Tag: bytedance

  • Beijing Melunak Setelah Panggilan Telepon Xi-Trump

    Beijing Melunak Setelah Panggilan Telepon Xi-Trump

    Setelah panggilan telepon dengan pemimpin rezim China, Xi Jinping, Presiden Trump berkata ia akan bertemu langsung dengan Xi di KTT Apec di Korea Selatan. Namun China tidak mengonfirmasi apapun. Meskipun tidak ada kesepakatan yang dihasilkan dari pembicaraan itu, nada Beijing tampaknya melunak. Berikut selengkapnya.

    Presiden Trump berbicara melalui telepon dengan pemimpin rezim China, Xi Jinping, pada Jumat pagi. Sekitar pukul 11 waktu setempat, Trump menulis di media sosial bahwa percakapan tersebut “sangat produktif”. Ia berkata ada kemajuan dalam pembicaraan dagang, fentanil, perang di Ukraina dan kesepakatan TikTok. Dalam postingannya, Trump menyebut dua kali bahwa China telah menyetujui kesepakatan TikTok. Pernyataan resmi Beijing tidak mengonfirmasi hal itu, tetapi mengisyaratkan nada yang lebih lunak.

    Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mereka menghormati keinginan para pelaku bisnis dan menyambut negosiasi bisnis yang baik. Perusahaan induk TikTok, ByteDance, berterima kasih pada kedua pemimpin dan berjanji mematuhi hukum AS agar aplikasi tetap tersedia.

    China juga memuji perundingan baru-baru ini sebagai mencerminkan kesetaraan, rasa hormat, dan timbal balik. Ini kontras dengan tuduhan Beijing yang biasa tentang unilateralisme dan hegemoni AS.

    Secara mengejutkan Beijing juga menyatakan terima kasih pada AS atas dukungannya selama Perang Dunia Kedua. Langkah ini menggemakan unggahan terbaru Trump yang menandai parade militer China awal bulan ini.

    Perlu dicatat bahwa pemerintah China yang bersekutu dengan AS selama perang dipimpin oleh Kuomintang, salah satu partai politik Taiwan saat ini, dan bukanlah Partai Komunis China.

    Meskipun perjanjian perdagangan antara AS dan China masih belum selesai, AS dan Taiwan justru mencapai kesepakatan besar. Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengumumkan di hari yang sama bahwa Taiwan akan membeli produk pertanian Amerika senilai 10 miliar dolar AS, termasuk kedelai, selama empat tahun ke depan.

    Ini terjadi ketika China terus menggunakan pertanian sebagai cara menekan Washington dalam perang dagang. Hingga pekan lalu, China belum memesan satu kargo kedelai pun untuk musim perdagangan baru.

  • Trump: Kesepakatan Telah Dicapai Tentang TikTok

    Trump: Kesepakatan Telah Dicapai Tentang TikTok

    Presiden Trump mengatakan AS dan China  telah mencapai kesepakatan tentang TikTok. Namun, isu-isu kunci seperti apakah algoritmanya akan ditransfer dan apakah China akan mempertahankan sebagian kepemilikannya, masih belum jelas.

    Nasib TikTok terkatung-katung sejak tahun lalu. AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan aplikasi tersebut melepaskan diri dari pemiliknya yang berasal dari China atau akan menghadapi larangan. Presiden Trump sendiri telah memperpanjang batas waktu hingga empat kali.

    Dalam pembicaraan dagang antara AS-China di Madrid, kerangka kerja tentang TikTok telah disepakati, dimana Trump dan pemimpin China Xi Jinping diperkirakan akan menyelesaikannya pada hari Jumat. Namun masih terdapat rintangan seputar kesepakatan, salah satunya adalah apakah Kongres yang dikuasai Partai Republik akan menyetujui hal tersebut. Selain itu, belum jelas apakah China akan tetap memiliki saham di TikTok.

    Sementara itu, Presiden Trump telah menyebut bahwa Oracle merupakan salah satu calon terdepan yang akan mengambil alih aplikasi tersebut. Saham Oracle dilaporkan naik 5% pada hari Selasa.

    AS ingin melarang TikTok atas kekuatiran Beijing dapat menggunakannya untuk memata-matai warga Amerika. TikTok memiliki 170 juta pengguna Amerika.

    Trump telah berkata bahwa TikTok memiliki tempat di hatinya, dan aplikasi tersebut membantunya menjangkau para pemilih muda selama pemilu.

    Departemen Kehakiman menggugat TikTok dan perusahaan induknya di China tahun lalu. Departemen menuduh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua mereka.

    Pemerintah AS juga menuduh TikTok sengaja mengizinkan anak-anak membuat akun TikTok standar, bukannya akun anak-anak. Akibatnya, jutaan anak-anak Amerika di bawah usia 13 tahun menggunakan aplikasi tersebut untuk berinteraksi dengan pengguna dewasa dan mengakses konten dewasa. TikTok membantah melakukan kesalahan apa pun.

  • Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Negosiasi Dagang AS-China di Madrid: Bahas TikTok, Tanah Jarang dan Fentanil

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Madrid pada hari Senin. Para pejabat berkata poin negosiasi antara lain adalah mineral tanah jarang, fentanil, serta larangan TikTok.

    Presiden Trump berkata negosiasi perdagangan dengan China di Spanyol telah berjalan sangat baik dan akan segera berakhir. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan masalah Tiktok juga hampir selesai.  

    [Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

    “Rekan-rekan China kita telah datang dengan permintaan yang sangat agresif. Kita lihat saja apakah kita bisa mencapainya. Saat ini kita tidak rela mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial.”

    Presiden Trump menetapkan batas waktu 17 September bagi Bytedance untuk menjual platformnya kepada perusahaan Amerika. Trump direncanakan akan berbicara dengan pemimpin China Xi Jinping pada hari Jumat untuk menyelesaikannya, namun Bessent berkata meskipun kesepakatan TikTok tidak tercapai, hal itu tidak akan berpengaruh pada hubungan kedua negara.

    Selain TikTok, ada isu-isu lain yang belum terselesaikan, antara lain dukungan Beijing terhadap perang Rusia di Ukraina. Pekan lalu, Presiden Trump menulis surat pada sekutu NATO tentang pengenaan tarif hukuman terhadap China, sekutu nomor satu Rusia dalam perang tersebut.

    Ia berkata, “Saya siap menerapkan sanksi besar pada Rusia jika semua negara NATO telah sepakat…. dan ketika semua negara NATO berhenti membeli minyak dari Rusia.”

    “Juga, NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif 50% hingga 100% terhadap China.”

    “China punya kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman atas Rusia, dan tarif yang kuat ini akan mematahkan cengkeraman itu.”

    Dia mendesak anggota NATO untuk bersekutu dengan AS untuk menghentikan perang.

    Menurut Wall Street Journal, Xi mendesak Trump untuk mengunjungi China bulan Oktober. AS dilaporkan menginginkan pertemuan itu diadakan di Korea Selatan selama KTT Apex yang berlangsung akhir Oktober hingga awal November.

    AS juga terus menekan China untuk berhenti mempersenjatai kendalinya atas tanah jarang, dimana Beijing mengendalikan sekitar 70% produksi tanah jarang global.

  • Mentri Perdagangan A.S.: Kepemilikan TikTok Harus Beralih Ke A.S.

    Mentri Perdagangan A.S.: Kepemilikan TikTok Harus Beralih Ke A.S.

    Berikut perkembangan terbaru seputar polemik aplikasi TikTok milik China. Dalam wawancara dengan Fox News, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan bahwa Presiden Trump menginginkan kepemilikan Tiktok dialihkan ke AS.

    [Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS] :

    “Presiden adalah penyuka TikTok, beliau telah mengatakannya berulang kali, sebab..Anda tahu, itu aplikasi yang ramah untuk kaum muda. Namun, kita tidak bisa membiarkan data ponsel 100 juta warga AS dimiliki China. Itu bukan hal baik. Jadi, kepemilikannya harus dialihkan ke Amerika, ke teknologi Amerika, algoritma Amerika.”

    Minggu lalu, Lutnick memperingatkan bahwa TikTok harus berhenti beroperasi di AS jika China tidak setuju menjualnya. Bulan lalu, Presiden Trump memperpanjang batas waktu penjualan TikTok hingga 17 September.

  • TikTok Didenda $600 Juta Oleh Regulator Uni Eropa

    TikTok Didenda $600 Juta Oleh Regulator Uni Eropa

    Tik Tok didenda 600 juta dolar karena mengirim data pengguna Eropa ke China. Regulator privasi Uni Eropa berkata Tik Tok gagal menunjukkan bahwa data yang diakses oleh staf di China diberikan perlindungan ketat. Koresponden internasional NTD Malcolm Hudson melaporkan dari London.

    Regulator privasi Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar 600 juta dolar kepada Tik Tok atas kekhawatiran tentang perlindungan data pengguna, yang sebagian dapat diakses oleh staf di China. Regulator berkata Tik Tok gagal menunjukkan bahwa data pengguna Eropa diberikan perlindungan yang diwajibkan berdasarkan hukum Uni Eropa, dan tidak membahas potensi penggunaan data ini oleh rezim China.

    Komisioner perlindungan data Irlandia atau DPC, yang memimpin kasus tersebut, juga memerintahkan Tik Tok menangguhkan transfer data ke China jika pemrosesannya tidak mematuhi peraturan dalam waktu 6 bulan.

    Berdasarkan peraturan perlindungan data umum Uni Eropa, regulator dapat memberi denda hingga 4% dari pendapatan global. Tik Tok mengatakan berencana untuk mengajukan banding atas putusan itu. Mereka berkata telah menggunakan kerangka hukum Uni Eropa untuk memberi akses jarak jauh terbatas yang dikontrol ketat.

    Tik Tok, yang perusahaan induknya Bite Dance berkantor pusat di China, telah diawasi di Eropa dan Amerika Serikat atas penanganan informasi pribadi pengguna. Pejabat khawatir akan risiko keamanan atas data pengguna yang dikirim ke China. Bulan lalu, Presiden Trump mengatakan kesepakatan untuk menjual Tik Tok ke perusahaan non-China masih sangat mungkin terjadi. Malcolm Hudson, NTD News, London.