Tag: duka

  • Pernikahan Saat Perang: Romantis Di Tengah Kekacauan

    Pernikahan Saat Perang: Romantis Di Tengah Kekacauan

    Perang Dunia II adalah perang terbesar dan paling mematikan dalam sejarah, namun di tengah kekacauan, pasangan di seluruh dunia masih bisa saling jatuh cinta dan menemukan cara untuk merayakan hubungan mereka. Meskipun penjatahan makanan dan suasana tegang, lamaran dan pernikahan berjalan seperti biasa.

    Faktanya, jumlah pernikahan meningkat secara tiba-tiba, karena banyak pasangan yang ingin meresmikan hubungan mereka dalam menghadapi masa depan yang tidak pasti. Pada tahun 1942 saja, 1,8 juta pernikahan terjadi, dan dua pertiga dari pengantin pria adalah tentara yang baru terdaftar di militer.

    Selama perang, pemberitahuan wajib militer sering kali diberitau secara mendadak, sehingga hanya ada sedikit waktu untuk persiapan, jadi rencana pernikahan harus dibuat dengan cepat untuk mengakomodasi persiapan pengantin pria untuk kebaktian, atau pulang hanya dengan cuti singkat. Tidak ada Bahama atau kapal pesiar romantis untuk berbulan madu. Jika waktu memungkinkan mereka hanya berbulan madu di dekat rumah.

    Banyak pernikahan selama perang diselenggarakan dengan sangat sederhana dan tidak meriah. Bunga impor yang mewah sangat langka, jadi pengantin dan pelayan mereka dihias dengan bunga-bunga biasa yang ditemukan di sekitar lingkungan, seperti bunga lili, anyelir, dan krisan.

    Dalam hal kue, orang harus menemukan cara kreatif untuk mengganti bahan yang dijatah, termasuk gula, yang dijatah sampai September 1953. Kue bebas mentega yang menggunakan pala dan kayu manis sebagai penyedap menjadi populer. Untuk mendapatkan makanan dan minuman yang cukup untuk disajikan di resepsi, kupon jatah sering dikumpulkan. Jika itu tidak mungkin, beberapa pasangan hanya akan makan di restoran setelah upacara pernikahan mereka.

    Selama periode perang dan pasca perang, gaun biasanya berbentuk sederhana dengan sedikit rumbai, untuk menghemat kain. Pengantin pria akan sering mengenakan seragam militernya di foto pernikahan daripada menghabiskan uang ekstra untuk menyewa atau membuat setelan jas.

    Gaun pengantin berbahan sutra parasut juga menjadi tren saat perang dan berlanjut setelah perang usai. Parasut militer sering dibuat dari nilon atau sutra karena kekuatan seratnya. Para wanita akan menyimpan parasut yang menyelamatkan nyawa tunangan mereka sebagai kenang-kenangan dan menjadikannya gaun pengantin.

    Ini bukan hanya cara terbaik untuk mendaur ulang sumber daya yang langka tetapi juga cara untuk menghormati jasa pria. Seorang pria bahkan menghadiahkan parasutnya dalam lamarannya kepada pacarnya, karena itu bisa dipakai sebagai bahan untuk gaunnya.

    Bahkan cucu mantan Presiden AS Theodore Roosevelt, Theodora Roosevelt, mengikuti penghematan masa perang di pernikahannya. Di masa-masa biasa, itu mungkin merupakan pernikahan masyarakat yang penting, tetapi The New York Times melaporkan bahwa tidak ada pengiring di upacara pasangan itu dan itu hanya dimeriahkan oleh kerabat dekat. Alih-alih menggunakan gaun pengantin, ia hanya mengenakan “setelan faille cokelat, dan topi jerami dengan kerudung cokelat.”

    Meskipun kematian dan kehancuran selama Perang Dunia II, kehidupan terus berjalan, cinta bersemi, dan pasangan menikah. Meskipun upacara harus sederhana dan murah, mereka tetap menjadi kenangan berharga dari hari-hari paling bahagia. Hanya sedikit yang tidak setuju bahwa bagian terpenting dari sebuah pernikahan adalah orang-orangnya, bukan gaunnya atau bunganya.

    Ketika gaun pengantin terbuat dari parasut, itu menandai tekad manusia untuk memanfaatkan situasi yang buruk. Mereka yang dapat menjaga ketangguhan dan hati yang penuh kasih, dalam suka maupun duka, akan mampu bertahan melalui peperangan sampai puluhan tahun pernikahan.(visiontimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Masa Lalu dan Masa Depan

    Masa Lalu dan Masa Depan

    Suatu hari, seorang pemuda mendatangi seorang Guru. Dia berkata, “Guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan berat. Saya kesepian, menderita dan sangat kecewa dalam hidup saya.”

    Sang Guru mengajak anak muda ini untuk mengikuti langkahnya.

    Mereka berjalan sebentar dan tiba di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu ada sebuah perahu sampan kecil, sang Guru naik ke atas sampan tersebut.  Si Pemuda itu pun ikut naik ke atas sampan, dan mereka menyeberangi sungai tersebut. Ketika sampai di seberang, mereka berdua turun dari sampan ke tepian.

    Kata sang Guru: Kita sudah sampai, sekarang pikullah sampan ini, dan kita akan melanjutkan perjalanan kita.

    Pemuda itu kaget dan protes: “Sampan ini begitu berat, mana kuat saya memikulnya.”

    “Benar sekali katamu itu, ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan besar artinya bagi kita. Namun ketika sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban saja. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak, sampan ini hanya akan memberatkan langkah kita.”

    Begitu juga dengan kehidupan kita, ingatlah bahwa penyesalan, kegagalan, tangisan, air mata, semuanya sangat berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan. Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak melepaskan hal-hal tersebut, maka itu hanya akan menjadi beban langkah kita. Letakkanlah beban itu! Kehidupan akan menjadi lebih ringan.”

    Si Pemuda mengikuti perintah sang Guru, dan melanjutkan perjalanan.

    Beberapa jauh kemudian sang Guru menanyakan perasaan si Pemuda ini. Sang pemuda berkata: “Kini rasanya langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar bahwa kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana.”

    Ingatlah Nak, “Orang berhasil pasti pernah jatuh dan gagal dalam hidupnya, tetapi mereka tidak terus menerus membawa beban tersebut di pundaknya.”

    Masa lalu memang tak dapat dirubah, tapi masa depan masih dapat anda perbaiki, yuk, kita Move On dan ayunkan langkah baru. (epochtimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Hadapi Dengan Senyuman

    Hadapi Dengan Senyuman

    Mungkin hidup ini tidaklah mudah bagi kebanyakan orang, ada tantangan yang berasal dari pekerjaan, ada juga kerisauan yang datang dari keluarga, ada pula tekanan yang datang dari pelajaran. Orang dulu mengatakan, dalam kehidupan ini 80 – 90% tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan harapkan, perkataan tersebut jika ditelaah memang sangat tepat sekali.

    Dikarenakan target yang terlalu banyak dan terlampau jauh, terkadang kita merasa cukup memiliki kemampuan, kadang pula kesempatan yang kita jumpai kurang sempurna. Persoalan seperti ini terjadi setiap hari, membuat kita melewati hari-hari dengan sangat berat dan letih, membuat kekuatan fisik dan mental terkuras.

    Kemelut dalam hubungan antara manusia bisa timbul dengan sendirinya, perselisihan atau percekcokan datang sendiri tanpa diundang. Pepatah mengatakan, menjalin kasih itu mudah namun mengarungi hidup itu sulit. Konflik dan perselisihan itu tidak akan berkurang karena kalian adalah suami istri atau teman baik, apalagi ada sebagian orang yang dipandang saja sudah dapat membuat jengkel di hati.

    Tidak peduli bagaimanapun situasinya, mari kita hadapi dengan senyuman. 

    Kehidupan manusia bagaikan sebagian dari perjalanan hidup, selalu mengalami naik dan turun. Dengan melewati berbagai kesulitan saat naik ke atas bukit, kita baru bisa mengecap atau menikmati rasa kegembiraan ketika kita telah berada di puncak dan memandang dari puncak ketinggian. Hari-hari yang sulit dan menderita, tepat adalah kesempatan yang paling baik buat kita untuk bisa meningkat dalam pengasuhan diri.

    Walaupun kita semua bisa mengalami banyak sekali kekandasan dan kegagalan, dan seringkali harus menyembunyikan air mata dalam hati, tetapi yang patut dihargai dalam hidup ini adalah prosesnya. Masalah keberhasilan atau kegagalan itu tidak perlu terlalu dirisaukan. Dengan melewati kehidupan ini secara wajar dan bebas, maka terhadap bagaimana nantinya kehidupan ini, tidak akan memberi kita terlampau banyak penyesalan. Dengan berani menyongsong kehidupan, corak warna cemerlang dalam kehidupan ini dengan sendirinya akan membuat Anda terpesona.

    Walaupun ada orang yang memukul atau mencaci Anda dengan kata-kata kasar, membuat Anda merasa disalahkan dan disakiti, tetapi bila kita mau menyadari sesungguhnya semuanya itu tentu bukan tanpa sebab. Pertemuan itu ada karena memiliki jodoh pertemuan, semuanya adalah pengaturan dari Sang Penguasa Alam. Mengalah dan berlapang dada sebenarnya bukanlah lemah, mengalami sedikit kerugian sebenarnya juga bukan sesederhana apa yang terlihat di permukaan.   

    Kehidupan ini panjang tidak terbatas, mungkin kita pernah mengikat jodoh kebaikan, mungkin juga pernah berhutang kejahatan. Bagi yang pernah berhutang, tentu akan diatur supaya Anda membayarnya. Konflik dan perselisihan datang silih berganti, bagaikan tidak akan selesai jika tidak mendapatkan keadilan, siapa yang tahu di belakang semuanya ini ada seluk-beluk yang tersembunyi?

    Menahan untuk membayar pada saat itu akan membuat simpul dendam dari suatu kehidupan sirna bagaikan asap dan awan. Jika kejahatan dibayar pula dengan kejahatan, di kemudian hari Anda hanya akan bisa mempersalahkan diri sendiri. Berlapang dada dan bermurah hati, menghadapi segala sesuatu dengan jujur dan tulus, menguraikan segala budi dan dendam dengan kebaikan, maka hidup Anda baru bisa benar-benar bebas dan santai.

    Orang yang cerdik mengarungi hidup, selalu akan menghadapi segala sesuatu dengan senyuman. Senyuman itu bagai sinar mentari, yang akan menyingkap berlapis-lapis kabut dalam kehidupan. Tak peduli itu adalah awan mendung yang gelap, atau keadaan putus asa di malam panjang, semuanya ini akan membuat orang dapat melihat kehangatan dari sebuah harapan.

    Senyuman itu bagai hujan dan embun, membasahi jiwa hati yang layu dan terluka, sekali lagi memancarkan corak keremajaan. Senyuman itu bagai pedang dan tombak yang tajam dan kuat, membuat kaum lemah walaupun menghadapi kekerasan yang jahat, dengan kegagahan juga akan bisa membangkitkan rasa hormat.

    Senyuman yang demikian itu datang dari jiwa yang baik dan indah, bersumber dari kecerdasan dalam kehidupan ini. Senyuman yang demikian itu datang dari keberanian untuk menghadapi, bersumber dari hati yang luas dan lapang. Senyuman yang demikian itu lebih-lebih datang dari adanya pemahaman diri tentang makna dari kehidupan, mengerti hakekat sebenarnya dari hidup ini.

    Senyuman bersumber dari hati, memancar keluar dari lubuk hati kita yang terdalam, oleh karena itu dia bisa menerobos keluar dari kabut dan awan, mengikis habis segala kelabu dan kegelapan, menyertai kita sepanjang perjalanan hidup.  (epochtimes/lin)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • PODCAST Kakek Tua dan Perahu Berharganya

    PODCAST Kakek Tua dan Perahu Berharganya

    Ada seorang Kakek tua yang memiliki sebuah perahu besar yang sangat mahal. Karena itu merupakan harta termahal yang dimilikinya, si Kakek sangat bangga pada perahu itu. 

    PODCAST

    Suatu hari, tiba-tiba hujan besar turun disertai angin badai. Kakek tua yang ingat bahwa perahunya itu hanya ditambatkan di dermaga dengan seutas tali tipis, buru-buru pergi melihatnya. 

    Namun sayang sekali, perahu itu ternyata sudah dihantam ombak dan badai, sehingga talinya putus. Kakek tua duduk menangis melihat perahunya yang mahal perlahan menghilang ditelan ombak. 

    Sesampainya di rumah, putra tertuanya kaget melihat wajah Ayahnya yang murung, lalu bertanya: 

    “Ayah, apa yang terjadi? Mengapa Ayah menangis?” 

    Kakek menceritakan perihal perahunya yang hilang ditelan ombak badai. 

    Namun putra pertamanya itu hanya tertawa, lalu berkata:

    “Wah, Ayah beruntung! Ayah tahu tidak, kemarin sebenarnya perahu itu sudah terjual! Orang itu melihat perahu Ayah, dan langsung menawar dengan harga tinggi. Karena hanya saya dan adik yang ada di dermaga, jadi kami terima saja tawarannya. Saya tahu Ayah pasti tidak akan menolak, karena jumlah uang yang dia tawarkan sangat besar! Jadi, perahu itu sudah bukan milik kita lagi Yah!”

    Si Kakek terkejut mendengar perkataan putranya. Namun, menyadari bahwa perahu yang ditelan ombak itu bukan lagi miliknya, hatinya lega dan ia berhenti menangis. 

    Namun tiba-tiba putra kedua si Kakek datang, dan ia berkata dengan cemas:

    “Kak…. orang kemarin kan… baru membayar uang mukanya saja. Kalau sekarang perahu itu hilang… mustahil rasanya dia mau melunasi sisa pembayarannya! Malah, mungkin kita akan disuruh mengembalikan uang muka yang sudah dibayarkan!” 

    Setelah mendengar hal ini, si Kakek tua kembali menangis meratap. 

    Akhirnya, putra kedua berinisiatif menelepon si pembeli dan menjelaskan duduk permasalahannya. Ternyata, si pembeli adalah orang kaya yang sangat ramah. Ia merasa kasihan pada si Kakek tua. Ia berkata, ia akan tetap membayar lunas sisa harga kapal telah ia janjikan untuk beli tempo hari. 

    Setelah mendengarnya, mereka semua merasa lega, dan si Kakek tua juga berhenti menangis.

    Ini adalah sifat manusia yang rumit. Hanya dengan sekejap mata, manusia dengan cepat berubah dari bahagia, ke khawatir, ke sedih, dan kembali lagi ke bahagia. Dengan menyadari bahwa dalam hidup ini kita pasti akan mengalami kehilangan dan perolehan, dan bahwa semua hal di dunia ini adalah tidak abadi, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • Rahasia Umur Panjang: Hindari 5 Kebiasaan Ini

    Rahasia Umur Panjang: Hindari 5 Kebiasaan Ini

    Gaya hidup membawa dampak bagi kesehatan seseorang. Sementara kita memilih kebiasaan hidup sehat, namun ada beberapa kebiasaan buruk berikut mungkin terlewatkan dan bisa Anda hindari.

    • Begadang
      Begadang dapat mengganggu ritme tubuh. Ilmu kedokteran modern mendefinisikan begadang sebagai pola tidur yang tidak teratur atau kurang tidur. Begadang tidak sekedar menyebabkan kantung mata atau efek penuaan jangka pendek, namun juga mengganggu jam biologis tubuh yang mengakibatkan terganggunya sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap segala macam penyakit serta rentan terinfeksi bakteri patogen.
    Begadang dapat mengganggu ritme tubuh. (Image via pixabay )
    • Duduk terlalu lama

    Duduk terlalu lama dapat menyebabkan otot mengendur, nyeri punggung, dan pembengkakan di tubuh bagian bawah. Kemungkinan timbulnya osteoartritis pada leher dan wasir menjadi relatif lebih tinggi. Duduk juga dapat menyebabkan penurunan pasokan darah ke otak, yang dapat mengakibatkan Lelah tubuh, penurunan daya ingat, dan terganggunya perhatian.

    • Minum dan makan terlalu berlebihan

    Jadwal makan yang tidak teratur atau makan dan minum yang berlebihan terutama makanan berminyak atau pedas juga dapat membahayakan perut dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

    Cobalah makan teratur dan hindari makanan berlemak yang berlebihan. (Image: Unsplash)
    • Merokok dan mengonsumsi alkohol

    Alkohol dan tembakau, keduanya tidak memiliki manfaat apa pun kecuali merusak tubuh. Baik nikotin dan alkohol hanya mengakibatkan kesehatan seseorang memburuk dan bahkan mempersingkat usia.

    • Mudah marah

    Banyak orang mengabaikan dampak emosi negatif, yang pada kenyataannya, dapat menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan. Ilmu kedokteran tradisional Tiongkok menganggap kemarahan sebagai akar suatu penyakit. Terkadang luapan emosi tidak berdampak besar, namun saat frekuensinya meningkat, kesehatan bahkan nyawa seseorang bisa terancam. Kemarahan memicu perubahan besar secara biologis yang dapat memengaruhi semua bagian tubuh. Menurut data oleh Universitas Harvard, kemarahan menimbulkan bahaya besar bagi jantung karena risiko infark miokard atau sindrom koroner akut meningkat 4,74 kali. (visiontimes/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI