Kesehatan

Pengomposan Memulihkan Tanah, Tanaman, dan Kesehatan Manusia

Pupuk untuk tanaman (Screenshot @Storyblocks)
Pupuk untuk tanaman (Screenshot @Storyblocks)

Sementara kata “kotoran” biasanya berkonotasi negatif, kata itu juga bisa dilihat sebagai dasar dari keberadaan kita. Ahli hortikultura dan botani lebih memilih kata “tanah” untuk media pemberi kehidupan yang membuat karpet anda kotor jika anda membawanya kedalam rumah. Tanaman membutuhkannya untuk tumbuh, dan kita membutuhkan tanaman untuk bertahan hidup.

Tanah adalah juga makhluk hidup, dan perlu diberi makan. Dengan turunnya unsur hara dan erosi mineral yang terus menerus, tanah tidak dapat memberi makan tanaman yang memberi makan kita. Masukkan pupuk kimia, yang seperti memberikan gula rafinasi kepada orang yang kelaparan, dan tanah menjadi benar-benar mati. Untuk memulihkan kehidupan ke tanah, kompos sebagai bahan organik yang kaya nutrisi, perlu terus diberikan kembali ke Bumi.

Mengapa Kompos?

Diperkirakan sekitar 1,3 triliun kilogram sampah dihasilkan setiap tahun di planet kita. Sebagian besar sampah ini sebenarnya adalah bahan organik. Dengan memisahkan sampah yang bisa menjadi kompos, kita tidak hanya dapat mengurangi limbah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan apa yang akan membuat tanah kita tetap hidup. Pengomposan memungkinkan kita mengembalikan nutrisi ke tanah dan akan mudah dimanfaatkan kembali.

Karena berkurangnya nutrisi tanah, sebagian besar makanan yang dibeli di toko memiliki kandungan vitamin dan mineral yang rendah. Ketika makanan dibudidayakan di tanah yang miskin nutrisi, makanan itu sendiri menjadi tanpa nutrisi. Pengomposan sampah secara alami menambahkan unsur-unsur penting ini kembali ke tanah dan membantu menetralkan pH, membuat nutrisi lebih tersedia. Ini meningkatkan retensi air tanah dan kualitas air juga, membuatnya bermanfaat secara ekologis.

Menurut EPA, peningkatan bahan organik hanya satu persen dapat melipatgandakan tiga kali lipat kapasitas tanah menahan air. Hal ini memastikan bahwa kebun tumbuh subur dan menghasilkan panen yang bergizi dan beraroma. Petani dan tukang kebun biasanya menggunakan pupuk kompos matang, bahan pembangun tanah yang kaya nitrogen dan humus yang berwarna coklat tua sampai hitam dan berbau tanah; tetapi pengomposan bahan lain di rumah juga berfungsi dengan baik.

Sampah dapur, sampah halaman, dan potongan dari kebun semuanya dapat dibuat kompos. Ini adalah cara yang mudah dan murah untuk menyediakan pupuk organik yang sehat untuk kebun anda. Membuat kompos itu sederhana dan dapat dilakukan hampir dimana saja (bahkan di apartemen). Jadi, mari kita mulai bekerja.

Tiga bahan dasar:

Ada tiga elemen ini: Air, elemen hijau dan elemen coklat yang merupakan tiga hal penting untuk pengomposan. Pengomposan menjadi mudah setelah anda memiliki bahan yang dapat dikomposkan.

Bahan hijau (kaya nitrogen) memanaskan tumpukan, sementara bahan coklat (kaya karbon) memberi makan mikroorganisme.

 “Hijau” adalah kulit sayuran, potongan rumput, sisa kulit telur, ampas kopi dan sisa buah; dan “Cokelat” adalah bahan kering seperti ranting, daun mati dan dahan pohon. Rasio cokelat dan hijau harus kira-kira sama ditumpukan kompos anda. Jika terlalu kering, perlu ditambahkan air untuk memecah bahan organik.

Apa yang Harus Dikomposkan dan Apa yang harus Dihindari

Sayuran dan buah-buahan, roti, biji-bijian, pasta, kulit telur, kantong teh, ampas kopi dan saringannya, kardus, kertas bekas halaman, koran robek, jerami, daun, potongan rumput, tanaman hias yang mati, serbuk gergaji dan serpihan kayu, kain katun atau wol, bulu, abu perapian, dan kulit kacang semuanya membuat bahan kompos yang sangat baik.

Hal-hal yang harus dihindari termasuk arang, yang mungkin mengandung bahan kimia yang beracun bagi tanaman; tanaman yang sakit atau terinfeksi, karena tanpa mencapai suhu tinggi, penyakit ini dapat bertahan dan menginfeksi tanaman lain; sisa daging atau produk hewani lainnya yang menimbulkan bau dan menarik hama seperti tikus dan lalat; kotoran hewan peliharaan, yang mungkin termasuk parasit berbahaya, bakteri, kuman, patogen dan virus; dan sampah halaman yang diberi pestisida, yang dapat meracuni tanah anda.

Alternatif tempat Kompos

Jika anda tidak memiliki taman untuk tumpukan kompos di luar ruangan, anda dapat membuat kompos didalam ruangan menggunakan wadah yang dirancang khusus atau membuatnya dari tempat sampah besar dengan melubangi sisi-sisinya dengan banyak lubang. Anda bahkan dapat membeli tempat pengomposan cacing. Jika anda ingat untuk menjaga koleksi anda dan memantau kontribusi anda, tempat kompos itu tidak akan berbau tidak sedap atau menarik serangga atau tikus.

Pengomposan di luar ruangan juga dapat menggunakan wadah, atau hanya ditumpuk menjadi tumpukan. Tumpukan dibuat tidak padat dan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga menerima cahaya, tidak memiliki genangan air dan dapat diakses setiap hari. Investasi untuk garpu rumput adalah ide yang baik.

Tempat kompos dari jaring kawat super sederhana dapat dibuat dalam bentuk yang fleksibel untuk lokasi anda.

Berbagai tempat sampah kompos luar ruangan tersedia untuk dibeli, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, tergantung pada berapa banyak uang yang ingin anda investasikan. Pilihan berbiaya rendah dan efektif adalah membuat kotak tiga sisi. Tiang, kotak kayu bekas, dan beberapa pagar kawat adalah semua yang anda butuhkan. Sisi terbuka memungkinkan akses untuk mengaduk dan pemeliharaan.

Pengomposan tidak rumit

Kumpulkan bahan cokelat dan hijau, potong atau cacah bagian yang besar. Untuk mencapai rasio yang benar, gunakan dua bagian cokelat, yang umumnya ringan, bahan longgar, untuk satu bagian bahan hijau segar dan padat. Simpan setumpuk unsur coklat dalam wadah di sebelah tempat sampah kompos anda dan tambahkan setiap hari dengan sampah dapur anda.

Tumpuk sampah organik anda dalam lapisan (satu layer), basahi setiap lapisan agar tetap lembab. Setelah tumpukan kompos anda terbentuk, kubur sampah buah dan sayuran dibawah bahan yang telah dikomposkan sebagian untuk mengaktifkan dekomposisi dan meminimalkan serangga.

Jaga agar tumpukan tetap diangin-anginkan saat anda menambahkan kompos baru. Berhentilah menambahkan material saat tumpukan anda setinggi empat kaki dan biarkan terurai. Pastikan untuk memulai wadah lain sementara itu. Sekali seminggu, balikkan atau aduk tumpukan untuk memberikan oksigen dan menjaga kelembapannya tetap merata.

Tumpukan kompos dingin membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun untuk matang, tetapi anda tidak perlu menunggu seluruh tumpukan terurai sebelum menggunakannya. Kompos yang sudah matang akan berbau tanah dan berwarna hitam. Ketahuilah bahwa anda mungkin masih melihat bagian pecahan kulit telur, biji buah persik dan sejenisnya. Ini masih dapat digunakan, tetapi jika anda lebih suka produk yang lebih halus, cukup saring.

Sekarang setelah anda membuat bahan organik kaya yang menakjubkan ini, anda dapat menggunakannya di kebun anda dengan memasukkannya kedalam tanah sebelum menanam, atau melapisi tanah tanaman yang sudah tumbuh. Tambahkan pada tanaman pot anda untuk memacu pertumbuhan, atau buat teh kompos untuk “minuman energi” yang akan disukai tanaman anda.

Pengomposan adalah kegiatan yang mudah dan memuaskan. Tidak hanya secara signifikan mengurangi limbah, juga memberikan sesuatu kembali ke Bumi untuk apa yang telah disediakan dengan murah hati. (visiontimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI