Tag: sabuk dan jalan

  • Trump : AS Perlakukan Afrika Jauh Lebih Baik Dari China

    Trump : AS Perlakukan Afrika Jauh Lebih Baik Dari China

    Presiden Trump menjamu para pemimpin dari negara-negara Afrika di Gedung Putih pada hari Rabu. Trump menerima pujian atas upayanya mengakhiri perang antara Rwanda dan Kongo. Presiden Trump mengatakan AS memperlakukan Afrika jauh lebih baik daripada China. Koresponden Jack Bradley melaporkan.

    [Donald Trump, Presiden AS]:

    “Potensi ekonomi di Afrika sangat besar.”

    Pada hari Rabu, Trump menjamu para pemimpin negara-negara Afrika di Gedung Putih yang tengah mencari investasi AS. Trump mengatakan strateginya berbeda dari pemerintah sebelumnya, yang memprioritaskan perdagangan dari sekedar bantuan. Presiden Liberia, Senegal, Gabon, Mauritania dan Guinea semua mengklaim negaranya memiliki mineral tanah jarang yang berlimpah.

    [Brice Oligui Nguema, Presiden Gabon]:

    “Anda bilang Anda punya peralatan militer terbaik, dan kami juga ingin punya. Anda dipersilakan datang dan berinvestasi, atau negara lain yang akan mengambilnya.”

    [Joseph Boakai, Presiden Liberia]:

    “Kami yakin kebijakan Anda membuat Amerika hebat.”

    Selama bertahun-tahun, beberapa negara Afrika telah bermitra dengan rezim PKC. Namun, proyek infrastruktur yang dibangun membuat mereka terjebak hutang senilai jutaan dolar. Kini Trump sedang bekerja merampungkan kesepakatan dagang di wilayah tersebut.

    [Donald Trump, Presiden AS]:

    “Anda tahu, sebagian Afrika mengenakan tarif yang besar pada kami dan mereka akan menurunkannya. Mereka sudah memberi tahu saya akan menurunkan tarif, tetapi kami memperlakukan Afrika jauh lebih baik dari China atau negara lain.”

    Bulan lalu, Menlu Kongo dan Rwanda menandatangani pakta damai di Washington untuk mengakhiri perang yang telah merenggut 7 juta jiwa dalam 30 tahun. Trump berkata pemimpin dari kedua negara itu akan segera bertemu di AS untuk menandatangani kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang.

    [Bassirou Diomaye Fave, Presiden Senegal]:

    “Kami bersyukur Anda ada bersama kami disini untuk mengakhiri perang 30 tahun yang telah merenggut banyak jiwa “

    [Brice Oligui Nguema, Presiden Gabon]:

    “Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak masalah dengan itu, saya kira Presiden Trump pantas mendapatkan atas semua yang dia lakukan. Dia telah membawa kembali perdamaian di wilayah saya, wilayah di mana Kongo dan Rwanda menandatangani pakta. Dia telah membawa kembali sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.”

    Selama beberapa dekade, China telah meningkatkan pengaruhnya di Kawasan Afrika. Afrika memiliki sekitar 30% cadangan mineral dunia, 40% emas, 10% gas dan minyak dunia.

    Kongo adalah produsen kobalt terbesar dunia. Kesepakatan kobalt antara Beijing dan Kongo tahun lalu, mendukung teknologi baterai kendaraan listrik China. China juga menggunakan kekuatan ekonominya untuk memperoleh suara atas Afrika di PBB, yang membantunya menghindari kritik terkait isu HAM.    

  • Senator A.S. Peringatkan Ancaman PKC di Timur Tengah

    Senator A.S. Peringatkan Ancaman PKC di Timur Tengah

    Saat PKC berupaya memperluas jangkauannya di Timur Tengah, Senator Ted Cruz memberikan peringatan. Cruz membahas masalah keamanan nasional di Institut Hudson, bagaimana menghadapi dan menanggapinya. Simak selengkapnya.

    [Ted Cruz, Senator A.S.]:

    “Tak diragukan lagi PKC adalah ancaman strategi geopolitik jangka panjang AS yang paling signifikan.”

    Kamis lalu, Senator Ted Cruz berbicara di Institut Hudson tentang pengaruh PKC di Timur Tengah, dari menjalin hubungan dagang hingga mendukung program militer Iran.

    Cruz berkata itu dilakukan PKC untuk mengurangi dominasi global A.S.

    “Iran dan China menandatangani rencana kemitraan strategis selama 25 tahun, dimana China berkomitmen untuk menginvestasikan $400 miliar dalam proyek di Iran selama periode tersebut. Secara metaforis dan harfiah, bisnis minyak telah mendorong pembangunan ekonomi dan militer China selama empat tahun terakhir.”

    Timur Tengah tetap menjadi prioritas pemerintahan Trump.

    Presiden Trump kembali ke A.S. setelah mengunjungi Timur Tengah, memborong investasi sebesar miliaran dolar dalam sektor AI, teknologi, dan keuangan.

    [Presiden Trump]:

    “Setelah sekian dekade dilanda konflik, akhirnya kita dapat meraih masa depan yang bagi generasi sebelum kita hanyalah impian, yakni tanah yang penuh kedamaian, keamanan, keharmonisan, peluang, inovasi, dan pencapaian, tepatnya di sini di Timur Tengah.”

    Kunjungan itu bisa mempengaruhi China, karena Arab Saudi dan Uni Emirat Arab termasuk dalam partisipan Belt and Road, yakni proyek infrastruktur global Beijing yang sering dilihat sebagai alat penyebaran pengaruh China di luar negeri.

    [Ted Cruz, Senator A.S.]:

    “Bermitra dengan China tidak menguntungkan siapa pun. Saat datang di suatu negara dan berkata “Kami akan membangun infrastruktur Anda”, mereka tidak akan menggunakan pekerja dari negara itu, melainkan mendatangkan pekerja asal China, dan seringkali menjebak perusahaan dalam perangkap utang mematikan karena mereka ingin memegang kendali.”

    Awal tahun ini, Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, mendesak Iran mengakhiri program nuklirnya, dan berjanji memberi sanksi pada negara yang membeli minyak Iran. China adalah importir minyak terbesar Iran.