Tag: tren

  • Manajemen Waktu untuk Remaja, 7 Langkah untuk Mengatasi Jadwal yang Ketat

    Manajemen Waktu untuk Remaja, 7 Langkah untuk Mengatasi Jadwal yang Ketat

    Dengan tanggung jawab yang lebih besar dan minat yang berkembang, remaja berjuang untuk mengatur waktu mereka seperti yang dilakukan orang dewasa.

    Manajemen waktu untuk remaja bukanlah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, dan banyak dari kita meraba-raba selama bertahun-tahun mencoba mencari cara untuk mendapatkan hasil maksimal dari setiap hari.

    Waktu, disatu sisi seperti uang. Digunakan dengan bijak, dapat membantu anda mencapai tujuan anda dan membawa berbagai tingkat kepuasan. Menyia-nyiakannya seringkali membawa penyesalan dan kecemasan. Tidak seperti uang, setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap hari, tergantung bagaimana kita mengaturnya.

    Dengan alat yang tepat dan tekad yang kuat, anda tidak hanya dapat membantu anak remaja anda mengurangi stres dan tetap fokus, anda juga dapat meningkatkan produktivitas anda sendiri.

    Tekankan Tanggung Jawab

    Bantu anak remaja anda mencari tahu apa yang akan berhasil untuknya. Membiarkan mereka bekerja dalam ritme mereka sendiri akan memberikan hasil yang lebih baik daripada menetapkan seperangkat aturan yang sulit untuk diikuti. Untuk memahami bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka, dorong mereka untuk membuat catatan.

    Mencatat aktivitas mereka saat ini setiap 15 menit selama 10 hari akan memberikan gambaran yang cukup akurat tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk berbagai aktivitas, baik itu yang efektif maupun tidak, dan kebiasaan menunda-nunda.

    Anda mungkin perlu menawarkan beberapa hadiah untuk melaksanakan tugas yang membosankan ini. Jika anda merasa tidak memungkinkan maka anda dapat menggunakan aplikasi seperti RescueTime, atau ScreenTime, yang setidaknya akan memantau waktu yang mereka habiskan di perangkat komunikasi.

    Mengidentifikasi kegiatan mereka yang paling memakan waktu akan memungkinkan anak remaja anda untuk melihat apakah mereka menghabiskan waktu mereka dengan bijaksana. Ketika mereka dapat mengenali kebiasaan dan tren mereka sendiri maka mereka cenderung mengambil tanggung jawab untuk membuat penyesuaian yang tepat.

    Mengembangkan rasa waktu dan prioritas yang sehat

    Banyak remaja memiliki sedikit pengalaman dengan masalah penting, dan jarang memperhatikan waktu. Sikap bermalasan mungkin menyenangkan, tetapi juga dapat menghambat produktivitas mereka.

    Sementara kita selalu ingin berada disana untuk anak-anak kita sehingga mereka tahu bahwa mereka dapat mempercayai dan bergantung pada kita; akan ada saat-saat tepat untuk membiarkan anak remaja anda menghadapi konsekuensi dari mengabaikan waktu. Satu atau dua kekecewaan bisa menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.

    Disisi lain, beberapa remaja sangat tegang dan terlalu khawatir tentang segala hal. Disini kita dapat membantu mereka mengevaluasi seberapa penting (atau tidak penting) hal-hal yang mengkhawatirkan ini sebenarnya.

    Menyadari bahwa tidak semuanya mendesak dapat menjadi pereda stres yang hebat; itu akan membantu anak remaja anda memfokuskan energinya dengan tepat, sambil memberikan ruang untuk bersenang-senang juga.

    Setelah anak remaja anda memahami bahwa tugas-tugas penting membutuhkan waktu dan perhatian sebelum terlibat dalam kegiatan rekreasi, mereka akan memiliki insentif yang cukup untuk mengatur waktu mereka. Jam tangan adalah hadiah yang tak lekang oleh waktu dan praktis, dan tepat untuk mengatur waktu.

    Daftar dan Perencana Manajemen Waktu untuk Remaja

    Alat sederhana ini dapat membantu anak remaja anda untuk mengingat hal-hal penting, memilah hal-hal itu dengan cara yang bermakna, dan mengurangi stres dengan mengeluarkan ide-ide dari kepala mereka ke atas kertas.

    • Pastikan anak remaja anda memiliki agenda mingguan tempat mereka dapat mencatat tugas, aktivitas, dan janji temu, serta tujuan besar selama seminggu.
    • Dorong mereka untuk membuat daftar semua hal yang ingin mereka capai setiap hari. Dengan membuat daftar ini pada malam sebelumnya, mereka akan memiliki energi tambahan untuk memulai hal pertama dipagi hari. Ingatkan mereka untuk memasukkan hiburan; itu penting untuk kesejahteraan mereka, dan itu juga membutuhkan waktu. Sarankan agar mereka menjadwalkannya sebagai hadiah karena telah melewati hal-hal yang sulit.
    • Bantu anak remaja anda memprioritaskan item dalam daftar mereka, mengaturnya dalam urutan kepentingan dan menandai hal-hal yang mendesak. Meskipun tugas-tugas mendesak belum tentu penting, tugas-tugas ini yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Berfokus pada tugas-tugas penting terlebih dahulu akan membantu mencegahnya menjadi hal yang mendesak.

    Menjadwalkan dan Memulai Lebih Awal

    Setelah anak remaja anda dilengkapi dengan alat-alat ini, dan gagasan tentang berapa lama aktivitas khas mereka, mereka dapat mulai membuat jadwal secara efektif; mengalokasikan jumlah waktu yang wajar untuk menyelesaikan setiap item dalam daftar mereka.

    Bagi siapapun untuk memanfaatkan waktu mereka sebaik-baiknya, perlu menghabiskan sedikit waktu untuk perencanaan. Sarankan periode akhir pekan bagi anak remaja anda untuk meninjau daftar, prioritas, dan jadwal mereka. Bantu mereka dengan menunjukkan item “bernilai rendah” yang tidak sesuai dengan slot waktu prioritas tinggi.

    Beberapa tugas besar akan menakutkan dan menyebabkan penundaan. Lihatlah masalah berat ini dan bantu anak remaja anda membagi pekerjaan menjadi tugas harian yang lebih pendek yang tidak terlalu membebani. Ini akan memungkinkan mereka untuk melihat jalur yang jelas untuk menyelesaikan tugas, dan kebutuhan untuk memulai lebih awal.

    Ajari Remaja untuk Menggunakan Teknologi Tanpa Mencandu

    Suka atau tidak suka, teknologi telah menjadi bagian utama dari kehidupan dan pendidikan anak-anak kita. Sebagian besar remaja memiliki telepon pintar dan banyak yang memiliki laptop yang dipinjamkan sekolah. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan situasi sebaik mungkin.

    Karena paham teknologi, anak remaja anda dapat memanfaatkan banyak aplikasi organisasi yang menghemat waktu. Ponsel mereka dapat berfungsi sebagai perencana interaktif jika mereka menggunakan pengingat, pemberitahuan, dan alat berguna lainnya. Triknya adalah untuk tidak terlena dalam kesibukan media sosial, chat, game, atau gangguan digital lainnya.

    Minta anak remaja anda untuk membuat daftar berbagai cara mereka terganggu oleh telepon dan komputer mereka, dan bagaimana hal itu memengaruhi produktivitas mereka. Untuk menunjukkan kepercayaan anda pada mereka dan mendorong mereka untuk menindaklanjuti dengan disiplin diri, mintalah mereka menyelesaikan masalah dengan menetapkan batasan mereka sendiri.

    Meminta Bantuan

    Meskipun anda tidak akan selalu mendapatkan jawaban yang baik, jangan menghalangi anak anda untuk bertanya. Meminta bantuan merupakan keterampilan hidup penting yang harus dipupuk. Ini adalah tanda yang sehat dari rasa ingin tahu yang mendasar untuk belajar dan memahami.

    Meskipun anda dapat mendorong mereka untuk memecahkan sendiri masalah yang anda tahu mereka mampu, menolak membantu mereka saat mereka membutuhkannya akan berdampak negatif. Jika anda mengerjakan pertanyaan rumit bersama-sama, anda berdua akan belajar sesuatu!

    Hal-hal terpenting dalam daftar apapun tidak mungkin menjadi yang paling menyenangkan. Cara yang ringan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan istilah “memakan katak”.

    Brian Tracy menjelaskan dalam bukunya “21 Great Ways to Stop Procrastinating”; “Mark Twain pernah berkata bahwa jika hal pertama yang anda lakukan setiap pagi adalah makan katak hidup, anda dapat menjalani hari dengan kepuasan mengetahui bahwa hal terberat sudah diselesaikan”. Dorong anak remaja anda untuk menyelesaikan yang paling sulit sesegera mungkin.

    Bukanlah kegagalan bahwa beberapa hal membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Ingatkan anak remaja anda untuk memasukkan waktu fleksibel kedalam jadwal mereka, dan bantu mereka melatih ketahanan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana.

    Organisasi dan Rutinitas

    Menetapkan rutinitas di rumah tidak hanya akan memberi anak anda rasa aman; prediktabilitas juga memberi mereka kebebasan untuk bertindak dalam pedoman yang ditetapkan, dan kesempatan untuk melatih disiplin diri.

    Mungkin mereka diharapkan untuk menjaga kamar mereka tetap rapi, mengurus beberapa pekerjaan rumah tangga, dan menyelesaikan tugas sekolah mereka tepat waktu. Penjadwalan lebih mudah bila ada struktur untuk bekerja didalamnya.

    Apakah anak-anak anda pulang ke rumah dan siap untuk bekerja, atau perlu istirahat dan camilan sebelumnya, hal ini bergantung pada apa yang terbaik untuk mereka. Setelah mereka mengetahuinya, jaga agar jadwal tetap konsisten. Rencanakan untuk makan pada waktu yang sama setiap hari. Ini akan memungkinkan mereka untuk membuat rencana sekitar waktu makan malam, dan membatasi bermalasan terus menerus, atau pemborosan waktu.

    Bantu mereka menetapkan waktu dan tempat yang teratur untuk tugas sekolah mereka. Pastikan setiap anak anda memiliki lingkungan kerja yang nyaman. Mengharapkan mereka untuk bekerja sama di satu meja adalah resep untuk gangguan. Bantu mereka menjaga ruang mereka tetap rapi dan teratur dengan menyediakan semua persediaan yang diperlukan, dan tempat untuk menyimpannya.

    Sementara banyak yang percaya bahwa multi-tasking menghemat waktu, studi psikologis menunjukkan bahwa hal itu benar-benar dapat mengurangi produktivitas. Dorong anak anda untuk fokus pada satu hal pada satu waktu.

    Beristirahat diantara tugas-tugas sangat membantu dan penting; tetapi telepon, makanan, dan hiburan selama waktu kerja akan mengganggu fokus mereka. Hal ini harus disimpan untuk nanti, setelah tugas-tugas penting selesai.(nspirenment)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI

  • Apa yang Dilakukan Orang-Orang Ini dengan Apel Menentukan Masa Depan Mereka

    Apa yang Dilakukan Orang-Orang Ini dengan Apel Menentukan Masa Depan Mereka

    Si kaya dan si miskin pernah berada di garis start yang sama, tetapi hasil akhirnya sangat berbeda. Apa sebabnya? Ini adalah kisah tentang bagaimana masa depan tiga orang pria ditentukan oleh apa yang mereka lakukan dengan beberapa buah apel.

    Tiga orang pria pergi bersama untuk mencari peluang untuk menghasilkan banyak uang. Mereka menemukan sebuah kota terpencil yang menjual apel besar, merah, dan rasanya manis dengan harga sangat murah.

    Ketika pemuda pertama melihat apel, matanya mulai bersinar. Dia segera menghabiskan semua uangnya dan membeli 10 ton apel terbaik. Dia mengirimkannya kembali ke rumah dan menjualnya dengan harga tiga kali lipat dari harga pembelian. Setelah melakukan ini beberapa kali, ia menjadi jutawan pertama di kota.

    Pemuda kedua mempelajari apel dan merenung sejenak. Dia menghabiskan setengah uangnya untuk membeli 100 bibit apel terbaik. Kemudian dia mengirim bibit itu kembali ke rumah, menyewa ladang dilereng bukit, dan menanamnya.

    Pemuda ketiga menghabiskan beberapa hari berjalan disekitar kebun melihat-lihat apel. Dia akhirnya menemukan pemilik kebun dan berkata: “Saya ingin membeli tanah dibawah pohon apel”.

    Pemilik kebun menggelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak, tanahnya tidak untuk dijual”. Pemuda itu memohon kepada pemiliknya, dan akhirnya mendapatkan segenggam tanah seharga satu dolar.

    Dia membawa pulang tanah itu dan menganalisanya. Dia kemudian menyewa lereng bukit yang tandus. Dia menghabiskan tiga tahun mengolah dan merawat tanah agar sama dengan tanah kebun yang dibawanya. Dan dia akhirnya menanam pohon apelnya di lereng bukit.

    Sepuluh tahun kemudian, kekayaan ketiga pemuda ini cukup berbeda.

    Pemuda pertama masih membeli dan menjual apel, tetapi keuntungannya menurun setiap tahun, dan kadang-kadang dia tidak bisa mencapai titik impas.

    Pemuda yang membeli bibit itu sekarang memiliki kebun sendiri, tetapi karena kualitas tanah yang berbeda, apel yang dia tanam kualitasnya lebih rendah, tetapi dia tetap mendapat untung yang cukup baik.

    Pemuda ketiga, yang membeli segenggam tanah, akhirnya memanen apelnya. Apelnya adalah berkualitas terbaik dan dengan demikian menarik banyak pembeli, dan mereka selalu mendapatkan harga terbaik. Salah satu dari pemuda ini lebih pintar dari dua lainnya, yang menawarkan pandangan hidup yang realistis, dan meninggalkan banyak hal untuk kita renungkan.

    Orang yang mendapat upah harian atau memiliki pekerjaan paruh waktu hanya akan mendapatkan upah minimum. Pekerja migran yang memiliki pekerjaan bulanan juga akan menghasilkan sedikit uang.

    Manajer profesional yang mendapat gaji tahunan memiliki tinjauan sepanjang tahun, sehingga gaji mereka lebih tinggi dari dua yang disebutkan di atas. Direktur proyek, yang memiliki tinjauan beberapa tahun pada suatu waktu, mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

    Pengusaha, yang melihat tren selama beberapa dekade atau bahkan satu abad, mendapatkan penghasilan tertinggi.

    Prestasi kita ditentukan oleh visi dan keputusan kita. Meskipun kita mungkin dihadapkan pada peluang yang sama, pendekatan yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda. Orang pertama yang menghasilkan uang mungkin bukan yang terkaya. Siapa pun yang dapat melihat lebih jauh kedepan dan merencanakan akan mencapai kekayaan yang lebih besar.(nspirement)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI