak. Khususnya saat berpakaian, baju sebaiknya tertutup di bagian dada, berlengan panjang hingga melewati siku, rok atau celana sebaiknya panjangnya hingga ke bawah lutut, jika tidak penyakitnya akan sulit disembuhkan.

Mendengar nasihat saya ekspresi wanita itu langsung berubah menjadi masam. Ia mengatakan lebih baik dirinya tetap batuk, karena tidak mau mengubah caranya berbusana. Jika pasien sendiri tidak ingin sembuh, apa daya seorang dokter?

Seorang wanita muda berusia 24 tahun, setiap kali mengalami menstruasi perutnya sakit sampai muntah-muntah, dan tidak bisa bekerja, sampai-sampai harus izin cuti. Pada saat datang ke klinik, bertepatan dengan awal musim hujan, angin dingin terus berhembus, dia hanya mengenakan baju tanpa lengan yang pendek memperlihatkan pusar, dan celana hotpants yang rendah di bawah pinggang. Kuku jari tangannya membiru, bibirnya juga membiru, rona wajahnya pucat pasi, dengan didampingi ibunya.

Saya meminta ibunya agar sebelum putrinya datang bulan, masakkanlah sup jahe dengan ketela manis, gula merah, dan buah lengkeng, untuk diminum put-rinya. Dan mewanti-wantinya: untuk mengobati masalah menstruasi, harus lebih dulu mengubah kebiasaan berpakaiannya. Wanita itu membelalakkan matanya, sangat kebingungan, apa pula hubungannya dengan sakit menstruasi?

Pusar adalah Shenque (adalah milik saluran meridian Ren, terletak di umbilikus, dan terkait erat dengan limpa, ginjal, dan lambung, serta merupakan meridian utama seluruh tubuh. Red.), disini tersimpan berbagai zat inti tubuh manusia, itulah sebabnya masyarakat zaman dulu selalu menutupi perut. Dantian (dibaca: tan dièn, cakra), disini Dan adalah bara api, sumber Qi kehidupan, menumbuhkan daya tenaga dibutuhkan energi panas.

Jika Dantian dingin, ibarat bara api yang kurang panas tidak mampu memasak sayuran. Bawah perut bagian depan hingga pinggang belakang jika selalu terserang hawa dingin, dapat menye- babkan darah beku, pembuangan darah menstruasi menjadi tidak lancar, kalau Qi sudah tidak lancar dan darah membeku maka akan mengalami sakit menstruasi.

Ibunya dengan emosi berkata, sulit sekali menasihati putrinya ini agar tidak berpakaian terlalu terbuka, tidak pernah mau menuruti nasihat sang ibu, hanya karena ingin terlihat gaul apapun tidak dipedulikannya. Jaring yang berlubang ini sulit untuk ditambal.

Seorang wanita berusia 43 tahun, kaki  terasa ngilu, saat datang berobat mengenakan celana jeans, pada kaki kiri tepat di posisi lutut, celananya dibuka robekan cukup besar, persis menjadi tempat hawa dingin dan lembab menyerang masuk, langsung mengaliri lututnya.

Dalam kurun waktu lama lutut terkena hawa dingin sehingga membeku, terpapar kelembaban dan beban tubuh, terkena angin dingin dan ngilu pun terjadi. Saya katakan padanya, agar tidak memakai celana robek, walaupun terapi bisa meredakan sakitnya, tapi jika tidak mau mengubah kebiasaan berpakaiannya, kelak sakit di lututnya dapat kambuh lagi.

Sambil memandang celana jeansnya, wanita itu dengan tidak rela berkata, “Celana jeans ini sangat mahal!” Saya menjawab, “Kesehatan lebih mahal.” Di zaman dahulu pakaian yang berlubang tidak bisa menutupi tubuh dengan sempurna, baju yang compang camping, terlihat anggota tubuh sana sini, itu adalah cerminan orang miskin, atau pengemis, tapi sekarang justru dijadikan sebagai tren busana. Apakah dunia ini sudah terbalik? Atau jiwa manusianya yang sudah rusak?

Ada lagi pasien wanita selama bertahun-tahun tidak bisa mempunyai anak, dia suka minum es dan minuman dingin, juga suka sekali memakai baju lengan pendek dan celana pendek, di musim dingin yang menusuk tulang pun tidak mau mengubah caranya berbusana itu.

Jelas-jelas menderita anemia, lidah hambar berlendir, wajah pucat pasi, Hemoglobin hanya 8, akibat dingin menyebabkan darah mudah membeku. Saya memberitahu dia, jika terus berpakaian seperti ini, seiring dengan bertambahnya usia, hawa Yang akan terus merosot, mekanisme tubuh pun akan ikut merosot dan menjadi semakin lemah.

Mendengar kata-kata saya, wanita itu tidak percaya, seolah tidak akan meneteskan air mata bila belum melihat peti mati. Suatu hari, dia dikabarkan hamil, gembira bukan main, setelah bertahun-tahun menantikan kehamilan, akhirnya Tuhan mengabulkan keinginannya.

Saya langsung memintanya mengubah gaya berbusana, apalagi bertepatan waktu itu gelombang dingin sedang melanda, jika rahim terlalu dingin, meridian ginjal ikut dingin, meridian limpa juga dingin, maka jantung akan lemah, dapat berdampak tidak kuat menunjang janin. Beberapa hari ke- mudian, dia menelepon, sambil menangis dia berkata, dia keguguran.

Para perancang busana menciptakan tren busana seksi, juga membawa penyakit. Berkutat di tengah tren, maka akan mudah merugikan diri sendiri. Bagaimanapun busana begitu terbuka atau bebas, dari sudut pandang medis, selalu sangat mengkhawatirkan!

Kaitan pakaian dengan penyakit:

Celana yang robek di bagian paha dan lutut, akan menyebabkan penderita ngilu kaki dan lutut bertambah. Baru-baru ini sedang tren baju memperlihatkan tulang pundak (baju sabrina), akan menyebabkan penderita leher kaku, nyeri pundak, dan penyakit adhesive capsulitis (frozen shoulder/bahu beku) bertambah.

Baju yang menampakkan bagian dada dan punggung, akan meningkatkan gejala dada sesak dan jantung berdebar. Celana pendek, meningkatkan kemungkinan cedera lutut dan merosotnya kemampuan lutut, juga meningkatkan kemungkinan penyakit jantung, karena menyebabkan jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah hingga mencapai kaki dan mengalirkan darah kembali ke jantung.

Celana pendek yang hanya menutupi bokong saja, mengakibatkan yang memakai rentan keputihan, ngilu betis, kram betis, akan meningkat. Baju yang pendek dan menampakkan pusar, menyebabkan penderita: sakit menstruasi, pencernaan terganggu, sakit pada perut bagian bawah, dan radang panggul, akan bertambah.

Baju yang menampakkan pinggang belakang, akan mengakibatkan sakit pinggang, mudah keseleo pinggang, sakit pada syaraf tulang skiatika. Sebenarnya orang yang menggunakannya mungkin kerap mengalami kedinginan, tapi demi penampilan, rasa itu mereka abaikan. Lama-lama ya jadi penyakit didalam.

Bagaimana menambal satu demi satu jaring yang robek?

Bagi penderita fungsi usus dan lambung yang buruk, saluran pernafasan lemah, alergi hidung, sebaiknya mengenakan baju berlengan melebihi siku dan celana melebihi lutut. Bagi yang lemah jantung, bahu beku, nyeri pundak dan lengan atas, penderita anemia, sebaiknya mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang.

Penderita sakit kepala, nyeri pundak, nyeri punggung atas, mata kering, penglihatan kurang baik, saluran pernafasan lemah, mudah demam, mati rasa pada syaraf muka, sebaiknya mengenakan baju yang berkerah, tidak mengenakan kaos atau singlet, jangan memakai baju yang menampakkan pundak dan juga punggung.

Penderita pembengkakan prostat jinak, lemah ginjal, fungsi ginjal tidak baik, sakit pinggang, sakit syaraf, sakit menstruasi, usus dan lambung lemah, pinggang mudah terkilir, disarankan tidak memakai celana yang di bawah pinggang.

Lutut melemah, penderita varises, pria yang kurang jumlah spermanya, jangan mengenakan celana pendek. Bagi yang fungsi liver, usus dan lambung, serta empedu yang tidak baik, jangan memakai baju yang memperlihatkan pusar. Bagi penderita penyakit berat, sebaiknya memakai baju lengan panjang dan celana panjang.

Anak- anak merupakan tubuh berunsur Yang murni, pastikan memakai baju yang menutup pusar. Apapun penyakitnya, harus selalu menjaga agar tubuh bagian bawah tetap terjaga kehangatannya, khususnya pada saat malam hari, sebaiknya tidur dengan piyama panjang, lebih baik lagi mengenakan kaos kaki.

Olahraga pada musim dingin atau di dalam ruangan ber-AC, sebaiknya tidak memakai singlet atau kaos, jangan biarkan pundak dan punggung terpapar dingin, karena dapat mening-katkan beban jantung dan terpapar hawa dingin, akan mudah mengalami “terpapar hawa dingin di musim dingin maka akan demam di musim semi”, jika demam tidak dinetralisir dapat menyebabkan patogen tersembunyi, jika patogen tersembunyi tidak dinetralisir dan terus bersarang di dalam tubuh, maka akan menimbulkan penyakit ganas.

Berbusana memang betul adalah semacam selera, tapi pakaian juga merupakan rumah pelindung luar bagi tubuh kita, merupakan Fengshui bagi badan kita, jika berpakaian robek sana sini, maka Fengshuinya pun akan buruk, dan jika Fengshui buruk, maka kesehatan pun akan buruk pula.

Ahli Wushu, jago silat Taichi, para kultivator dan lain sebagainya bukankah mereka semua berpakaian lengan panjang dan celana panjang? Bukankah itu juga semacam tingkatan dalam hal merawat kesehatan?(epochtimes/sud)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI