Tag: epic fury

  • Menteri Perang AS: “Hari Paling Intens dalam Perang Iran”

    Menteri Perang AS: “Hari Paling Intens dalam Perang Iran”

    Serangan udara AS ke Iran akan mencapai tingkat paling intens. Menteri Perang AS Pete Hegseth menyampaikan pernyataan itu pada konferensi pers Selasa pagi bersama Jendral Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan.

    [Pete Hegseth, Menteri Perang AS]:

    “Iran sendirian dan mereka sangat kewalahan. Pada hari ke-10 Operasi Epic Fury kita akan menang dengan fokus luar biasa pada tujuan kita. Hari ini akan menjadi hari serangan paling intens kita di dalam Iran. Pesawat tempur terbanyak, pesawat pembom terbanyak, serangan terbanyak, intelijen lebih canggih dan lebih baik dari sebelumnya. Di sisi lain, dalam 24 jam terakhir terlihat Iran menembakkan jumlah rudal terendah yang mampu mereka tembakkan hingga saat ini.”

    Hegseth menambahkan bahwa ia ingin rakyat Amerika memahami bahwa pemerintahan Trump tidak akan membiarkan apa yang ia sebut sebagai perluasan misi. Ia berkata Presiden Trump telah menetapkan misi yang sangat spesifik untuk dicapai, dan bahwa operasi berfokus pada tiga tujuan utama: menghancurkan persediaan rudal dan sistem peluncuran Iran, menghilangkan kemampuan angkatan lautnya, serta mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir.

    Sementara, Jenderal Dan Caine berkata AS sedang menyerang kapal-kapal penebar ranjau Iran, menyerang lebih dari 5000 target di sepanjang sayap selatan Iran. Menurut Caine, Iran masih berjuang tetapi serangan rudalnya telah menurun sekitar 90%, sementara serangan pesawat tak berawaknya telah menurun ke lebih dari 80% sejak operasi dimulai. Caine juga menyampaikan rasa belasungkawa dan hormatnya pada anggota militer AS yang gugur dan bahwa pengorbanan mereka tidak akan dilupakan.

  • Apakah ‘Epic Fury’ Melemahkan Operasi Pencegahan AS di Indo-Pasifik?

    Apakah ‘Epic Fury’ Melemahkan Operasi Pencegahan AS di Indo-Pasifik?

    Perang AS ke Iran yang masih berlanjut menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan senjata Amerika dapat terbebani. Beberapa analis memperingatkan kesiapan militer AS di tempat lain seperti Indo-Pasifik dapat terpengaruh. Kekhawatirannya adalah terkurasnya persediaan amunisi dan rudal yang dibutuhkan untuk mencegah China, terutama jika ketegangan atas Taiwan meningkat. Jadi, bagaimana para pejabat menanggapi kekhawatiran tersebut? Mari kita lihat.

    [Senator Kevin Cramer]:

    Rusia dan Iran menyediakan jumlah minyak yang hampir setara dengan harga diskon untuk China. Jadi, ada dua aktor jahat yang mendanai pembangunan senjata China, dan menggunakan uang yang mereka dapat dari China untuk membangun senjata mereka sendiri. Meski hal itu memiliki dampak ekonomi yang luar biasa, dampak itu juga termasuk dampak keamanan nasional. Itulah mengapa konflik-konflik ini tidak dapat dipisahkan. Anda harus menempatkannya dalam konteks apa yang sedang terjadi secara geopolitik.”

    [Pete Hegseth, Menteri Perang AS]:

    “Kita tidak kekurangan amunisi. Persediaan senjata pertahanan dan serangan kita memungkinkan kita untuk mempertahankan kampanye selama yang dibutuhkan. Sekali lagi, status amunisi kita hanya meningkat seiring dengan meningkatnya keunggulan kita.”

    Menurut laporan Nikkei Asia, perusahaan konsultan Bower Group Asia mengeluarkan memo Jumat lalu, memperingatkan potensi tantangan bagi militer AS. Memo mengatakan perang berkepanjangan dengan Iran dapat memperlambat AS mengalihkan sumber daya ke Indo-Pasifik dan membatasi senjata dan personel untuk pencegahan yang kuat disana.

    Laporan juga mencatat pertempuran intensitas tinggi dapat menunda produksi dan pengiriman amunisi penting.

    Namun dalam sidang Senat pekan lalu, Wakil Menteri Perang AS untuk Kebijakan Elbridge Colby, menepis kekhawatiran ini. Colby menekankan bahwa AS sedang membangun kembali kapasitas produksi mereka, dan mendesak sekutu agar juga bertanggung-jawab atas pertahanan mereka sendiri.

    Taiwan dilaporkan telah memesan senjata AS senilai lebih dari 20 miliar dolar,  namun pengirimannya tertunda karena keterbatasan kapasitas di kontraktor pertahanan Amerika.

    Di saat yang sama, China terus membangun kekuatan militernya, mengumumkan peningkatan anggaran militer sebesar 7% pekan lalu.