Pemerintahan Trump kembali menekan sumber kehidupan ekonomi Iran, dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan penyulingan minyak China yang dituduh membeli minyak mentah Iran. Departemen Keuangan AS mengumumkan hal ini pada hari Jumat, mengatakan tujuannya adalah untuk memutus pendapatan minyak Tehran dan memutus jaringan armada tanker bayangan.
Serangan ekonomi AS sedang berlangsung penuh. AS memperingatkan negara-negara dan perusahaan yang mendanai Iran untuk menghentikan aktivitas tersebut atau dikenai sanksi sekunder.
Sebuah kilang minyak swasta besar China, Kilang Minyak dan Petrokimia Heng Li termasuk diantara yang dikenai sanksi. Departemen Keuangan AS mengatakan pada hari Jumat bahwa Heng Li adalah salah satu pembeli terbesar minyak Iran yang dikenai sanksi, dengan pembelian mencapai miliran dolar.
Hari Senin, Beijing menanggapi dengan keras, menyatakan akan melindungi perusahaan-perusahaan China.
Pabrik kilang minyak Heng Li membantah melakukan perdagangan dengan Iran dan berkata akan beralih ke bank China untuk pembayaran di masa depan sebagai akibat sanksi AS.
Kilang minyak swasta China ini yang juga dikenal sebagai “kilang teko” menyumbang sepertiga dari industri pengolahan minyak di China. Mereka membeli dan memproses minyak mentah berdiskon Iran, dan pembeliannya tidak dicatat oleh data bea cukai China.
Sebelum blokade AS, sekitar 80-90% ekspor minyak mentah Iran telah ditujukan ke China.

