Kesehatan

Oolong : Teh Asal Taiwan Dengan Banyak Manfaat Kesehatan

Teh Oolong thumbnail
Teh Oolong@bor-onno/ Pixabay

Asal usul Oolong

Industri teh di Taiwan dimulai pada tahun 1660-an. Pada 1663, sekelompok warga asal Provinsi Fujian, Tiongkok bermigrasi ke Taiwan. Mereka membawa benih dan beberapa pohon teh. Perdagangan teh berkembang pesat pada abad ke-18. Seorang pria bernama Linfeng membawa tanaman oolong dari Pegunungan Wuyi, ke Dong Ding, Lugu, Taiwan dan segera setelahnya, ditambah dengan iklim yang tepat membuat oolong Dong Ding menjadi terkenal.

Dengan masuknya pengaruh Inggris pada sektor industri saat itu, proses pengolahan produk yang awalnya dilakukan di Fuzhou atau Anxi, kini sudah bisa dilakukan di Taiwan, demikian sejarah kemunculan teh oolong asli Taiwan. Setelah itu, Tiongok dan Taiwan menjalin kerjasama dengan fokus pada oolong. Hari ini, teh oolong telah melakukan perjalanan jauh melampaui perbatasan Taiwan, memungkinkan berbagai negara turut merasakan kenikmatannya.

Manfaat kesehatan

Selain fakta bahwa rasa oolong yang menyegarkan, teh oolong juga membawa beberapa manfaat bagi tubuh, berkat kandungan gizinya seperti fluorida, natrium, mangan, dan kalium yang membantu melawan berbagai penyakit dan menjaga tubuh tetap kuat.

Teh oolong memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. (Image: pixabay / CC0 1.0)

Sebuah penelitian pada tahun 2014 menunjukkan bahwa setengah dari peserta dewasa gemuk yang mengonsumsi oolong 4 kali sehari selama 6 minggu berturut-turut mengalami penurunan berat badan lebih dari 1 kg.

Meski kurangnya bukti bahwa konsumsi oolong mampu mengurangi resiko terkena kanker namun beberapa peneliti mengaitkan minum teh dengan pengurangan risiko kanker. Menurut sebuah penelitian di Taiwan, ada penurunan sebanyak ±4 % pada kanker kepala dan leher di setiap cangkir teh oolong yang dikonsumsi. Penelitian pada wanita juga mencakup hubungan antara berkurangnya kanker ovarium dan minum teh hitam, hijau, atau oolong.

Meski tidak dilakukan penelitian spesifik, namun para peneliti mengamati bahwa mengonsumsi oolong secara teratur juga bisa mengurangi resiko diabetes. Sebuah laporan menyimpulkan bahwa orang yang minum 24 ons teh oolong setiap hari memiliki kadar gula darah lebih rendah 30%. Temuan serupa juga disimpulkan dalam penelitian lain, yang menemukan bahwa mengonsumsi 1 liter oolong setiap hari memiliki kadar gula darah ±3,3 %.

Bagaimana dibuat?

Jadi bagaimana teh ini dibuat? Teh ini berasal dari daun Camellia sinensis, yang juga terbuat dari teh hitam dan hijau. Namun, rahasia keunikan teh oolong adalah pada cara pengolahannya.

Teh ini berasal dari daun Camellia sinensis, yang juga terbuat dari teh hitam dan hijau (Image: pixabay / CC0 1.0)

Kandungan enzim pada daun teh yang beroksidasi menyebabkan warna hitam pada daun teh. Sebagian daun teh yang teroksidasi menciptakan warna yang terdapat pada teh hijau dan teh hitam, menciptakan warna dan rasa yang unik. (visiontimes/may)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor