Tag: dissident

  • Kantor Polisi China di New York: Melacak Pembangkang PKC di Luar China

    Kantor Polisi China di New York: Melacak Pembangkang PKC di Luar China

    Sidang seorang warga Amerika keturunan Tionghoa yang diduga mendirikan kantor polisi China di Manhattan kini hampir berakhir. Terdakwa ditangkap tiga tahun lalu atas tuduhan bertindak sebagai agen asing ilegal China.

    Sidang bagi terdakwa Lu Jianwang kini telah memasuki tahap akhir.  Ia dituduh menerima perintah dari pejabat Partai Komunis China untuk membuka kantor polisi China di New York. Tujuannya adalah untuk memverifikasi, memantau dan melacak para pembangkang China di AS.

    Lu Jianwang berimigrasi ke AS lebih dari 40 tahun yang lalu, hanya bisa sedikit bahasa Inggris dan menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam komunitas Tionghoa di New York.

    Dia telah lama menjadi pemimpin asosiasi kampung halamannya yang bernama Changle. Changle adalah tempat kantor polisi China didirikan.

    Lu tampaknya memiliki akses dan pengaruh besar saat berada di China, misalnya jaksa penuntut menunjuk hubungan baiknya dengan PKC bahkan sebelum kantor polisi didirikan.

    Beberapa foto di ponsel Lu menunjukkan dirinya menghadiri pertemuan politik PKC di China. Baru-baru ini, bukti yang dikumpulkan dari ponsel Lu menunjukkan dirinya menghadiri pertemuan peluncuran kantor polisi China  di luar negeri pada Februari 2022. Sebuah video menunjukkan dirinya berdiri di samping lima petugas polisi bersenjata.

    Ketika FBI menyadari aktivitas Lu dan menggeledah kantor polisi di Changle, Lu segera menghapus rekam panggilan dengan pengawasnya di China dan rekan konspirator lain. Agen FBI juga menemukan informasi kontak untuk 50 petugas Kementrian Keamanan Publik China atau MPS, lembaga yang menggabungkan fungsi penegakan hukum dan intelijen di China. Lembaga juga membantu rezim China menekan para pembangkang.

    Salah seorang petugas MPS bernama Liu Rongyan dituduh bertindak sebagai penghubung, menugaskan Lu untuk urusan terkait kantor polisi China dan membantu melacak para pembangkang.

    Namun sebelum itu pada tahun 2018, terdakwa mengirimkan foto-foto praktisi Falun Gong yang mengenakan kaos kuning, beberapa di antaranya tampak membagikan selebaran. Orang yang menerima foto-foto tersebut adalah kepala biro kepolisian China.

    Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya secara brutal oleh Partai Komunis China sejak 1999.

    Organisasi yang berbasis di Spanyol, Safeguard Defenders, pertama kali menerbitkan laporan mengenai kantor polisi China di luar negeri, menyebutnya sebagai bagian dari kampanye penindasan transnasional rezim. Laporan menyebutkan Falun Gong adalah salah satu kelompok yang ditargetkan PKC di luar China.

    Jika Lu dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, ia dapat menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun.

  • Pengkhianatan Pembangkang China: Aktivis Pro-Demokrasi Jadi Mata-mata Beijing

    Pengkhianatan Pembangkang China: Aktivis Pro-Demokrasi Jadi Mata-mata Beijing

    Seorang anggota lama komunitas pembangkang China di New York mengaku telah memata-matai sesama aktivis untuk Beijing. Yuanjun Tang mengaku bersalah pada hari Selasa karena bekerja sama dengan dinas intelijen China, sambil secara terbuka menampilkan dirinya sebagai kritikus Partai Komunis.

    Tang adalah peserta tetap dalam protes di luar konsulat Tiongkok di Manhattan, bahkan mendirikan kelompok pro-demokrasi di Queens, tetapi jaksa federal mengatakan di balik layar, ia mengumpulkan informasi tentang aktivis Tionghoa-Amerika, bahkan memotret para demonstran.

    Pihak berwenang yakin Tang bekerja sama dengan pejabat Tiongkok dengan harapan diizinkan mengunjungi keluarganya di kampung halaman.

    FBI menyebut tindakannya sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai Amerika dan cita-cita yang pernah diklaim Tang untuk diperjuangkan. Sebelumnya Tang pernah dipenjara 12 tahun di China atas perannya di demonstrasi Tiananmen, sebelum melarikan diri ke Taiwan, kemudian ke AS.

  • Tiga Warganegara Asing Dilarang Keluar China

    Tiga Warganegara Asing Dilarang Keluar China

    Dalam waktu kurang dari seminggu, tiga warga negara asing telah menjadi sasaran otoritas China. Dua warga negara Amerika dan satu warga negara Jepang kini menghadapi larangan keluar atau hukuman penjara.

    Jubir Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi hari Senin bahwa seorang karyawan Kantor Paten dan Merek Dagang AS dikenakan larangan keluar dari China. Karyawan tersebut berpergian atas nama pribadi. Laporan media menyebutkan ia berasal dari China dan telah menjadi warga negara Amerika secara yang dinaturalisasi.

    Menurut laporan tersebut, ia pergi ke China pada bulan April untuk mengunjungi keluarganya, namun setelah mendarat di kota Chengdu ia ditahan oleh otoritas China.

    Dalam pernyataan sebelumnya, Deplu AS memperingatkan bahwa larangan keluar sewenang-wenang China terhadap warga negara Amerika dapat merusak hubungan bilateral.

    Seorang eksekutif Wells Fargo berkewarganegaraan AS Chenyue Mao, juga dilarang keluar China. Pada hari Senin, seorang juru bicara China mengatakan bahwa langkah itu terkait dengan investigasi kriminal, tetapi para pejabat tidak memberikan detail apapun.

    Mao adalah seorang eksekutif senior Wells Fargo yang mengawasi pembiayaan perdagangan internasional. Ia baru-baru ini diangkat sebagai ketua Factors Chain International, sebuah jaringan pembiayaan perdagangan global.

    Dalam insiden serupa, China pekan lalu menjatuhkan hukuman tiga setengah tahun penjara kepada seorang eksekutif farmasi Jepang atas tuduhan spionase.

    Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak warga negara asing yang menjadi sasaran rezim China, seringkali tanpa alasan yang jelas dan proses hukum yang transparan. Dua tahun lalu, Beijing merevisi undang-undang anti-spionasenya, memberi otoritas wewenang yang lebih luas untuk mengejar siapa pun yang dianggap ancaman terhadap keamanan nasional. Undang-undang itu telah memicu kekhawatiran serius di kalangan bisnis asing, mendorong banyak orang untuk mempertimbangkan kembali bekerja di China.

  • Prancis Menutup 9 Kantor Polisi Rahasia PKC

    Prancis Menutup 9 Kantor Polisi Rahasia PKC

    Surat kabar Prancis baru-baru ini memuat laporan bahwa badan intelijen negara berhasil menemukan sembilan kantor polisi rahasia PKC di Prancis. Meski pihak berwenang menyatakan semua unit telah ditutup, agen-agen PKC diduga masih berkeliaran secara diam-diam. Tugas mereka utamanya mengusik para pembangkang dan memulangkan paksa anggota diaspora ke Tiongkok untuk menerima hukuman. Menurut Heritage Foundation, sebuah lembaga penelitian di Washington, Tiongkok memiliki lebih dari 100 kantor polisi di lebih dari 50 negara. Pada 2023, Lembaga HAM Safeguard Defenders menemukan bahwa setidaknya ada tujuh pos di AS, satu diantaranya telah ditutup FBI.