Tag: tarif AS

  • Trump Ancam Tarif 50% Bagi Negara yang Bantu Persenjataan Iran

    Trump Ancam Tarif 50% Bagi Negara yang Bantu Persenjataan Iran

    Washington sedang mengamati dengan saksama apakah Beijing memasok senjata ke Iran. Ini menyusul laporan media yang mengutip intelijen AS mengatakan hal itu mungkin terjadi.

    Hari Minggu Presiden Trump memperingatkan pengenaan tarif 50% pada negara mana pun jika hal itu terjadi, termasuk China.

    China belum memberikan bantuan militer langsung kepada Iran sejak konflik dimulai, dan Presiden Trump mendesak Beijing untuk mempertahankan hal itu.

    [Reporter]: “Ada laporan China sedang bersiap mengirim senjata ke Iran…”

    [Presiden Trump]: “Jika China melakukannya, China akan menghadapi masalah besar.”

    Peringatan Trump menyusul laporan CNN yang mengutip intelijen AS, yang mengatakan China sedang bersiap untuk mengirim sistem pertahanan udara tambahan ke Iran dalam beberapa minggu mendatang. Pengiriman termasuk rudal anti pesawat yang ditembakkan dari bahu, dikenal sebagai Manpads.

    Dalam wawancara Fox News hari Minggu, Trump berkata ia telah melihat laporan tersebut dan memperingatkan konsekuensi serius bagi negara mana pun yang terlibat.

    Laporan CNN menambahkan Beijing berupaya untuk mengirimkan pasokan pertahanan melalui negara ketiga untuk menyembunyikan asal-usulnya.

    Secara lebih luas, pasukan Iran telah menggunakan Manpads untuk menargetkan pesawat AS.

    Pejabat AS dan Eropa telah menuduh Beijing menyediakan Iran dengan peralatan dwiguna, yaitu peralatan yang dimaksudkan untuk penggunaan sipil tetapi dapat diadaptasi untuk tujuan militer.

    Para ahli berkata dukungan China mungkin berasal dari kebutuhan ekonominya untuk mempertahankan hubungan dekat dengan Iran. China sangat bergantung pada pengiriman minyak Iran yang murah sambil mempertahankan pengaruh ekonomi atas Iran. Sejak perang dimulai, harga bensin di China telah melonjak sekitar 11% yang berdampak pada berbagai sektor dan telah memperburuk perekonomian China.

  • Rencana Stimulus China Demi Lawan Tarif AS

    Rencana Stimulus China Demi Lawan Tarif AS

    Partai Komunis China memulai pertemuan politiknya yang paling penting tahun ini di Beijing, dibawah bayang-bayang tarif AS. Dan kepala PKC, Xi Jinping, berkomitmen menyalurkan dana lebih untuk memulihkan ekonomi hari Rabu.

    China akan mengeluarkan 179 milyar dolar pinjaman khusus untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi. Ini termasuk dana subsidi untuk pembelian mobil listrik, perkakas, dan produk lainnya. Perdana Menteri Li Chang berkata negara itu sedang menghadapi tekanan yang semakin besar. Sejak mulai berkuasa pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump telah menambah 20% pada tarif yang telah berlaku pada produk China.

    [Presiden AS Donald Trump]:

    “Tarif rata-rata China pada produk kita dua kali lipat dari apa yang kita kenakan mereka.”

    Para ekonom bertaruh sesuatu akan terjadi. Hari Selasa, China membalas dengan tarif mereka sendiri pada ekspor AS. Dan perang dagang yang meruncing ini telah memberi tekanan pada Beijing untuk mengambil langkah stimulus baru. China juga menghadapi tantangan lain seperti lemahnya daya beli masyarakat dan sektor properti yang mandek. Sejak pandemi, China telah bertaruh pada apa yang mereka sebut tenaga kerja produktif baru, menyalurkan uang ke hal-hal seperti industri maju. Tetapi para ekonom memperingatkan Beijing untuk berusaha lebih untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor. Pada hari Rabu, Li berkata pemerintah akan mengambil langkah untuk meningkatkan daya beli, yang saat ini berada di bawah rata-rata global. Namun, ia tidak memberikan tenggat waktu untuk langkah-langkah ini.

  • Tarif AS Pada China Dimulai, China Membalas

    Tarif AS Pada China Dimulai, China Membalas

    China membalas tarif President Trump. Beijing mengumumkan serangkaian tindakan balasan, menargetkan perusahaan Amerika dan beberapa impor penting dari AS. Keputusan ini terjadi beberapa menit setelah Trump memberi kenaikan 10% pada semua produk China, yang adalah penambahan dari tarif awalnya di masa jabatan pertamanya. Balasan China terlihat sudah diperhitungkan. Trump mengenakan tarif pada impor produk China senilai lebih dari 500 milyar dolar, dibandingkan China yang hanya mengenakan tarif senilai 14 milyar dolar pada produk Amerika, yang adalah bagian dari jumlah yang ditargetkan Trump. Daftar China meliputi 15% pada batubara dan gas alam, serta 10% pada peralatan pertanian dan beberapa mobil buatan AS. Rezim itu juga memperluas pembatasan ekspor pada mineral penting yang digunakan untuk pertahanan, energi bersih, dan industri hi-tech lainnya. Selain perdagangan, Beijing juga meluncurkan penyelidikan anti-monopoli pada Google, disamping fakta bahwa Google diblok di Komunis China. Minggu lalu, Trump mengumumkan serangkaian tarif pada Kanada, Meksiko dan China, atas maraknya fentanil di AS. Tapi ini sedang ditangguhkan untuk dua negara tetangga itu, karena keduanya telah setuju untuk bekerja sama dengan AS. China adalah sumber utama prekursor fentanil. Bahan ini biasanya dihaluskan oleh kartel Meksiko, sebelum memasuki AS. Ini adalah Jubir White House Karoline Leavitt berbicara tentang tarif pada hari Selasa.

    [Karoline Leavitt, Press Secretary White House]:

    “Dia tidak akan membiarkan China untuk menyediakan dan menyalurkan fentanil mematikan itu ke negara kita. Itu alasan dari tarif ini, tarif pembalasan atas penyebarluasan fentanil mereka di empat tahun terakhir di perbatasan kita.”

    Pada kampanye kepresidenannya tahun 2024, Trump berjanji untuk memasang tarif 60% atas semua produk China, tetapi kini berhenti di 10%, dia menjelaskan tindakannya sebagai, tanda kutip, “pembukaan”. Ia berkata jika China tidak mengambil langkah-langkah untuk menghentikan arus masuk fentanyl, tarif akan segera membengkak. Tarif pembalasan dari China akan mulai berlaku tanggal 10 Februari.