Tag: perang dunia

  • Bukan Fiksi Lagi, Militer China Latih Robot Humanoid Dampingi PLA

    Bukan Fiksi Lagi, Militer China Latih Robot Humanoid Dampingi PLA

    China secara agresif memasukkan robot humanoid ke dalam barisan militernya. Didukung dominasi manufakturnya yang sangat besar, Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA mempersiapkan mesin-mesin ini untuk perang perkotaan.

    Upaya ini dimulai secara diam-diam pada 2024 ketika universitas terkemuka PLA menyelenggarakan forum tentang aplikasi militer untuk sistem humanoid. Pada 2025, lembaga-lembaga militer China mempelajari bagaimana robot humanoid dapat bekerja berdampingan dengan pasukan.

    Sebuah tinjauan Reuters terhadap lebih dari 100 dokumen militer China menemukan peningkatan penelitian tentang penggunaan robot humanoid di medan perang. Catatan pengadaan menunjukkan PLA sedang menguji robot dalam hal persepsi, manipulasi, dan kelangsungan hidup di medan perang.

    Kini, industri pertahanan China sedang mengembangkan sistem yang dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh operator manusia. Grup Norinco China telah mengembangkan Fuxi, sebuah robot humanoid berukuran penuh yang dirancang untuk tugas penjagaan, pengintaian, patroli cerdas, dan pelaksanaan peran-peran berbahaya.

    Untuk saat ini, teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Namun para peneliti China mengatakan jika rintangan teknis utama dapat diatasi, robot humanoid pada akhirnya dapat diturunkan ke medan perang.

  • China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang

    China Batasi Ekspor ke 40 Perusahaan Jepang

    China menambah 40 perusahaan Jepang ke daftar pembatasan ekspor terbaru hari Senin. Banyak dari perusahaan tersebut memproduksi teknologi atau peralatan untuk keperluan sipil atau militer.

    Pembatasan dari Beijing ini mencegah perusahaan-perusahaan China untuk menjual barang penggunaan ganda tertentu pada perusahaan Jepang yang dibatasi.

    Jepang mengecam pembatasan baru itu, menyatakan tidak menerimanya. Pembatasan terjadi setelah ketegangan yang terus meningkat selama berbulan-bulan antara kedua negara. Rezim China terus mengkritik penguatan militer Jepang, serta mengecam pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menyarankan Jepang dapat terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.

    Saat ini, Jepang terus memperluas kemampuan pertahanannya, termasuk menempatkan rudal jarak jauh di pulau-pulau terpencil dan menguatkan kerjasama keamanan dengan sekutu AS di kawasan Indo-Pasifik.

    Pembatasan ekspor ini adalah contoh terbaru dari China yang menggunakan tekanan ekonomi pada negara-negara yang kebijakan keamanannya bertentangan dengan kepentingannya.

  • AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

    AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

    Presiden Trump menyatakan bahwa perjanjian damai antara AS dan Iran telah tercapai. Di postingan Truth Social hari Minggu, Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai pembukaan tanpa hambatan Selat Hormuz dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS. Ia menulis, “Kapal-kapal dari seluruh dunia, nyalakan mesin kalian, biarkan minyak mengalir.” Perjanjian pertama kali diumumkan oleh perdana menteri Pakistan. Iran telah memberi sinyal bahwa mereka mungkin menunda pelaksanaan sebagian perjanjian itu hingga penandatanganan resmi dilakukan.

    Perjanjian menetapkan 60 hari untuk menandatangani program nuklir Iran, termasuk cadangan uranium. Wakil presiden AS JD Vance menyebut hal ini sebagai momen besar Amerika, dimana Selat Hormuz akan segera dibuka kembali dan Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.

    Ia juga menyatakan bahwa jika Iran mematuhi semua kesepakatan, ini akan secara fundamental mengubah Timur Tengah selama 50 tahun ke depan, memungkinkannya terbuka untuk investasi dan lebih banyak kemakmuran.

    Upacara penandatanganan akan dilakukan Jumat ini di Swiss, dihadiri oleh Vance sendiri serta kemungkinan Presiden Trump.

    Sementara mentri perang AS Pete Hegseth berkata tekanan militer, bukan hanya diplomasi, yang memaksa Iran untuk bernegosiasi. Ia mengatakan setiap kesepakatan akan secara permanen mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

  • Pemetaan Laut China Menimbulkan Kekhawatiran Militer: Laporan

    Pemetaan Laut China Menimbulkan Kekhawatiran Militer: Laporan

    Laporan baru mengungkapkan bahwa China diam-diam sedang memetakan lautan dunia. Pejabat AS memperingatkan bahwa hal itu mungkin sebagai persiapan untuk konflik di masa depan dengan Washington.

    Puluhan kapal penelitian China dan ratusan sensor mengumpulkan data terperinci di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan bahkan Samudra Arktik. Informasi ini dapat memberi China keuntungan besar dalam peperangan kapal selam.

    Sebuah laporan Reuters pada hari Selasa mengatakan upaya China mencakup beberapa perairan paling strategis di dunia. Itu termasuk daerah dekat Taiwan, Jepang, dan pusat militer AS di Guam. Satu kapal penelitian berulang kali berlayar melalui wilayah ini dan dekat Selat Malaka, jalur perdagangan global yang penting. Meskipun China mengatakan misi tersebut berfokus pada penelitian ilmiah seperti studi iklim dan survei dasar laut, para ahli mengatakan data yang sama memiliki nilai militer yang jelas, peta terperinci dasar laut beserta sensor bawah air dapat membantu kapal selam bergerak lebih mudah, tetap tersembunyi, dan melacak kapal musuh.

    Para pejabat intelijen AS mengatakan bahwa China telah meningkatkan operasi ini dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penggunaan militernya.

    Pemetaan ini juga meluas melampaui Pasifik. Ini mencakup jalur energi vital di Samudra Hindia dan bahkan mencapai Arktik, di mana China memiliki ambisi untuk menjadi kekuatan besar. Dan seiring China terus mengumpulkan data, para ahli memperingatkan bahwa hal itu dapat mengubah keseimbangan di beberapa perairan yang paling diperebutkan di dunia.

  • Korea Utara Janjikan Lebih Banyak Senjata Nuklir

    Korea Utara Janjikan Lebih Banyak Senjata Nuklir

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan hari Kamis bahwa ia akan memperluas persenjataan nuklir negara itu dan mengembangkan rudal balistik antarbenua lebih kuat yang dapat diluncurkan di bawah air. Ia juga mengumumkan rencana mengembangkan rudal jarak pendek yang mampu menyerang Korea Selatan.

    Kim menyampaikan pernyataan tersebut setelah parade militer di Pyongyang hari Rabu. Parade menampilkan tank dan unit lapis baja, infanteri mekanis, dan divisi penyerangan api, termasuk kelompok yang dilaporkan terkait dengan penempatan dalam perang Ukraina.

  • Jepang Komitmen Siapkan Rudal Dekat Taiwan

    Jepang Komitmen Siapkan Rudal Dekat Taiwan

    Eskalasi lebih lanjut dalam perseteruan berbulan-bulan antara China dan Jepang tentang Taiwan. Jepang akan mengerahkan rudal di dekat Taiwan dalam beberapa tahun mendatang.

    Hari Selasa, para pejabat Jepang berkata rudal-rudal akan ditempatkan di Pulau Yonaguni. Ini adalah pulau paling barat Jepang, sekitar 70 mil dari Taiwan. Di hari yang cerah, garis pantai Taiwan terlihat dari Yonaguni. Pengerahan akan selesai pada 2031, menandai pertama kalinya Jepang mengumumkan jadwal spesifik untuk penempatan rudal di pulau tersebut.

    Ini dilakukan setelah Beijing menjatuhkan sanksi pada 40 perusahaan dan lembaga Jepang. Setengahnya dimasukkan ke dalam daftar kontrol ekspor, melarang eksportir China menjual barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer. Perusahaan-perusahaan sisanya ditambahkan ke daftar pengawasan yang mengharuskan eksportir China mendapatkan izin sebelum menjual. Ini bertujuan untuk membatasi kemampuan Jepang mengembangkan militernya.

    Beijing telah meningkatkan ancaman militernya terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping, telah memerintahkan militer untuk bersiap menghadapi potensi pengambilalihan Taiwan pada 2027, kurang dari setahun lagi. Walau bukan berarti China akan langsung menyerang Taiwan saat itu, tetapi jangka waktu tersebut telah menimbulkan kekhawatiran serius di Jepang, negara tetangga dan sekutu Taiwan.

    November lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berkata Jepang dapat merespon secara militer jika China menyerang Taiwan. Pernyataan ini dikritik keras oleh Beijing.  

  • Radar Buatan China Dipertanyakan Setelah Serangan ke Venezuela

    Radar Buatan China Dipertanyakan Setelah Serangan ke Venezuela

    Meskipun mengerahkan radar anti-siluman JY27 buatan China yang canggih, pertahanan udara Venezuela telah dilumpuhkan di awal operasi AS. Pesawat perang elektronik Washington mengganggu cakupan radar, hingga pesawat tempur siluman AS dapat menyerang tanpa terdeteksi.

    Seorang pengamat militer menulis di X, berkata hal ini membuktikan teknologi China tidak berguna. Ia mencatat bahwa Venezuela telah membeli sembilan radar canggih dari China dan semuanya gagal mendeteksi pesawat tempur siluman AS.

    Para analis China berkata setidaknya 23 negara mengoperasikan radar pertahanan udara buatan China.  Setelah serangan baru-baru ini di Venezuela, beberapa pihak mengatakan produsen Beijing mungkin tertinggal di sektor ini.

  • Pemimpin Iran Berencana Kabur Ke Moskow Jika Protes Meningkat

    Pemimpin Iran Berencana Kabur Ke Moskow Jika Protes Meningkat

    Pemimpin tertinggi Iran mungkin merencanakan pelarian atas kerusuhan yang menyebar di seluruh negeri. Sebuah laporan dari Times pada hari Minggu berkata Ayatollah Ali Khamenei bermaksud melarikan diri ke Rusia jika pasukan Iran tak dapat lagi menahan protes.

    Protes anti-rezim kini memasuki minggu kedua di seluruh Iran dengan para demonstran menyerukan diakhirinya rezim. Sebuah kelompok HAM di Iran mencatat jumlah korban tewas mencapai 25 orang, sementara lebih dari 1,000 orang telah ditangkap.

    Protes telah meletus di lebih dari separuh provinsi Iran, menghadirkan tantangan terbesar bagi rezim sejak 2022. Sementara itu, Iran menghadapi tekanan yang meningkat di berbagai bidang seperti krisis ekonomi hingga sanksi AS pada ekspor minyak negara itu.

    Iran terikat erat dengan China, mitra dagang terbesarnya, tetapi para analis berkata hubungan itu rapuh. Perwakilan AS Brian Mast berkomentar hubungan China-Venezuela sangat relevan dengan hubungan China-Iran.

    [Brian Mast, Perwakilan AS]:

    “Pesan yang dikirim kepada para diktator di seluruh dunia dan para teroris di seluruh dunia adalah bahwa China bukanlah perlindungan Anda. Anda tidak mendapatkan perlindungan dari mereka; mereka mungkin menjual barang murah, tetapi mereka juga menjual persahabatan yang murahan.”

    Presiden Trump memperingatkan Iran bahwa setiap serangan pada para demonstran dapat mengakibatkan respons keras dari AS. Beberapa tokoh oposisi di Iran menambahkan bahwa warga Iran secara terbuka menyerukan AS dan Israel untuk membantu melawan penindasan rezim.

    Stiker di mobil, bus, dan tempat umum bertuliskan “Trump! Iran sedang menunggu Anda.” Para pejabat Iran memberitahu Reuters bahwa rezim kehabisan ruang untuk bermanuver. Sebuah sumber intelijen mengatakan pada Times bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dapat melarikan diri bersama ajudan dan keluarganya jika pasukan keamanan membelot. Ia dilaporkan akan menuju Moskow mengikuti jejak sekutunya, mantan pemimpin Suriah Bashar al-Assad, yang melarikan diri dari Damaskus sebelum pasukan oposisi merebut kota itu pada Desember 2024.

  • Trump: China, Rusia, Menguji Coba Nuklir Bawah Tanah Diam-Diam

    Trump: China, Rusia, Menguji Coba Nuklir Bawah Tanah Diam-Diam

    Benarkah dua kekuatan nuklir utama, China dan Rusia, sedang menguji nuklir mereka? Presiden Trump berkata ya, hingga ia memerintahkan AS untuk juga melakukan uji coba nuklir mereka sendiri. Ia mengisyaratkan ada sesuatu yang tidak diketahui oleh publik umum tentang hal ini, dalam wawancara baru-baru ini.

    “Mengapa kita harus menguji senjata nuklir kita?”

    [Presiden Trump]:

    “Anda harus melihat cara kerjanya”

    “Tapi satu-satunya yang menguji senjata nuklir adalah Korea Utara. China dan Rusia…”

    [Presiden Trump]:

    “Tidak, tidak, Rusia sedang menguji senjata nuklir. Dan China juga, Anda hanya tidak tahu tentang itu.”

    Presiden Trump menyebut empat negara yang sedang menguji coba nuklir, yaitu China, Rusia, Korea Utara dan Pakistan. Menurutnya media dikendalikan di negara-negara ini, hingga publik tidak mengetahui uji coba nuklir.

    [Presiden Trump]:

    “Mereka menguji jauh di bawah tanah, orang-orang tidak tahu persis mengenai uji coba itu. Anda merasa sedikit getaran. Mereka menguji, dan kita tidak. Kita harus menguji. Kita punya yang terbaik, saya merenovasi dan membangunnya selama 4 tahun. Tapi saya membencinya karena kemampuan penghancurannya bahkan tidak ingin Anda bicarakan. Tapi jika orang lain punya, kita juga harus punya, dan jika kita mempunyainya, kita harus mengujinya atau kita tidak akan tahu cara kerjanya.”

    Trump melontarkan gagasan uji coba tersebut Kamis lalu, sebelum pertemuan dengan pemimpin rezim China Xi Jinping. Sejak itu, Rusia dan China bersama-sama membantah klaim Trump bahwa mereka sedang menguji coba nuklir.

    Namun laporan media mengungkap Rusia dan China diam-diam memperluas lokasi uji coba nuklir mereka dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah di Lop Nur China, sebuah danau garam kering di gurun Xinjiang. Berdasarkan citra satelit, para analis memperingatkan China setidaknya telah membangun enam terowongan uji coba disana. Selain itu, China telah menggali beberapa lubang terdalam di bumi di Xinjiang. Beijing mengklaim ini adalah untuk proyek penelitian ilmiah, namun para ahli mempertanyakan apakah ini dapat digunakan untuk uji coba senjata bawah tanah.

    Tetapi melanjutkan uji coba nuklir di AS tidaklah mudah. Departemen Energi yang mengawasi persenjataan nuklir biasanya butuh dua-tiga tahun untuk mempersiapkan satu uji coba nuklir bawah tanah. Menteri Energi AS Chris Wright berkata ia yakin uji coba yang disinggung Trump adalah uji coba sistem, bukan ledakan nuklir itu sendiri.

  • DPR A.S. Sahkan $500 Juta Bantuan untuk Pertahanan Taiwan

    DPR A.S. Sahkan $500 Juta Bantuan untuk Pertahanan Taiwan

    Bantuan sebesar 500 juta dolar bagi pertahanan diri Taiwan, bagian dari Undang-Undang Alokasi Anggaran Pertahanan 2026 yang disahkan oleh DPR Jumat lalu. Ini menandakan meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

    Jumat lalu, DPR AS mengesahkan Undang-Undang Alokasi Anggaran Pertahanan 2026, yang mencakup bantuan militer sebesar $500 juta dolar untuk Taiwan.

    [Rep Betty McCollum]:

    “China punya sejarah merebut wilayah. Lihat invasi Tibet pada tahun 1950an. Mereka telah menekan demokrasi Hong Kong. Ketika presiden China berbicara tentang penyatuan kembali Taiwan, kita harus percaya bahwa ia akan mencobanya. Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi. China mungkin tidak akan berhenti di Taiwan. Taiwan jatuh, negara-negara kepulauan Pasifik lainnya seperti Filipina akan terancam.”

    Anggota parlemen Taiwan, Vincent Chow, berkata Taiwan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas dukungan dan dorongannya, tetapi menekankan bahwa pertahanan Taiwan pada akhirnya adalah tanggung jawab Taiwan.