Tag: anggrek

  • Keindahan Bunga Lili yang Abadi

    Keindahan Bunga Lili yang Abadi

    Zhou menancapkan bunga daisy yang terakhir dimasukkan ke karangan bunga yang sedang di rangkai, dia mundur dua langkah, melihat sekali lagi, warna dan bentuk karangan bunga ini sangat indah.

    Dia mengisi kartu alamat, lalu diselipkan dengan karangan bunga di meja sudut, sebentar lagi menunggu kurir untuk dikirim ke pelanggan. Zhou melihat jam tangannya, sudah jam 15:00. Setelah kurir tiba, ia akan bergegas menutup toko untuk pergi ke rumah sakit. Memikirkan ibunya yang sedang koma di rumah sakit, wajah Zhou berubah menjadi sedih, tanpa sadar dahinya mengkerut.

    Suara lonceng berbunyi, Zhou mengangkat wajahnya melihat ke pintu, seorang wanita masuk ke toko bunganya. Dia tersenyum kepada Zhou dan menganggukan kepalanya, dan mulai menelusuri ruangan toko yang penuh dengan bunga. Meneliti mawar merah, anggrek, bunga tulip, anyelir, bunga krisan,…… Akhirnya matanya jatuh pada sekelompok besar bunga lili putih. Pelanggan wanita ini tanpa sadar berjongkok, menciumi bunga lili putih.

    Zhou berjalan ke arahnya untuk menyambut tamunya: “Bagaimana nona, sudah memilih bunga yang diinginkan? Apakah suka bunga lili putih ini?” pelanggan wanita menegakkan diri dan dengan lembut tersenyum, “Ya, bunga ini cantik, tolong pilihkan 9 kuntum ditambah dengan dedaunan dan dirangkai dengan baik.”

    Zhou sambil melakukan karangan bunganya, sambil mengobrol dengan wanita tersebut, “Apakah nona memberikan bunga ini untuk teman?”

    Pelanggan wanita ini berpikir sejenak dengan serius, lalu mengatakan: “Oh, tidak bisa dikatakan sebagai teman tetapi, ……, bertahun-tahun, saya belum pernah melihat orang yang kuat seperti dia. Ada beberapa hal, saya selalu berpikir bahwa hanya ada di buku, tapi dia … tidak takut, dia yakin akan kebenaran ..” Anda mungkin menertawakan saya…… perasaan yang dia sampaikan kepada saya membuat saya terkejut dan terharu, membuat saya meneteskan air mata. ” Zhou tidak dapat berkata apapun, agak bingung dengan ucapan pelanggan ini, lalu menjawab: “Bunga ini pasti dapat menyemangatinya, maukah anda menuliskan kartu ucapan?”

    Pelanggan wanita ini menerima bunga lili yang sudah dirangkai Zhou, memeluk didadanya, sambil memandang Zhou mengangguk kepalanya dan mengatakan akan menuliskan kartu ucapannya sendiri, lalu berlalu sambil mengucapkan terima kasih.

    Setelah pulang bekerja, Zhou pergi ke rumah sakit yang berlokasi di pusat kota Beijing.

    Seminggu yang lalu, ketika Zhou dipanggil ke kantor polisi, dia mendapat kabar ibunya  menderita demam tinggi berbaring di tempat tidur rumah sakit penjara. Penjara mungkin tidak mau mengambil tanggung jawab untuk hal tersebut, hari ini Zhou diberitahu ibunya telah dipindahkan ke rumah sakit setempat, anggota keluarga dapat merawat dan membesuknya.

    Sejak Ibunya berlatih Falun Gong, ia memperoleh kesehatannya kembali, hidupnya menjadi kembali semangat dan bahagia, namun ketika tahun 1999 partai komunis Tiongkok melancarkan penindasan terhadap praktisi Falun Gong, sang ibu sudah beberapa kali ditangkap dan dipenjara di tempat yang tidak diketahuinya, Zhou telah hampir enam bulan tidak bertemu dengan ibunya.

    Tiba-tiba melihatnya, dia sangat terkejut sampai tidak bisa berkata-kata. Dia melihat ibunya kurus hanya kulit membalut tulang, wajah bengkak. Ketika merawatnya, dia menemukan gusi ibunya bengkak dan berdarah, dia kehilangan gigi depan. Zhou sadar, merasa ini mungkin bukan hanya demam biasa.

    Dia pergi ke dokter yang merawat ibunya bertanya apa yang terjadi? Dr Wang ragu mengatakan bahwa dia hanya bertugas mengobati, hal lain tanya polisi saja. Polisi yang mengawal ibu ke rumah sakit begitu sampai ke rumah sakit langsung pergi, harus bertanya kepada siapa? Siapa yang berani ditanyai? Hati Zhou sangat sedih.

    Zhou menangis di tepi tempat tidur ibunya. Perawat yang sedang bertugas sangat simpatik padanya, memanggil dia ke ruangannya. Disana dia diam-diam mengatakan, “Nona Zhou, saya memberitahu Anda, Anda jangan mengatakan saya yang bilang.

    Tadi dokter wanita penjara yang membawa ibumu ke rumah sakit, menunggu sampai polisi sudah pergi, lalu menjelaskan sedikit penyakit ibumu kepada saya dan doker Wang. Polisi menganiayanya dengan gunting, batang besi, anestesi, berbagai cara kejam memaksanya membuka mulut untuk memasukkan cairan, tetapi ibumu menolak, setelah melalui beberapa jam, mulut juga sudah koyak berdarah dan gigi juga runtuh, tetapi masih tidak mau membuka mulutnya. Dokter wanita tersebut menyaksikan seluruh perbuatan mereka, tetapi dia tidak berdaya melakukan apapun.

    Terakhir mereka berhasil membuka mulut ibumu dan memasukan selang kedalam kerongkongannya sehingga menyebabkan gangguan pada paru-parunya. Zhou melihat dia ketika berbicara, seolah berusaha untuk tidak menangis, mungkin itu adalah simpati.

    Zhou sangat marah kepada polisi kejam, dan sedih melihat ibunya. Sebuah keluarga yang baik-baik, karena perintah dari komunis menganiaya orang yang tak bersalah, fitnahan yang direkayasa, menangkap orang, oh sangat menyedihkan…… apakah ibu bisa melewati hal tersebut…… kapan peristiwa kejam ini akan berhenti? Mengapa orang baik selalu ditindas? Hari-hari seperti ini, bagaimana orang dapat melewatinya?

    Zhou mendesah dan menggosok pelipisnya, kembali ke kamar ibunya. Tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang mengejutkan. Di meja samping tempat tidur ibunya dia melihat sebuah buket besar bunga lili putih. Sembilan kuntum. Mungkinkah itu bunga yang tadi dirangkainya? Di bayangan Zhou muncul pelanggan wanita yang tadi datang ke toko. Sebuah kartu menggantung di buket bunga tersebut. Zhou mendekat dan membaca, di atas ada tulisan tangan yang sepertinya akrab: “Lili bermekaran, murni dan mulia bagaikan hati Anda, musim dingin berlalu disambut dengan musim semi, bunga bermekaran di mana-mana …”

    Zhou merasa hatinya sangat hangat, cepat berlari untuk dan bertanya kepada perawat tadi. Perawat melihat tidak ada seorang pun di sekitarnya, dengan hati-hati berbisik: “Itu adalah pasti dari dokter wanita tersebut. Akhirnya  Zhou mengerti, pelanggan yang tadi datang ke toko adalah dokter wanita dari rumah sakit penjara.

    Dia melangkah perlahan kembali ke tempat tidur ibunya, duduk, membelai rambut pendek ibunya, merasa senang dan sedih.

    Dalam keadaan senyap, seakan membeku dalam ruang dan waktu. Zhou hanya diam-diam mengamati wajah sang ibu. Tiba-tiba, ibunya membuka matanya, padangan matanya penuh cinta dan senyum, rupanya dia menemukan wajah ibunya bercahaya, terlihat begitu suci dan indah.

    Ia berbisik, “ Ibu, setelah ibu sudah sehat kembali, kita akan pulang ke rumah, saya akan berusaha agar ibu mendapatkan keadilan, praktisi Falun Gong tidak bersalah, partai komunis sudah seharusnya menghentikan penganiayaan ini.” (minghui school)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Katakan dengan Bunga

    Katakan dengan Bunga

    Pernahkah anda mendengar tentang bahasa yang melibatkan bunga? Ya, itulah yang dimaksud dengan floriografi.

    Telah digunakan selama beberapa dekade untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaan menggunakan berbagai jenis bunga.

    Di banyak tempat, orang menggunakan bunga sebagai hadiah atau untuk menyampaikan keinginan yang tulus kepada teman, kerabat dan bahkan rekan kerja.

    Namun, tahukah anda? ada bunga dan warna bunga tertentu untuk mengekspresikan emosi dan perasaan tertentu. Sebaiknya, bila anda sebagai pihak pengirim, jangan sampai salah pilih.

    Apa itu floriografi?

    Floriografi, bahasa bunga, dikembangkan sebagai bentuk komunikasi yang sopan, atau etiket yang tepat bagi seseorang untuk mengekspresikan emosi mereka dengan orang lain. Ini terutama berlaku untuk perasaan cinta, simpati, penyesalan dan penghargaan, emosi kuat yang dapat dianggap tidak nyaman untuk diucapkan dengan kata-kata

    Beberapa bentuk floriografi telah dipraktekkan dalam budaya tradisional diseluruh Eropa, Asia dan Afrika. William Shakespeare dianggap memberi makna simbolis dari bunga dalam budaya Barat, terutama di Hamlet, Pangeran Denmark. Demikian pula, di Henry VI, bangsawan Inggris memilih mawar merah atau putih untuk melambangkan kesetiaan mereka kepada Houses of Lancaster atau York.

    Selama era Victoria, beberapa kamus bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. (Gambar: dari Domain Publik)
     

    Era Victoria

    Namun, minat floriografi melonjak di Inggris pada era Victoria dan di Amerika Serikat selama abad ke-19, ketika seni melukis bunga menjadi populer. Ketertarikan era Victoria dalam bahasa bunga berakar pada Turki Utsmaniyah, khususnya istana di Konstantinopel, dan obsesi pada tulip selama paruh pertama abad ke-18.

    Penggunaan bunga di zaman Victoria sebagai sarana komunikasi rahasia berkembang seiring dengan meningkatnya minat pada ilmu tumbuh-tumbuhan (botani). Selama era Victoria, beberapa kamus bahasa bunga diterbitkan untuk menjelaskan bahasa rahasia floriografi. 

    Bahasa Bunga

    Apakah anda ingin tahu jenis bunga apa yang paling banyak digunakan dalam floriografi dan warna apa yang menyampaikan perasaan tertentu? Rinciannya tercantum dibawah ini:

    • Merah
      Bunga merah, terutama mawar merah, digunakan untuk menyampaikan cinta yang mendalam. Mawar merah hampir selalu menjadi simbol perasaan romantis. Ada berbagai warna merah, tetapi mawar merah tua dan tulip dianggap paling cocok untuk mengekspresikan cinta yang tulus kepada pria atau wanita.
    • Putih
      Bunga berwarna putih, termasuk mawar dan bunga lili, digunakan untuk menyampaikan kemurnian dan ketulusan hati. Mawar putih diberikan sebagai tanda persahabatan murni. 
    • Pink
      Bunga berwarna merah muda, digunakan untuk mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih. Itu juga mencerminkan keanggunan.
    • Kuning
      Mawar kuning digunakan untuk mengekspresikan persahabatan murni. Bunga matahari digunakan untuk mengekspresikan kesetiaan dan kekaguman.
    • Anggrek
      untuk mengungkapkan belasungkawa anda kepada seorang teman yang berduka. Itu melambangkan kekuatan batin.
    • Bakung (Daffodils) Bakung mekar diakhir musim dingin dan diawal musim semi. Jadi mengirim bunga bakung masuk akal ketika anda ingin mengucapkan awal yang baru kepada seseorang dalam hidupnya.
    Bunga memiliki arti dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia (Kredit: @Pixabay)

    Bunga Masa Kini

    Sementara era Victoria memberi jalan kepada makna bunga “resmi” yang ditulis dalam kamus Floriografi modern, bunga memiliki makna dan simbolisme yang berbeda diseluruh dunia. Alasan universal kita memberi bunga adalah untuk berkomunikasi dan memajukan hubungan kita satu sama lain.

    Bunga digunakan dalam acara-acara seperti ulang tahun, pernikahan dan hari jadi. Bunga juga digunakan dalam pemakaman. Bunga diberikan kepada penerima dengan berbagai cara.

    Misalnya, untuk mengungkapkan perasaan hati, sekuntum bunga mawar dapat diberikan, dan ucapan selamat atas pencapaian seseorang dapat diberikan dengan sebuah karangan bunga. (nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Simbol Bunga dan Buah dalam Seni Tiongkok

    Simbol Bunga dan Buah dalam Seni Tiongkok

    Seni Tiongkok kaya akan lukisan alam. Di kebanyakan kasus, setiap bunga, tanaman, atau buah yang terlukis dalam sebuah karya seni akan memiliki makna sebagaimana ditentukan oleh simbol tradisional yang melekat padanya. Mengetahui apa arti simbolisme dapat menjadi pintu untuk memahami arti sebenarnya dari suatu karya seni. Misalnya, bunga yang berwarna merah biasanya mewakili kehidupan.

    Aprikot

    “Aprikot mewakili keanggunan wanita, mungkin karena memiliki biji besar berbentuk bulat telur seperti mata kecantikan Oriental. Aprikot merah melambangkan seorang wanita berselingkuh. Menurut China Sage terkadang aprikot dilukis bersama dengan lukisan wanita Kerajaan, untuk mengekspresikan harapan untuk tetap tabah dalam kesedihan, ”menurut China Sage.

    Dalam kalender Tiongkok tradisional, aprikot mewakili bulan kedua karena ini adalah saat mereka berbunga. Tiap bagian dari pohon aprikot digunakan dalam pengobatan Tiongkok. Lahan aprikot melambangkan keinginan untuk sukses, khususnya dalam ujian. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa perayaan di zaman kuno biasanya terjadi di hutan aprikot.

    Anggrek

    Anggrek. (Photo by Maira Salazar on Unsplash)

    Anggrek mewakili kemuliaan dan pengejaran ilmu. Bunga-bunga ini biasanya dikaitkan dengan filsuf Konfusius, yang menyamakan anggrek dengan pria terhormat. Dalam festival keagamaan dan pernikahan, orang Tionghoa biasanya menggunakan anggrek sebagai dekorasi. Dalam beberapa karya seni, anggrek dapat melambangkan pasangan yang sudah menikah. Mereka juga dikaitkan dengan keberuntungan dan kekayaan. Jika ditempatkan dalam vas, anggrek melambangkan kesatuan.

    Lotus

    Simbol bunga lotus terkait dengan aliran Buddha. Lotus adalah tanaman yang tumbuh di lumpur namun menghasilkan bunga yang indah dan murni. Dengan demikian, lotus melambangkan transformasi akan sesuatu dari alam yang rendah dan tidak murni ke tingkat yang lebih tinggi. Lotus juga melambangkan musim panas dan keberhasilan. Bunga ini mewakili kemurnian ucapan, pikiran, dan tubuh.

    “Lotus adalah salah satu dari Delapan Simbol Keberuntungan. Berbagai warna lotus secara simbolis digunakan untuk mewakili aspek kesempurnaan. Ada empat warna, yaitu merah muda, biru, merah, dan putih. Merah melambangkan kemurnian hati, ketulusan, belas kasih, hasrat, cinta, dan sifat unggul lainnya. Putih melambangkan kesempurnaan spiritual dan kemurnian mental. Merah muda mewakili Sang Buddha dan merupakan lotus tertinggi. Biru berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan kemenangan atas pikiran sehat ” menurut The Crabby Nook.

    Kubis

    Orang Tionghoa sudah sejak lama memandang kubis sebagai tanda kekayaan. Simbol ini muncul akan fakta bahwa inti kol berwarna putih dan murni dan karenanya mewakili sifat asli seseorang. Salah satu patung giok yang paling terkenal adalah “Kubis Giok,” yang pada dasarnya adalah sepotong batu giok yang diukir membentuk kubis dengan serangga.

    Bunga Krisan

    Krisan adalah simbol pengunduran diri yang damai dan penuh sukacita. Jika bunga ini dilukis bersama dengan pinus, maka itu mewakili keinginan akan umur panjang. Setangkai krisan bersama dengan sembilan burung puyuh, adalah simbol kedamaian di rumah hingga sembilan generasi. Karena krisan dapat bertahan di cuaca beku, mereka juga melambangkan sikap tabah ketika dihadapkan pada kondisi buruk dan kekecewaan.

    “Krisan putih mewakili bangsawan dan keanggunan. Mereka juga dianggap menarik keberuntungan dan mewakili kehidupan yang tentram. Mereka sering digunakan untuk persembahan di altar … dan juga merupakan hadiah yang disukai untuk orang tua karena mewakili kekuatan hidup” menurut Flower Meaning.

    Peony


    Peony. (Photo by Julia Androshchuk on Unsplash)

    Peony melambangkan musim semi dan merupakan bunga nasional Tiongkok yang tidak resmi. Dikenal sebagai ratu bunga, peony mewakili feminitas dan reproduksi. Peony putih adalah simbol gadis yang jenaka, muda, dan cantik. (visiontimes/eva)