Tag: minyak iran

  • Rial Sentuh Rekor Terendah, AS Pukul Ekonomi Iran Lewat Operasi “Pengasingan Ekonomi”

    Rial Sentuh Rekor Terendah, AS Pukul Ekonomi Iran Lewat Operasi “Pengasingan Ekonomi”

    Pemerintahan Trump secara dramatis memperluas kampanye tekanan ekonominya terhadap Iran, meluncurkan operasi Pengasingan Ekonomi dan memperingatkan pihak-pihak di seluruh dunia yang mendukung Tehran. Menkeu AS Scott Bessent berkata bank-bank China bisa menjadi target berikutnya karena membantu mengubah minyak Iran menjadi uang tunai.

    Dalam eskalasi dramatis hari ini, Menkeu AS Scott Bessent berkata operasi ini akan menargetkan jaringan yang digunakan Iran untuk menjual minyak, mentransfer uang, dan menghindari sanksi. Ini termasuk melalui aset digital, emas, penerbangan, pengiriman dan teknologi. Departemen Keuangan mengatakan AS memberikan waktu yang sangat singkat pada negara-negara untuk memutus hubungan ini, memperingatkan siapa pun yang terus membantu Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.

    Ini terjadi saat nilai tukar satu dolar AS setara dengan sekitar 2 juta Rial Iran, terendah dalam sejarah mata uang negara tersebut. Presiden Trump menyatakan hal itu di Truth Social, berkata “Iran benar-benar runtuh. Kami menang melawan semua pihak, termasuk Iran, yang negaranya sedang berada dalam spiral kematian ekonomi dan militer.”

    Presiden Trump telah memperingatkan China secara khusus agar tidak membantu Iran, mengingat rezim itu secara historis membeli sekitar 90% minyak mentah Iran.

    China adalah pembeli terbesar minyak Iran, dengan perkiraan 1,38 juta barel per hari pada tahun 2025. Pada bulan April, Departemen Keuangan memberi sanksi ke kilang independen China karena membeli minyak Iran senilai miliaran dolar. AS juga memperingatkan bank-bank China akan sanksi sekunder jika memfasilitasi perdagangan minyak Iran.

    Namun selama dekade terakhir, Beijing telah menciptakan sistem “ring fence” bagi para pengolah minyak. Mereka terutama memproses minyak Iran dan tidak banyak terpapar pada pasar AS. China juga menyatakan bahwa mereka “dengan tegas menentang sanksi sepihak yang ilegal.”

  • Strategi Energi AS Warnai Rencana Perundingan dengan China

    Strategi Energi AS Warnai Rencana Perundingan dengan China

    Senin kemarin, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memastikan bahwa Presiden Trump akan mengunjungi Beijing pertengahan Mei ini untuk sebuah pertemuan penting dengan Xi Jinping. Sementara itu, AS terus menekan Tehran dengan memutus jalur ekspor minyak yang selama ini merupakan sumber pendapatan utama pemerintah Iran. Hal ini untuk memperkuat posisi tawar Amerika di pasar energi dunia.

    [Menteri Keuangan AS, Scott Bessent]:

    “Kami sedang mencekik rezim itu agar tak mampu membayar gaji tentaranya.”

    AS telah memblokir kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz selama lebih dari 20 hari, memberikan pukulan telak bagi Korps Garda Revolusi Islam Iran yang menguasai hampir setengah dari ekspor minyak Iran. Sebagian besar minyak tersebut diangkut ke China melalui “armada gelap ‘shadow fleet’. Operasi penertiban oleh AS telah mencegat seluruh pengiriman ke China, mengagalkan pengiriman sekitar 1,7 juta barel minyak Iran setiap harinya.

    [Menteri Keuangan AS, Scott Bessent]:

    “Selama ini China mendanai mereka lewat pembelian energi. Kami telah mendesak China untuk berhenti, dan kami juga telah meningkatkan tekanan kepada siapa pun yang mencoba mengirimkan dana ke Iran untuk membantu IRGC.”

    AS terus menekan hubungan China dan Iran di sektor energi. Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah perusahaan penyulingan China, Hengli Petrochemical. Pejabat AS mengatakan perusahaan tersebut mendapatkan minyak dari Iran melalui “armada gelap”.

    Disaat bersamaan, sebuah pergeseran tengah berlansung di Timur Tengah. Uni Emirat Arab mengumumkan pengunduran dirinya dari OPEC, sebuah langkah yang berpotensi mengguncang kendali jangka panjang organisasi itu atas produksi minyak dunia. Seorang pakar memprediksi keluarnya UEA dapat membuka pintu pasokan ke pasar dan mendorong negara lain mengikuti jejaknya. Hal ini akan memicu persaingan baru yang mendorong harga minyak jauh lebih rendah.

    Sementara itu, Venezuela kini muncul sebagai mitra baru AS dan terus meningkatkan kapasitas produksinya. Ekspor minyak AS sendiri juga terus meluas.

    [Menteri Keuangan AS, Scott Bessent:]

    ” Ekspor energi AS kini mencetak rekor tertinggi. Berkat kebijakan Presiden Trump, AS kini adalah raksasa energi dunia.”

    Secara keseluruhan, peta energi dunia tengah mengalami pergeseran jelang persiapan AS melakukan negosiasi dengan Beijing. Kami akan terus memantau apakah strategi energi ini berhasil setelah pertemuan tersebut.

  • Sanksi Baru AS ke Perusahaan Kilang Minyak China Beli Minyak Iran

    Sanksi Baru AS ke Perusahaan Kilang Minyak China Beli Minyak Iran

    Pemerintahan Trump kembali menekan sumber kehidupan ekonomi Iran, dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan penyulingan minyak China yang dituduh membeli minyak mentah Iran. Departemen Keuangan AS mengumumkan hal ini pada hari Jumat, mengatakan tujuannya adalah untuk memutus pendapatan minyak Tehran dan memutus jaringan armada tanker bayangan.

    Serangan ekonomi AS sedang berlangsung penuh. AS memperingatkan negara-negara dan perusahaan yang mendanai Iran untuk menghentikan aktivitas tersebut atau dikenai sanksi sekunder.

    Sebuah kilang minyak swasta besar China, Kilang Minyak dan Petrokimia Heng Li termasuk diantara yang dikenai sanksi. Departemen Keuangan AS mengatakan pada hari Jumat bahwa Heng Li adalah salah satu pembeli terbesar minyak Iran yang dikenai sanksi, dengan pembelian mencapai miliran dolar.

    Hari Senin, Beijing menanggapi dengan keras, menyatakan akan melindungi perusahaan-perusahaan China.

    Pabrik kilang minyak Heng Li membantah melakukan perdagangan dengan Iran dan berkata akan beralih ke bank China untuk pembayaran di masa depan sebagai akibat sanksi AS.

    Kilang minyak swasta China ini yang juga dikenal sebagai “kilang teko” menyumbang sepertiga dari industri pengolahan minyak di China. Mereka membeli dan memproses minyak mentah berdiskon Iran, dan pembeliannya tidak dicatat oleh data bea cukai China.

    Sebelum blokade AS, sekitar 80-90% ekspor minyak mentah Iran telah ditujukan ke China.

  • Trump: Kapal Iran yang Disita Membawa ‘Hadiah dari China’

    Trump: Kapal Iran yang Disita Membawa ‘Hadiah dari China’

    Situasi memanas setelah AS menyita sebuah kapal Iran bernama Touska yang berangkat dari China. Presiden Trump menanggapi pertanyaan mengenai apa yang ada di dalam kapal tersebut pada hari Selasa.

    [Presiden Trump]:

    “Kami menangkap sebuah kapal kemarin yang mengangkut beberapa barang yang tidak terlalu baik, mungkin hadiah dari China, saya tak tahu. Tapi saya terkejut karena saya berhubungan baik, saya pikir saya ada kesepahaman dengan Presiden Xi.”

    Kapal Touska mencoba menerobos blokade AS meski telah diberi peringatan berulang kali untuk berbalik arah.

    Kapal ini memiliki beberapa tanda bahaya, pertama, ia adalah bagian dari perusahaan pelayaran milik negara Iran yang dikenai sanksi oleh AS, Inggris dan Uni Eropa. Sanksi dikenakan karena perusahaan kapal memfasilitasi aktivitas ilegal Iran, dan juga sering mengunjungi China.

    Data maritim menunjukkan kapal menghabiskan sebagian besar waktu tahun lalu berlayar antara China dan Iran. Baru-baru ini kapal Touska juga singgah di Shanghai dan Zhuhai, terutama di pelabuhan Gaolan. Tempat itu adalah pusat industri berat dan penyimpanan bahan kimia cair untuk bahan bakar roket padat rudal balistik.

    Presiden Trump mengatakan beberapa hari yang lalu bahwa pemimpin China Xi Jinping telah memberinya jaminan bahwa China tidak akan memasok senjata ke Iran. Sebelum itu, Trump mengancam tarif 50% terhadap China jika terbukti melakukan hal sebaliknya.

    Pekan lalu, muncul laporan bahwa satelit mata-mata China kemungkinan membantu Iran memantau dan berpotensi menargetkan aset militer AS di Timur Tengah. Laporan intelijen CNN sebelumnya menyebutkan China sedang bersiap mengirim rudal bahu ke Iran di tengah perang.

    Masih belum ada konfirmasi resmi dari Iran mengenai pembicaraan damai tahap kedua. Presiden Trump mengatakan operasi militer kemungkinan akan dilanjutkan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

  • China Gunakan ‘Armada Bayangan’ Hindari Sanksi Minyak: Laporan

    China Gunakan ‘Armada Bayangan’ Hindari Sanksi Minyak: Laporan

    Sebuah laporan dari komite yang berfokus pada China mengungkap detail baru tentang bagaimana Partai Komunis China menghindari sanksi minyak AS dan membantu mendukung perekonomian Iran, Rusia, dan Venezuela.

    Ketua Komite Pilihan tentang PKC membagikan laporan baru yang mengungkap bagaimana rezim China menjaga perekonomian Iran dan Rusia tetap stabil sambil memicu agenda otoriternya sendiri. Selama bertahun-tahun, Partai Komunis China menggunakan armada bayangan untuk membeli minyak murah dari negara-negara otoriter seperti Iran, Venezuela, dan Rusia. Armada bayangan adalah kapal-kapal tua yang menghindari deteksi, terkadang mengubah bendera asalnya.

    Laporan menemukan bahwa kapal-kapal yang disita dari armada bayangan telah mengirimkan sekitar 70 juta barel minyak mentah yang dikenai sanksi ke China. Rezim menggunakan cara ini untuk menimbun cadangan minyak strategis yang sangat besar, sekitar 1,2 miliar dolar pada awal tahun 2026.

    Selain kapal-kapal dibuat tidak terdeteksi, metode pembayarannya pun demikian. Para penyelidik mengatakan dalam kasus Iran, pembayaran minyak disamarkan sebagai proyek konstruksi, pembangunan bandara, kilang minyak dan jalan raya di Iran.

    Para penulis laporan berkata operasi Epic Fury telah sangat mengurangi armada bayangan China, tetapi menambahkan China mungkin akan terus menggunakan infrastruktur yang dibangunnya selama beberapa tahun terakhir. Para penyelidik komite mengungkapkan rezim China membangun sistem komando di armada bayangan, yang sering diawaki oleh personel militer dan intelijen China dan Rusia.

    Mereka memperingatkan sistem tak hanya dipakai untuk memperdagangkan minyak ilegal, tetapi juga untuk memindahkan peralatan, personel, atau senjata sensitif secara diam-diam.

    Komite memberi beberapa saran untuk di masa mendatang, yaitu memberi sanksi pada pelabuhan yang menerima armada bayangan, menetapkan program penghargaan bagi pelapor atau whistleblower serta mengarahkan komisi perdagangan untuk melakukan investigasi.

  • China Menghadapi Lonjakan Harga Bahan Bakar Terbesar Tahun Ini

    China Menghadapi Lonjakan Harga Bahan Bakar Terbesar Tahun Ini

    Pengemudi di Beijing membanjiri SPBU atas kenaikan harga bahan bakar terbesar tahun ini, yaitu tambahan 13 dolar untuk pengisian standar. Ini terjadi meskipun ada pelonggaran harga minyak Brent saat pasar bereaksi atas terobosan diplomatik antara AS dan Iran.

    Hari Senin, Beijing mengeluarkan perintah darurat yang menaikkan harga bensin dan solar lebih dari 160 dolar per ton. Ini adalah kenaikan harga bahan bakar kelima China tahun ini dan yang terbesar sejauh ini. Para pejabat berkata tanpa intervensi pemerintah, harga akan melonjak ke lebih dari 300 dolar per ton.

    Di hari yang sama, pasar global mulai mendingin. Minyak mentah turun sekitar 10 dolar setelah Presiden Trump mengumumkan percakapan yang baik dan produktif dengan Iran selama akhir pekan. Ini adalah terobosan untuk mengurangi tekanan pada harga minyak global.

    [Presiden Trump]:

    “Hidup saya adalah kesepakatan, hanya itu yang saya lakukan. Jadi mereka menelepon, bukan saya, tapi mereka yang menelepon. Mereka mau membuat kesepakatan. Dan kami sangat bersedia membuat kesepakatan. Itu harus jadi kesepakatan yang baik, tanpa perang, tanpa senjata nuklir lagi.”

    Jumat lalu, Departemen Keuangan AS mengeluarkan pengecualian yang memungkinkan sebagian minyak Iran yang dikenai sanksi memasuki pasar global.

    Sekitar 140 juta barel yang sedang berada di laut diizinkan untuk dijual, cukup untuk 10 hingga 14 hari pasokan global. Sebagian besar dijual ke China dengan diskon besar. Pengecualian akan berlaku selama 30 hari.

    [Presiden Trump]:

    “Ada kapal-kapal di luar sana yang sarat dengan minyak. Daripada menyimpannya di sana, saya lebih suka melihatnya masuk ke sistem. Sejumlah kecil uang yang diterima Iran tak akan membuat perbedaan dalam perang ini. Tetapi saya ingin sistemnya dilumasi.”

    Meskipun minyak Iran yang dibeli dengan diskon besar telah sedikit naik harganya setelah AS mencabut sanksi, impor ini hanya menyumbang sekitar 13% dari total pembelian minyak China.

    Patokan global minyak mentah Brent turun karena pasokan meningkat, membantu mengurangi biaya energi China secara keseluruhan. Namun bagi pengemudi sehari-hari di China, biaya bahan bakar terasa lebih berat.

  • A.S. Akan Cabut Sanksi Minyak Iran Demi Turunkan Harga Minyak

    A.S. Akan Cabut Sanksi Minyak Iran Demi Turunkan Harga Minyak

    Washington mengambil metode baru yang berani untuk menurunkan harga minyak. Menteri Keuangan AS Scott Bessent  mengumumkan pada hari Kamis bahwa AS akan mencabut beberapa sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia. Langkah ini akan secara khusus menargetkan pengiriman murah yang saat ini menuju China.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Dalam beberapa hari mendatang, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan. Jumlahnya sekitar 140 juta barel. Jadi tergantung bagaimana Anda menghitungnya, itu adalah pasokan selama 10 hari hingga dua minggu yang telah diekspor oleh Iran. Itu semuanya akan dikirim ke China. Pada intinya, kami akan menggunakan barel minyak Iran untuk melawan Iran guna menjaga harga tetap rendah selama 10 atau 14 hari ke depan. Dan di Departemen Keuangan, kami mencabut sanksi terhadap minyak Rusia. Kami tahu bahwa ada sekitar 130 juta barel dalam perjalanan dan kami menciptakan pasokan yang berada di luar Selat Hormuz.”

    Bessent mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan pasokan global setelah terjadi kemacetan di Selat Hormuz, sambil mengecam Beijing karena memicu teror global dengan mendanai Iran.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Iran adalah kepala ular terorisme global. Mereka adalah negara sponsor terorisme terkemuka dan China telah membeli 90-95% minyak Iran. Jadi mereka mendanai sponsor utama terorisme global. Mereka mendapatkan diskon dengan membeli minyak itu.”

    Bessent mengecam China, mengatakan bahwa negara itu sekali lagi menunjukkan jati dirinya di tengah ketegangan minyak global.

    [Scott Bessent, Menkeu AS]:

    “Ada China yang sekali lagi membuktikan diri sebagai pemasok yang tidak dapat diandalkan. Inilah mengapa AS bertekad untuk tidak melakukan pemisahan melalui perdagangan, tetapi kami butuh pemisahan strategis. Dan apa yang telah dihentikan ekspornya oleh China selama konflik Iran adalah mereka telah menghentikan ekspor semua produk olahan ke seluruh dunia.”

  • Kargo Kapal China Tidak Jamin Akses Aman Selat Hormuz

    Kargo Kapal China Tidak Jamin Akses Aman Selat Hormuz

    Iran telah secara drastis mengurangi pengiriman melalui Selat Hormuz. Lalu lintas melalui jalur air itu telah anjlok sejak perang dimulai dua minggu lalu, yang biasanya dilalui sekitar 20% minyak dunia.

    Sejak konflik dimulai, setidaknya 19 kapal komersial telah diserang di wilayah itu. Hanya segelintir kapal non-Iran yang berhasil melewatinya. Beberapa kapal bahkan mengaku sebagai milik China atau minyak mentah China, asli atau palsu, menghindari menjadi sasaran. Namun, salah satu target terbaru justru adalah kapal kargo milik China bernama Source Blessings. Kapal dihantam pada dini hari Kamis di dekat selat.

    Ini berarti mengakui diri sebagai kapal China tidak menjamin keamanan sepenuhnya. China adalah pembeli minyak mentah Iran terbesar, dan para analis berkata ini mungkin jadi alasan kapal-kapal memberi sinyal hubungan dengan Beijing.

    Masih tidak jelas apakah Iran akan mengizinkan kapal penghubung China akses yang lebih aman.

  • Trump: 28 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz Dihancurkan

    Trump: 28 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz Dihancurkan

    Pada hari Rabu, Trump mengatakan AS telah menyerang 28 kapal penebar ranjau Iran sejauh ini. 16 di antaranya diserang sehari sebelumnya. Menurut Komando Pusat, mereka adalah bagian dari kapal-kapal Iran yang dihancurkan oleh AS.

    Komando Pusat AS memposting video serangan ke kapal-kapal tersebut di X kemarin. Postingan berkata pasukan AS menghancurkan beberapa kapal angkatan laut Iran pada 10 Maret, termasuk 16 kapal penebar ranjau di dekat Selat Hormuz. Hampir seperlima minyak dunia melewati Selat Hormuz. Dalam postingan di Truth Social sebelumnya, Presiden Trump memperingatkan bahwa ranjau apa pun yang diletakkan di selat oleh Iran harus segera disingkirkan, mengancam konsekuensi militer jika Tehran tidak patuh.

    Presiden Trump berkata AS menyerang rezim Iran lebih keras dari hampir semua negara yang pernah diserang dalam sejarah, dan ini belum selesai. Koresponden NTD Mari Otsu melaporkan.

    Komando Pusat AS pagi ini berkata pasukan AS terus memberikan pertempuran dahsyat pada rezim Iran. Laksamana Bradley Cooper mengatakan kekuatan tempur Iran menurun, sementara AS berfokus pada tujuan militer yang ditetapkan Presiden Trump.

    Cooper juga mengumumkan dalam 12 hari terakhir, AS telah menyerang lebih dari 5.500 target di dalam Iran, termasuk lebih dari 60 kapal Angkatan Laut dengan berbagai sistem senjata presisi. Presiden Trump memberitahu Axios hari ini bahwa hampir tidak ada lagi yang tersisa untuk ditargetkan di dalam rezim tersebut.

    [Presiden Trump]:

    “Kami telah menyerang mereka lebih keras dari hampir semua negara dalam sejarah. Dan kami belum selesai. Kami menghancurkan hampir semua kapal ranjau mereka dalam satu malam. Kami sudah sampai di kapal nomor 60, saya tidak sadar mereka punya angkatan laut sebesar itu. Saya katakan itu besar dan tidak efektif. Setiap kapal mereka, hampir semua angkatan laut mereka telah hilang ke dasar laut.”

  • Minyak Iran Masih Mengalir ke China Lewat Selat Hormuz

    Minyak Iran Masih Mengalir ke China Lewat Selat Hormuz

    Di tengah perang, Iran terus mengirimkan sejumlah besar minyak mentah melalui Selat Hormuz ke China. Menurut pelacak kapal tanker, hampir 12 juta barel minyak Iran telah melewati selat sejak perang dimulai, termasuk 2 juta barel pada hari Senin. Pelacak kapal menunjukkan beberapa kapal berhasil melewati selat itu dengan mendaftarkan diri sebagai kapal China. Kapal Turki juga dilaporkan mendapat pengecualian serupa. Analis menduga Beijing mungkin telah mencapai kesepakatan dengan Tehran sebagai imbalan pasokan minyak bumi ke Iran, penyediaan peralatan militer dan intelijen.

    Dua kapal Iran baru-baru ini berangkat dari pelabuhan Gaolan di China tenggara. Washington Post melaporkan Gaolan adalah pelabuhan untuk memuat bahan kimia, termasuk prekursor bahan bakar roket padat yang dibutuhkan Iran untuk program rudalnya. Iran juga telah mengirim produk gas dan minyak dengan setidaknya 11 kapal tanker lainnya yang mencapai China sejak 28 Februari.