Di era modernisasi, penggunaan obat bius (epidural) saat persalinan sudah dianggap wajar, sehingga sebagian besar dokter berasumsi bahwa setiap calon ibu yang menjalani proses persalinan pasti membutuhkannya. Kehadiran lembaga persalinan medis di masyarakat membuat wanita lupa bahwa proses melahirkan adalah pengalaman alami yang, dalam banyak kasus, tidak memerlukan intervensi medis. Sudah puluhan tahun wanita menjalani proses kelahiran alami. Sebab tubuh mereka memang dirancang untuk itu. Mari kita lihat beberapa alasan mengapa banyak wanita memilih untuk melahirkan secara alami.
- Persalinan alamiah butuh waktu lebih pendek
Epidural atau jenis obat bius lain acapkali memperlambat proses kelahiran karena mengganggu fungsi alamiah tubuh selama persalinan dan memperlambat kontraksi. Ini berdampak pada waktu persalinan itu sendiri. Selain itu, wanita tidak bisa merasakan kontraksi dan tak tahu kapan harus mendorong. Dengan tidak mengejan pada waktu yang tepat atau tanpa kekuatan yang memadai, akan menghambat proses persalinan.
2. Epidural Meningkatkan Penggunaan Intervensi Medis
Bius epidural menyebabkan calon ibu kesulitan mengejan dan memperpanjang proses persalinan, sehingga memaksa dokter untuk menggunakan Pitocin (oksitosin – stimulan uterus), vakuum atau forceps untuk menggerakkan janin melalui jalan lahir. Selain itu, perlu memonitor janin untuk memantau denyut jantungnya. Dan ini biasanya memerlukan alat yang menempel pada kulit kepala bayi. Jika ada masalah yang berhubungan dengan detak jantung atau komplikasi lain, operasi caesar dapat segera dilakukan. Meskipun penggunaan epidural tidak selalu menghasilkan komplikasi ini, namun meningkatkan kemungkinan adanya intervensi.
3. Menyusui dengan Mudah
Bayi yang dilahirkan melalui persalinan alami lebih tajam dan lebih menunjukkan minat untuk menyusu begitu lahir. Banyak wanita tidak menyadari obat bius yang masuk ke tubuh juga akan diteruskan ke janin dan dapat memengaruhi hasil menyusui. Karena itu, banyak bayi yang dilahirkan sedikit “terbius”. Ini mengganggu perilaku menyusu bawaan, yang biasanya langsung terekspresi sesaat setelah lahir. Sudah lazim bagi bayi yang terpengaruh epidural mengalami kesulitan dalam aktivitas menghisap/ menelan selama berjam-jam bahkan berhari-hari.
4. Persalinan Alami Lebih Sehat bagi Ibu dan Bayi
Karena epidural memperlambat persalinan, seorang wanita lebih mungkin diberi tetesan Pitocin untuk mempercepat kontraksi. Kontraksi akan datang begitu kuat dan cepat sehingga dia hanya memiliki sedikit waktu untuk pulih dalam jeda tersebut, mengakibatkan lebih sedikit oksigen yang mencapai janin. Epidural juga meningkatkan kemungkinan demam yang pemberian antibiotik.
5. Waktu Pemulihan Lebih Cepat
Wanita yang menjalani persalinan alami sering merasa lebih energik begitu persalinan selesai dikarenakan tidak ada obat bius, tabung atau jarum yang menempel di bagian tubuh, ibu dapat bangun segera setelah melahirkan, berjalan atau bahkan mandi. Perasaan gembira yang dialami, disebabkan oleh pelepasan endorfin dalam tubuh selama persalinan. Endorfin adalah hormon penenang dan penghilang rasa sakit yang diproduksi tubuh secara alami ketika berhadapan dengan rasa sakit. Penelitian menunjukkan tubuh tidak akan melepaskan endorfin sebanyak mereka yang menggunakan bius.
6. Koneksi akan Pengalaman Melahirkan
Jika selama persalinan tidak menggunakan obat, para wanita akan sadar sepenuhnya saat mengalami proses tersebut. Mereka akan secara intens terhubung dengan tubuh mereka dan dengan proses melahirkan itu sendiri. Obat-obatan penghilang rasa sakit seringkali menumpulkan perasaan seorang wanita. Banyak wanita melaporkan ketidakpuasan dengan pengalaman melahirkan ketika mereka tidak sepenuhnya waspada saat pertama kalinya bayi keluar kandungan.
7. Persalinan Alamiah membuat Percaya Diri
Seringkali, wanita yang menjalani persalinan alami merasa sangat bersemangat dan percaya diri. Mampu melahirkan secara alami, dan berhasil melewati tuntutan ekstrim saat persalinan, seringkali membuat wanita merasa lebih tegar dan tidak terlalu takut dalam menghadapi tantangan lain dalam hidup. Wanita sering menggunakan kata-kata seperti “tegar” dan “tangguh” untuk menggambarkan perasaan mereka setelah persalinan alami.
Dalam beberapa tahun terakhir kita mulai sering melihat fenomena wanita melahirkan secara alami. Banyak wanita merasa bahwa melahirkan secara alami hanyalah bagian dari pola hidup sehat. (epochtimes/lilianpresti/feb/may)
