Site icon NTD Indonesia

Minum Kopi – Bermanfaat atau Berbahaya?

Kopi (Foto: Nathan Dumlao/Unsplash)

Kopi (Foto: Nathan Dumlao/Unsplash)

Tak dapat disangkal, kopi merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Di Indonesia sendiri banyak daerah yang menjadi penghasil biji kopi berkualitas seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa, Bali, NTB/NTT dan Sulawesi. Namun kopi bukanlah tanaman asli Indonesia. Orang Arab menamakannya ‘qahwah’, dan orang Belanda-lah yang pertama kali membudidayakannya di Indonesia (bahasa Belanda-nya ‘koffie’, di-Indonesia-kan menjadi ‘kopi’)

Kopi seringkali dipandang sebagai minuman yang kurang sehat. Tetapi konsumsi secangkir dua cangkir sehari ternyata memiliki beberapa manfaat:

Yang pertama, kopi dengan kafein-nya dapat berfungsi menyegarkan tubuh dan stamina. Peran kafein adalah mengimbangi adenosin, senyawa dalam sel otak yang menimbulkan rasa kantuk.

Kedua, kopi ternyata juga mampu mengurangi risiko diabetes. Sebagaimana kita ketahui, penyakit diabetes disebabkan karena berkurangnya kemampuan hormon insulin yang mengatur kadar gula dalam darah. Konsumsi kopi hitam secara teratur ternyata dapat meningkatkan produksi insulin dalam tubuh. Sehingga minuman kopi dipandang sebagai bermanfaat untuk mengurangi potensi peningkatan kadar gula darah.

Ketiga, banyak penelitian menunjukkan konsumsi kopi secara teratur dapat melindungi diri dari degradasi fungsi syaraf, sehingga bermanfaat dalam memperkuat daya ingat para lansia.

Keempat, kopi merupakan salah satu sumber antioksidan alami disamping sayur-sayuran, buah beri dan lainnya. Antioksidan merupakan senyawa nutrisi yang dapat melindungi sel-sel kita dari dampak radikal bebas yang mengancam.

Kemudian, kopi adalah minuman yang dapat meningkatkan gairah dan kegembiraan, yang terkait dengan reduksi stres.

Tentu saja, konsumsi minuman apa pun sebaiknya tidak berlebihan, meski kafein berkontribusi menyegarkan dan menambah kewaspadaan, tetapi tidaklah menggantikan fungsi dari tidur misalnya. Bila anda tengah mengemudi dan mengalami rasa kantuk yang amat sangat, yang terbaik tetaplah menepi ke rest area dan pejamkan mata 15-30 menit, karena kafein saat itu tidaklah membantu.

Dan menurut penelitian yang dilakukan J Isaksen, A Egge, K Waterloo, B Romner, T Ingebrigtsen yang dipublikasikan pada Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry pada tahun 2002, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan (dalam penelitian merujuk pada lebih dari 5 cangkir kopi per hari) akan meningkatkan risiko kerusakan pada dinding pembuluh darah, alias meningkatkan risiko terkena stroke.

(Image : Lina Hartanto/ NTD Indonesia)

Jadi nikmatilah secangkir dua cangkir kopi anda, tetapi janganlah berlebihan. (ntdindonesia.com/nurhadi)

Artikel ini hanya sebagai informasi umum, tidak menggantikan konsultasi medis.