Saya pernah membaca dua buah kisah yang hingga sekarang masih teringat jelas, berikut kisahnya:
Kisah pertama, suatu hari Kaisar Yao turun ke desa untuk mengadakan perjalanan inspeksi, kebetulan berjumpa dengan dua anak muda yang sedang digiring oleh petugas.
Melihat hal tersebut, Kaisar Yao segera menghampiri dua anak muda itu dan bertanya, “Kalian telah melakukan kesalahan apa? Dan mengapa kalian melakukan kesalahan itu?”
Dua anak muda tersebut berkata, “Karena musim kemarau panjang, kami sudah tidak ada bahan makanan lagi, orang tua kami di rumah juga tidak ada makanan, oleh sebab itu kami terpaksa mencuri makanan milik orang lain.”
Selesai mendengarkan, Kaisar Yao segera berkata kepada petugas, “Kalian lepaskan dua tawanan ini dan tangkaplah saya.”
Petugas yang mendengarkan perkataan Kaisar Yao, menjadi tercengang, mana boleh menangkap dan memenjarakan seorang kaisar? Kaisar Yao lalu berkata, “Saya telah melanggar dua kesalahan besar, mereka sebenarnya tidak bersalah. Kesalahan saya yang pertama adalah tidak menanamkan moral rakyat dengan baik, sehingga mereka mencuri milik orang lain. Kesalahan saya yang kedua adalah, saya kurang mengurus irigasi sehingga dalam musim kemarau amat panjang dan tidak turun hujan ini, sawah petani kekurangan air. Dua hal ini adalah kesalahan yang saya lakukan.”
Mawas diri yang tulus keluar dari lubuk hati Kaisar Yao ini, telah mengharukan langit dan bumi, maka saat itu juga hujan segera turun.
Kisah kedua, ada seorang guru yang baru mengajar. Setelah membaca peraturan tata tertib murid, dia berpikir bisa menggunakannya untuk memberi pelajaran kepada murid-muridnya. Mulai saat itu, dia bertindak bak seorang satpam. Begitu melihat murid tidak mengikuti peraturan, dia segera memberi teguran dan kritikan, seperti “Kelas ini begitu kotor, apakah anak-anak piket sudah melakukan tugasnya?” “Mengapa mejamu tidak diatur dengan rapi? Semua benda mempunyai letak yang sudah ditentukan, sembarangan menaruh akan menyebabkan kacau dan nampak kotor.”
Setelah berjalan satu bulan lebih, dia merasa bahwa melakukan pembenahan tersebut sangat sulit dan capai, karena tidak menghasilkan apa-apa.
Lalu ada guru lain yang mengatakan padanya, sebagai seorang guru yang terpenting bukan menggunakan perintah untuk memaksa murid-muridnya melakukan dengan baik, melainkan diri kita sendiri lebih dulu yang bisa melakukan, harus menjadikan diri sendiri sebagai teladan.
Setelah mendengarkan nasihat orang tersebut, dia mulai mengubah cara mengajarnya. Dalam setiap hal, dia akan menuntut dirinya untuk melakukan sendiri. Suatu hari ketika dia sedang merapikan dan mengelap meja, dia melihat ada dua tiga muridnya turut merapikan meja, kemudian seluruh kelas ikut bersama membersihkan meja masing-masing. Pernah juga ketika giliran jam pelajarannya, dan saat ia masuk ke kelas, menemukan lantai kelas yang penuh guntingan kertas bekas pelajaran prakarya di jam sebelumnya, tanpa berkata apa-apa ia mengambil sapu, dan belum sempat menggerakan sapu, ada anak murid yang maju kedepan, menawarkan diri untuk menyapu kelas.
Dalam hati, ia merasa sangat terharu dan benar-benar merasakan kekuatan memberi teladan dengan mempraktekkan sendiri, sangat besar sekali.
Setelah membaca dua kisah tersebut di atas, membuat hati saya sungguh tersentuh. Kebanyakan ketika kita sedang mengajarkan sesuatu kepada anak, murid atau bawahan, kita selalu menggunakan “kata-kata” untuk membicarakan, jarang sekali menggunakan tindakan, untuk menjelaskan mana yang benar dan salah kepada orang lain. Jika hanya menggunakan kata-kata, mudah sekali membuat orang lain tidak bisa mematuhinya.
Sebagai seorang guru atau pemimpin, hendaknya bisa selalu mawas diri, segala sesuatu ditangani sendiri, menjadikan teladan bagi orang lain. Dapat dipastikan bisa membuat orang lain merasa sangat yakin, kesalahan dan kekurangan yang tidak baik akan segera mendapatkan koreksi dan perbaikan.
Maka, lebih baik memberikan teladan dengan melakukan sendiri daripada hanya menjelaskan dengan kata-kata. (epochtimes/lin)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

