Tag: gembong narkoba

  • Mantan Tahanan Politik era Maduro Interupsi Maduro Saat Pembacaan Dakwaan di Sidang

    Mantan Tahanan Politik era Maduro Interupsi Maduro Saat Pembacaan Dakwaan di Sidang

    Bagaimana rasanya bertahan hidup di Venezuela era Maduro sebagai kandidat dari partai oposisi? Seorang pria Venezuela yang melarikan diri ke AS menghadang mantan presiden Nicolas Maduro saat pembacaan dakwaan di New York City. Pria itu diketahui mengalami penganiayaan politik di negara asalnya semasa Maduro berkuasa.

    David Cardenas [Pengacara HAM]:

    “Pablo Escobar pernah dilatih untuk menjadi presiden suatu saat dan menguasai semua wilayah. Mimpi itu menjadi kenyataan di Venezuela.”

    Seorang aktivis anti-Maduro di AS membandingkan Nicolas Maduro dengan almarhum Pablo Escobar yang adalah gembong narkoba. Ia berkata Maduro juga seorang gembong narkoba, namun berhasil mengambil alih sebuah negara. Pedro Rojas, mantan tahanan politik di Venezuela, berteriak kepada Maduro saat pembacaan dakwaan Senin lalu.

    Pedro Rojas [Tahanan Politik di bawah era Maduro]:

    “Maduro, tatap saya. Saya tidak takut. Saya berbicara mewakili 40 juta warga Venezuela yang merasa bahagia hari ini karena Maduro telah ditangkap.”

    Rojas berkata bahwa Maduro bersalah atas semua tuduhan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS. Maduro dan istrinya didakwa atas konspirasi terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan tuduhan kepemilikan senjata. Keduanya mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.

    Saat ditanya konsekuensi seperti apa yang diinginkannya untuk seorang Maduro apabila kekuatan hukum sepenuhnya diterapkan.

    Pedro Rojas [Tahanan Politik di bawah era Maduro]:

    “Hari ini Venezuela mempunyai banyak tahanan politik yang dihukum selama 14, 18, hingga 20 tahun. Banyak para ibu di Venezuela telah ditangkap karena pria haus darah ini.”

    Rojas mengatakan ia dipenjara selama hampir setengah tahun pada tahun 2019 karena dituduh mencoba mencelakai Maduro. Hal itu terjadi setelah ia mencoba mencalonkan diri sebagai anggota Kongres dari partai oposisi pada tahun 2015. Pria yang menerjemahkan untuk Rojas mengatakan bahwa mencalonkan diri untuk oposisi di Venezuela era Maduro memiliki dua kemungkinan hasil: mati atau berakhir di penjara.

    Terkait bagaimana masa depan Venezuela, Rojas punya pesan untuk Presiden Trump.

    Pedro Rojas [Tahanan Politik di bawah era Maduro]:

    “Kami warga Venezuela bersedia untuk segera kembali ke wilayah nasional kami untuk membangun kembali negara dan bekerja sama dengan Amerika Utara guna menjadikan Amerika hebat serta menjadikan Venezuela negara yang luar biasa.”

  • Trump Beri Peringatan Keras Bagi Pemimpin Sementara Venezuela

    Trump Beri Peringatan Keras Bagi Pemimpin Sementara Venezuela

    Pemerintah Venezuela mengeluarkan maklumat untuk menangkap pihak yang terlibat mendukung operasi militer AS di negaranya. Ini menandai serangan terbaru terhadap hak rakyat Venezuela oleh pemerintah.

    Perintah untuk menangkap simpatisan yang mendukung operasi AS tertuang dalam dekrit yang diterbitkan pemerintah. Dokumen itu memerintahkan aparat untuk memulai pencarian dan menangkap semua pihak yang terlibat mendukung operasi militer AS. Dekrit itu telah berlaku sejak Sabtu, tapi baru diterbitkan secara lengkap hari ini.

    Pemimpin sementara Venezuela yakni mantan Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengecam penangkapan Maduro dan istri serta menuntut pembebasan segera keduanya. Trump mengeluarkan peringatan keras padanya.

    [Donald Trump, Presiden AS]:

    “Saya hanya bilang dia mungkin akan menghadapi situasi yang lebih buruk sebab, Anda tahu kan, Maduro menyerah.”

    Trump mengatakan kemungkinan serangan kedua jika pemimpinnya “tidak bisa bekerjasama.” Trump juga menyinggung kepemimpinan Venezuela saat berada diatas Air Force One hari ini.

    Trump: “Dan jangan tanya siapa yang memegang kendali karena jawabannya akan sangat kontroversial.”

    Reporter: “Apa maksud Anda?”

    Trump: “Kami yang memegang kendali.”

    Berbicara di acara Meet the Press, Menlu AS Marco Rubio menyinggung soal minyak dan pengaruh rival AS di kawasan tersebut:

    [Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS]:

    “Apa yang tidak bisa kami biarkan adalah industri minyak di Venezuela dikendalikan oleh rival-rival Amerika Serikat. Anda harus paham mengapa China butuh minyak mereka? Rusia butuh minyak mereka? Iran butuh minyak mereka? Negara-negara itu bahkan tidak berada di benua ini. Ini adalah belahan bumi bagian barat. Di sinilah kita tinggal. Dan kita tidak akan membiarkan belahan bumi bagian Barat menjadi pangkalan operasi bagi lawan, pesaing, dan rival Amerika Serikat.”

    Rubio berkata operasi di Venezuela tidak butuh persetujuan kongres karena merupakan operasi penegakan hukum tanpa invasi atau pendudukan. Ia menambahkan bahwa Pentagon akan mempertahankan blokade militernya di sekitar Venezuela untuk memberikan tekanan pada rezim sosialis di negara itu.

    Rubio mengkritik laporan bahwa PBB membantah keterlibatan Maduro dalam perdagangan narkoba.

    [Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS]:

    “Saya tidak peduli apa yang dikatakan PBB. PBB tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Maduro didakwa oleh dewan juri Distrik Selatan New York. Nicolas Maduro adalah terdakwa pengedar narkoba di  Amerika Serikat dan dia adalah buronan Amerika.”

    Menurut pihak berwajib Venezuela sebagian besar pasukan keamanan Maduro tewas dalam operasi militer AS.

  • Raja Narkoba China Buronan AS Ditangkap di Kuba

    Raja Narkoba China Buronan AS Ditangkap di Kuba

    Gembong narkoba China yang paling dicari AS akhirnya ditangkap di Kuba dan kini menunggu untuk diekstradisi ke AS melalui Meksiko. Pemerintah AS menuduhnya memasok fentanil ke dua kartel terbesar Meksiko dan membangun jaringan kriminal multi-benua yang operasinya menyebar ke seluruh Amerika.

    Nama pialang narkoba China itu adalah Zhang Dongzhi, juga dikenal sebagai ‘Brother Wang”, ia lahir di Beijing.

    Pihak berwenang AS berkata Zhang telah membangun jaringan narkotika besar-besaran yang secara langsung memasok ke dua kartel Meksiko selama hampir satu dekade. Pemerintahan Trump telah menetapkan kedua kartel tersebut sebagai kelompok teroris awal tahun ini. Pemerintah AS berkata para operator Zhang tersebar di berbagai negara bagian seperti California, Georgia, serta Amerika Latin, Eropa, dan Asia. Dengan cara ini, organisasi Zhang menyelundupkan hampir 2000 kg fentanil, dan lebih dari 1000 kg kokain dari Meksiko ke AS.

    Fentanil dalam jumlah sebesar itu dapat membunuh sekitar 900 juta orang, hampir tiga kali lipat populasi AS. Pemerintahan Trump telah menggandakan tekanannya kepada Beijing untuk berhenti memicu krisis opioid terutama fentanil, bahkan mengenakan tarif 20% pada China sebagai hukuman.

    Bisnis perdagangan narkoba Zhang hanyalah sebagian dari model bisnisnya. Operator Zhang, yang ditangkap di AS, mengungkap bahwa setelah agen Meksiko Zhang mengumpulkan uang dari pengedar narkoba, mereka menggunakan perusahaan cangkang Zhang di China dan AS untuk pencucian uang.

    Para pejabat AS mengatakan Zhang memiliki 150 perusahaan cangkang dan hampir 200 rekening bank. Dakwaan terhadap Zhang mengatakan ia mencuci uang senilai $20 juta di AS dalam satu tahun. Dokumen menunjukkan Zhang cenderung membuka rekening bank di bank-bank terkemuka seperti Bank of America, JP Morgan, atau Wells Fargo.

    Namun, yang benar-benar mengejutkan adalah hubungan Zhang dengan Partai Komunis China. Biro tersebut melaporkan bahwa Zhang terbang ke Vancouver, Kanada pada tahun 2017 dan menyimpan kontak dari kedubes dan konsulat China di Ottawa dan Vancouver di ponselnya.

    AS belum pernah sedekat ini untuk menyeret raja narkoba China ini ke pengadilan setelah ia berhasil lolos dari penangkapan terakhir. Laporan media berkata Zhang akan diekstradisi ke AS segera setelah ia tiba di Meksiko setelah otoritas Kuba menyelesaikan interogasi mereka saat ini.