Tag: waduk

  • Korban Tewas Banjir Beijing Meningkat Hingga 44 Orang

    Korban Tewas Banjir Beijing Meningkat Hingga 44 Orang

    [Wang, Pekerja Penyelamat di Beijing]:

    “Korban jiwa tidak dapat dihindari, tetapi kita tidak tahu jumlah pastinya. Saya melihat sebuah jenazah ditarik keluar hari ini. Banyak tanah longsor dan beberapa rumah runtuh. Banyak mobil terendam. Pemulihan sulit, lumpur mengubur kendaraan dan wilayah yang terdampak sangat luas. Kerugiannya signifikan.”

    Sejak awal pekan ini, Beijing dan wilayah sekitarnya telah dilanda hujan lebat yang menyebabkan banjir besar dan genangan air. Penduduk setempat berkata situasi memburuk setelah air dilepaskan dari waduk.

    [Wang, Pekerja Penyelamat di Beijing]:

    “Air banjir telah surut, tetapi Waduk Pingu masih mengeluarkan air dan arusnya masih sangat deras. Sebelumnya, air naik lebih dari 1,8 meter. Banyak desa, jalan, dan rumah di daerah ini rusak parah. Para petani paling terdampak, semua tanaman mereka hancur, kebun buah terendam dan tidak ada yang bisa dipanen.

    Setidaknya sembilan waduk berulang kali dibuka tutup pada waktu yang sama hari Rabu. Pelepasan air yang cepat dan kuat ini membuat penduduk punya sedikit waktu untuk bereaksi sebelum banjir mencapai rumah mereka.

  • Banjir Parah di China Selatan: Warga Curiga Pelepasan Air dari Waduk

    Banjir Parah di China Selatan: Warga Curiga Pelepasan Air dari Waduk

    Provinsi Guangong dan Hunan di China Selatan menghadapi banjir parah minggu ini dengan jalan dan rumah terendam air. Komunikasi dan lalu lintas terputus, menyebabkan banyak orang menderita kerugian besar. Beberapa penduduk berkata mereka menduga kesalahan penanganan otoritas setempat telah memperburuk keadaan, seperti pelepasan air dalam jumlah besar secara tiba-tiba dari waduk tanpa peringatan. Untuk keselamatan, kami telah mendistorsi suara mereka.

    “Ya, mereka melepaskan air banjir. Ketinggian air telah meningkat sangat tinggi dan kota tidak dapat lagi membuang air banjir. Seluruh kota Maoming terendam banjir, orang-orang menderita kerugian besar. Banyak mobil terendam dan banyak lahan pertanian terendam. Jalan di desa-desa semua tergenang air.”

    “Waduk yang terletak di hulu penuh dan mereka mulai melepaskan air yang menyebabkan ketinggian air semakin meningkat.”

    Warga Maoming berkata waduk terbesar di hulu sungai telah melepaskan air banjir ke daerah sekitarnya, menyebabkan permukaan air naik dengan cepat. Rekaman video menangkap banjir yang deras menerjang jalan-jalan dan menelan bangunan. Dalam beberapa klip, air mencapai ketinggian lantai dua sebuah bangunan.

    “Tidak ada peringatan. Air datang begitu cepat dalam 10 menit, lantai pertama hampir sepenuhnya terendam banjir. Di pasar, kedalaman air sudah lebih dari 2 meter.”

    “Terlalu banyak air mengalir dari hulu ke desa Huaiji. Saya bahkan tidak berani tidur. Toko saya sudah terendam banjir. Air setinggi leher saya.”

    Laporan resmi mengatakan lebih dari selusin desa dan kota telah dilanda banjir, berdampak pada lebih dari 180.000 orang, tetapi skala sebenarnya dari bencana itu belum jelas. Rezim China memiliki sejarah menutup-nutupi data selama bencana.

    Para kritikus berkata waduk milik negara adalah faktor kunci di balik banjir. China telah membangun banyak fasilitas pembangkit listrik tenaga air di seluruh negeri, yang menghasilkan keuntungan besar bagi rezim. Namun, saat hujan deras, pihak berwenang melepaskan air banjir untuk melindungi waduk. Untuk menghindari keberatan dari penduduk setempat, pejabat sering merahasiakan pelepasan air ini.

  • Kiat Mengamankan Anak Saat Banjir

    Kiat Mengamankan Anak Saat Banjir

    Banjir, salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, telah terjadi 3,350 kejadian dari total 10,756 angka kejadian bencana. Kerusakan yang diakibatkannya cukup tinggi. Tercatat sebanyak 74 persen dari semua kerusakan akibat bencana alam disebabkan oleh banjir. Juga menimbulkan korban jiwa, luka-luka, dan mengungsi sebanyak 42 persen. Pada awal Januari 2020 sendiri, tercatat 92.261 orang telah mengungsi akibat banjir.

    Banjir itu sendiri, antara lain terjadi karena curah hujan yang tinggi atau berkepanjangan, akibat krisis iklim maupun lokasi daerah yang berada dalam zona banjir. Namun, tidak menutup kemungkinan banjir juga terjadi akibat buruknya drainase dan berkurangnya resapan air.

    Terlepas dari mengapa dan bagaimana terjadinya banjir, orang tua perlu mempersiapkan dan mengenalkan tentang bencana alam ini pada anak-anak sedari kecil. Simak beberapa langkah antisipasi banjir dari BNPB dan savethechildren. Secara keseluruhan, persiapan dapat dibagi dalam tiga tahap. Sebelum terjadinya banjir, saat terjadi banjir, dan setelah banjir surut. Berikut, beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menjaga anak aman dalam banjir.

    Sebelum banjir :

    1. Mengenalkan tentang banjir. Luangkan waktu bersama keluarga Anda untuk membahas mengapa dan bagaimana banjir terjadi. Gunakan kata-kata sederhana yang mudah dimengerti oleh si kecil.
    2. Simak informasi. Selalu simak informasi terkini mengenai curah hujan dan posisi air pada pintu air melalui televisi, radio, atau lainnya. Evakuasi jika diminta melakukannya atau jika Anda merasa tidak aman.
    3. Siapkan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek api gas, lilin, selimut, tikar, jas hujan, dan ban karet.

    Selama banjir :

    1. Matikan listrik. Saat banjir benar-benar terjadi, matikan aliran listrik di rumah atau hubungi PLN untuk mematikan listrik di wilayah yang terkena bencana.
    2. Ikuti panduan dari otoritas lokal. Otoritas lokal, umumnya lebih memahami daerah yang terkena dampak dan mengetahui daerah-daerah banjir yang harus dihindari. Jika air semakin meninggi, hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana.
    3. Mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Jika air terus membanjiri lokasi rumah, Anda harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan hindari air yang mengalir agar tidak terseret arus banjir.
    4. Jauhkan anak-anak dari air kotor. Umumnya, anak-anak sangat suka dengan air. Mereka tidak memahami bahaya akibat banjir. Jauhkan anak-anak dari area berbahaya dan air banjir karena cenderung kotor, membawa bakteri, dan rentan terhadap sengatan listrik.
    5. Jaga kebersihan anak-anak. Seringlah mencuci tangan anak-anak (selalu sebelum makan) dan memastikan mereka mandi setelah terkena air banjir atau daerah yang terkena banjir (saat sudah berada di lokasi yang aman).

    Setelah banjir :

    1. Pastikan utilitas dipulihkan. Sebelum anak-anak kembali ke daerah terdampak banjir, pastikan utilitas seperti listrik dan pipa telah berfungsi kembali pada area tempat tinggal dan lingkungan belajar.
    2. Jangan libatkan anak dalam pembersihan. Biarkan anak-anak berada dalam lokasi aman hingga area terdampak selesai dibersihkan dan didesinfeksi.
    3. Bersihkan atau buang mainan yang terkontaminasi. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan mainan yang telah terkontaminasi oleh air banjir dan belum didesinfeksi. Bahan-bahan yang tidak dapat didesinfeksi dengan mudah, seperti boneka atau bantal, sebaiknya dibuang saja.
    4. Siapkan obat-obatan darurat seperti: Oralit, antidiare, dan antiinfluenza. (NTDindonesia/ averiani)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

    https://youtu.be/_n3WsUmd61E