Tag: cuti

  • Berbakti: Kebaikan yang Dihargai Di atas Segalanya

    Berbakti: Kebaikan yang Dihargai Di atas Segalanya

    Dalam budaya tradisional Tiongkok, berbakti adalah: mencintai, menghormati, dan merawat orang tua adalah sikap baik yang dihargai di atas segalanya. Berikut ini adalah kisah zaman moderen tentang bagaimana anak-anak harus mempraktikkan kesalehan berbakti.

    Xiao Li berasal dari keluarga yang kurang mampu di desanya, tetapi orangtuanya banting tulang agar dia bisa kuliah. Setelah lulus, ia menjadi PNS dan membuat iri penduduk desa lainnya.

    Kemudian dia menetap di kota dan bertemu dengan seorang gadis, Ah Xiu yang juga berasal dari desa. Mereka menikah setelah berpacaran selama dua tahun. Suatu hari ayah Xiao Li datang ke kota untuk mengunjungi mereka dan dia memberi tahu Ah Xiu:

    “Ini musim tanam, Ayah butuh uang untuk membeli benih dan pupuk.”

    Begitu Xiao Li sampai di rumah, Ah Xiu membawanya ke kamar tidur dan berkata:

    “Ayahmu butuh uang untuk membeli benih dan pupuk, menurutmu 50 yuan cukup? Xiao Li yang telah memberikan semua gajinya kepada istrinya hampir bersuara, tetapi istrinya berkata, “Jika itu tidak cukup, ayah harus memikirkan cara lain, kebutuhan kita akan banyak sekali, karena saya lagi hamil.” Ah Xiu memberi ayah mertuanya 50 yuan dan memasakkan dia makan malam sederhana.

    Beberapa hari kemudian, ibu Ah Xiu datang berkunjung. Ah Xiu sangat bersemangat dan bertanya setelah dia masuk: “Bu, kamu butuh uang, kan?” Dia menyuruh ibunya menunggu sementara dia pergi ke pasar untuk membeli ikan, daging babi, dan telur untuk membuat makan malam spesial.

    Ibu Ah Xiu sangat senang dengan makan malam yang istimewa dan Ah Xiu memberi dia uang 500 yuan.

    Menjelang kelahiran anaknya, Ah Xiu bertanya kepada Xiao Li apakah dia menginginkan anak laki-laki atau perempuan, Xiao Li berkata: “Lebih baik memiliki anak perempuan.” Dia bertanya kepadanya: “Ada apa dengan memiliki anak laki-laki?” Xiao Li tidak mengatakan sepatah kata pun.

    Bulan ketika Ah Xiu akan melahirkan, dia kembali ke rumah ibunya untuk beristirahat. Saat dia pergi, Xiao Li berkata:

    “Jika kamu melahirkan seorang anak perempuan, beritahu saya segera dan saya akan ke sana secepat mungkin. Jika kamu melahirkan anak laki-laki, tidak usah beritahu saya dan berikan saja anak itu kepada orang lain.”

    Suatu hari tidak lama setelah ini, Xiao Li mengetahui dari ibu mertuanya bahwa istrinya melahirkan bayi perempuan. Xiao Li sangat bersemangat dan menemui bosnya untuk cuti. Dia kemudian membawa banyak perbekalan untuk persiapan kunjungannya bersama putri barunya dan keluarga istrinya. Begitu dia tiba di rumah mertuanya, dia meletakkan semuanya di meja dapur dan berjalan langsung ke kamar tidur.

    Ternyata istrinya melahirkan anak laki-laki, seketika Xiao Li berteriak: “Aku menyuruhmu memberitahuku ketika kamu melahirkan seorang anak perempuan, tapi ternyata anak ini laki-laki, kamu telah membohongi saya. Terserah, kamu dapat melakukan apa yang kamu inginkan dengan anak laki-laki ini.”

    Dia mengambil semua barang bawaannya dari dapur dan siap untuk pergi, namun ibu mertuanya memegang tangannya dan berkata, “Kamu tidak boleh pergi dari sini sebelum kamu memberi tahu kami mengapa kamu tidak menyukai putramu.”

    Xiao Li berkata:

    “Sejak saya lahir, orang tua saya menghabiskan semua tabungan mereka untuk membesarkan saya dan mengirim saya ke perguruan tinggi. Saya akhirnya lulus kuliah dan memiliki pekerjaan yang baik. Sejak saya menikah, kami sering mengunjungi orang tua saya dengan tidak membawa apa-apa, bahkan di hari ulang tahun mereka.

    “Belum lama ini ayah saya datang meminta uang untuk membeli benih dan pupuk, tetapi putrimu hanya memberinya 50 yuan. Tolong katakan kepada saya, apa yang bisa dibeli dengan uang 50 yuan? Ketika ayah saya meninggalkan rumah kami, dia meneteskan air mata dan berkata, ’Apa gunanya memiliki seorang putra?’ Hati saya berdarah mendengar kata-katanya.”

    “Maaf, saya tidak tahu putri saya begitu tidak sopan terhadap orang tuamu. Maafkan kami karena tidak membesarkannya dengan benar,” kata ibu Ah Xiu, yang sangat malu atas kelakuan putrinya.

    Ibu Ah Xiu kemudian berjalan ke kamarnya dan berteriak: “Turun dari tempat tidur itu dengan bayimu dan pergi dari sini, aku tidak ingin anak perempuan sepertimu.” Ah Xiu yang telah mendengar pembicaraan antara suami dan ibunya sangat menyesal dan memohon sambil berlinang air mata: “Maafkan aku bu, aku berjanji untuk berubah dan bersikap baik kepada mertuaku. Tolong izinkan saya tinggal di sini bersama bayiku selama sebulan. ”

    Xiao Li menyadari bahwa Ah Xiu mengerti bagaimana perasaannya dan masuk ke kamar dan berkata:

    “Bu, dia telah mengakui kesalahannya, saya akan memberinya kesempatan lagi.”

    Untuk semua anak di dunia, bersyukurlah karena orang tuamu masih hidup. Berbaik hatilah kepada mereka, beri mereka waktu anda, sokonglah mereka dalam kehidupan mereka.(nspirement)

    Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Berakhir Tahun Bersama Keluarga Di Rumah

    Berakhir Tahun Bersama Keluarga Di Rumah

    Akhir tahun!

    Tidak terasa kita telah tiba di penghujung tahun 2019. Momen pergantian tahun yang biasanya banyak ditunggu-tunggu. Bukan hanya acara tahun baru yang dirasa spesial, namun juga mulai bermunculan berbagai penawaran produk dan jasa dengan beragam diskon atau potongan harga besar-besaran.

    Bagi sebagian orang, masa akhir tahun ini juga dirasa sebagai waktu yang tepat untuk mengambil liburan bersama keluarga. Bagi mereka yang mengambil libur panjang, pasti persiapan sudah menjelang akhir, terutama bagi keluarga yang melakukan perjalanan bersama anak kecil. Pemilihan destinasi wisata yang cocok dengan usia anak, akomodasi yang kid-friendly, hingga transportasi yang menyediakan makanan untuk anak-anak atau batita, tentunya perlu pemikiran yang cermat namun tetap sesuai kantong.

    Namun bagi sebagian orang, mengambil libur panjang di akhir tahun hanya sebatas angan-angan. Banyak diantaranya yang harus mengejar target di akhir tahun, atau mungkin sudah tidak memiliki jatah cuti. Atau mungkin, justru hal yang muskil dilakukan, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor jasa, akomodasi, transportasi, yang justru semakin ramai di penghujung tahun. Atau pekerjaan di bidang medis yang harus tetap siaga meski di hari libur. Bagaimanapun juga ini adalah konsekuensi dari pekerjaan. Jangan berkecil hati, masih banyak kegiatan menyenangkan yang dapat dilakukan bersama keluarga meskipun tanpa berlibur panjang. Tentu saja, Anda harus memilih kegiatan dengan cermat agar anak tidak melulu bermain gawai selama masa liburan.

    Bagi Anda yang tidak memiliki rencana bepergian bersama keluarga, beberapa aktivitas –yang notabene non-gawai ini– mungkin dapat menjadi pertimbangan dilakukan bersama keluarga atau bahkan dengan teman dekat.

    • Playdate
    Ilustrasi (Image: Unsplash)

    Rencanakan waktu dan tempat berkumpul bersama teman dekat Anda yang sama-sama memiliki anak usia sebaya. Tidak perlu pergi ke tempat tertentu, undang mereka ke rumah. Atau jika sama-sama bersedia, bisa saling berkunjung. Tuan rumah tidak perlu menyediakan konsumsi yang berlebihan, bisa menggunakan konsep potluck party atau masing-masing keluarga membawa makanan atau minuman yang mereka handal membuatnya, jadi ibaratnya, hanya dengan menutup mata, makanan sudah siap. Kegiatan ini selain menyenangkan bagi anak-anak, juga menyenangkan bagi orang tuanya. Momen kedekatan bersama teman dan keluarganya.

    • Bermain

    Lakukan permainan bersama anak. Pikirkan konsep permainan yang sekaligus dapat mengedukasi. Misalnya, melakukan eksperimen. Anda dapat mencari berbagai eksperimen sederhana bersama anak dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah di situs-situs internet. Tentukan bersama anak eksperimen apa saja yang ingin dilakukan dan kapan melakukannya. Selain menumbuhkan keingintahuan anak, Anda juga menjalin kedekatan bersamanya.

    • Eksplorasi dalam rumah

    Pandanglah rumah Anda dengan sudut pandang yang lain. Jika Anda memiliki anak kecil, tanyakan padanya, bagaimana dia memandang ruang-ruang di dalam rumah. Lantas Anda tentukan satu ruang yang dapat dialihfungsikan sementara dan minta dia mengubahnya sesuai imajinasinya. Bantu dia “membangun” bentengnya, bila perlu. Sedangkan bagi anak yang lebih besar, Anda dapat mengubah tatanan rumah atau ruang dengan meminta pendapatnya lalu lakukan bersamanya.


    Olahraga merupakan salah satu alternatif menghabiskan waktu bersama keluarga. Pilihlah olahraga yang tepat untuk si kecil (Image: pixabay)
    • Olahraga

    Apakah selama ini Anda pernah berolahraga bersama keluarga? Jika belum, inilah saat yang tepat. Pilihlah olahraga yang dapat dilakukan bersama keluarga. Bagi anak yang lebih kecil, tentu akan lebih rumit, namun jika Anda dapat menemukan olahraga yang tepat dan sesuai dengan anak, dijamin mereka akan susah diajak berhenti. Tugas Anda adalah mencari jenis olahraga yang disukai dan dapat dilakukan oleh semua anggota keluarga.

    Ilustrasi (Image: freepik)
    • Menonton Film di Rumah

    Pilih satu film yang disepakati bersama, setiap hari selama masa liburan. Tentukan bersama kapan waktu yang tepat untuk menonton bersama. Setelah makan malam mungkin waktu yang paling cocok. Buatlah mini theater sederhana di rumah. Anda mungkin perlu menyediakan alat-alat seperti proyektor, layar, pengeras suara, serta alat pemutar keping film. Namun jika tidak ada, cukup dengan perangkat yang sudah ada, ditambah dengan camilan dan teh atau kopi hangat, tentunya lebih nikmat. Anda cukup menyingkirkan semua pekerjaan kantor dan luangkan waktu bersama anak.  

    Ilustrasi (Image: Unsplash)
    • Memasak Bersama

    Molly Birnbaum, pemimpin redaksi America’s Kitchen Kids dan editor The Complete Cookbook for Young Chefs dan The Complete Baking Book for Young Chefs menyampaikan bahwa dengan meminta anak ikut membantu di dapur dan memberikan tugas-tugas sederhana, seperti mencampur, mengaduk, menggulung atau memencet, telah memicu minat anak pada makanan beserta cara pembuatannya. Selain itu juga dapat memperluas selera dan cita rasa balita.

    Memang hal ini tidak mudah, karena memasak itu sendiri dapat membuat dapur berantakan bahkan tanpa bantuan si kecil.  melemparkan gula bubuk di mana-mana. Dan baik persiapan maupun pembersihannya membutuhkan kesabaran. Namun ini salah satu cara mengajarkan keterampilan seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi pada anak-anak.

    Terlepas dari semua aktivitas yang dilakukan di penghujung tahun, hal yang terpenting adalah melakukan instropeksi diri atas segala tindakan dan keputusan yang diambil, kilas balik di sepanjang tahun 2019, dan bagaimana mengambilnya sebagai pelajaran ke depan. Ini adalah momen yang tepat untuk menyongsong harapan dan semangat yang baru. (NTD Indonesia/ averiani)

    Lebih banyak artikel mengenai Keluarga, silahkan klik di sini.