Payudara memegang peranan penting dalam kehidupan kaum hawa terutama fungsi biologis dalam menyediakan sumber makanan vital bagi bayi yang baru lahir.
Terlepas dari ukuran atau bentuknya, kesehatan payudara penting bagi semua wanita. Seiring berjalannya usia, bagi sebagian orang, perubahan bentuk payudara masih dianggap normal, sementara yang lain mungkin terdapat indikasi gejala penyakit serius seperti kanker payudara. Dalam beberapa kasus, para wanita dapat mendeteksi sendiri perubahannya, sementara prosedur pencitraan seperti mammogram, MRI, atau ultrasound mungkin dibutuhkan untuk deteksi lebih lanjut.

Jika Anda seorang wanita, penting untuk mengamati perubahan pada payudara dan menindaklanjuti dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut hasil survei, hanya 42% wanita yang yakin akan gejala munculnya kanker. Ini menandakan bahwa hal ini patut mendapat perhatian lebih.
Berikut 9 gejala yang wajib diperhatikan, beberapa diantaranya adalah perubahan normal, sementara yang lain perlu perhatian khusus:
Ukuran payudara membesar
Membesarnya ukuran payudara bisa disebabkan faktor periodik seperti masa pubertas atau kehamilan dimana terjadi perubahan hormon seperti pembengkakan selama pramenstruasi atau selama mengonsumsi kontrasepsi. Bisa juga disebabkan oleh faktor umum seperti penambahan berat badan, karena kelenjar payudara terutama terdiri dari lemak. Jaringan kelenjar dan tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak disini.
Namun apabila peningkatan ukuran payudara bukan akibat dari faktor-faktor diatas, maka mungkin ada indikasi masalah serius seperti yang akan dibahas berikut.
Ukuran payudara menyusut
Perubahan hormon juga dapat menyebabkan ukuran payudara menyusut, dapat terjadi pada tahap-tahap tertentu, seperti selama menopause atau tahap akhir menstruasi, atau bisa juga akibat dari penurunan berat badan. Namun, jika satu payudara menyusut sementara yang lain tetap berukuran sama, mungkin merupakan tanda tumor berkembang di sekitar dinding dada, menarik jaringan payudara dan membuat payudara tampak lebih kecil. Jika Anda merasa ini terjadi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran medis.
Gatal atau iritasi di bawah payudara

Ada banyak penyebab gatal atau iritasi di bawah payudara, seperti mengenakan bra yang tidak terpasang dengan benar atau bra yang tidak bersih. Namun, jika ruam menyertai gatal itu pertanda infeksi jamur. Infeksi jamur umum yang sering terjadi di bawah payudara, atau pada lipatan kulit lainnya, adalah candida, dan dapat diobati secara efektif dengan krim antijamur, yang dapat menghilangkan rasa gatal dan iritasi.
Sebagian besar, ruam tidak bersifat kanker, tetapi kanker payudara inflamasi (IBC) adalah bentuk langka dari penyakit yang mungkin tampak seperti ruam atau iritasi kulit. Dalam kedua kasus, jika berlangsung terlalu lama, segera periksakan ke dokter.
Benjolan di areola
Areola, atau daerah melingkar yang mengelilingi puting payudara, bisa bergelombang karena berbagai alasan. Sebagian besar terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan. Namun, jika bukan karena kehamilan, benjolan ini bisa menjadi tanda dari jenis kanker payudara yang disebut ductal carcinoma in situ, yang merupakan bentuk kanker payudara stadium awal yang sangat dapat diobati.
Puting berwarna gelap atau berubah warna
Seringkali, perubahan warna pada puting susu adalah akibat dari perubahan hormon yang berhubungan dengan pubertas, gejala pramenstruasi, atau kehamilan. Namun, penggelapan dan perubahan warna juga dapat disebabkan oleh penyakit Paget, jenis kanker payudara yang langka.
Penyakit Paget selalu mulai muncul di area puting dan menyebabkan puting menjadi berwarna gelap. Karakteristik lain dari jenis kanker ini termasuk perataan puting, keluarnya cairan kuning atau darah pada puting, area sekitar putting gatal, atau kulit sekitar puting menebal dan berkerak. Jika Anda melihat tanda-tanda seperti itu, silakan berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.
Nyeri dan gatal pada puting

Salah satu penyebab paling umum dari rasa sakit pada puting adalah memakai pakaian dalam yang tidak pas atau ketat. Kehamilan atau menyusui juga dapat menyebabkan rasa sakit pada puting. Selain itu, puting yang sakit atau gatal dapat disebabkan oleh infeksi seperti mastitis, di mana bakteri masuk dalam kulit melalui celah atau retakan pada jaringan puting.
Sakit atau nyeri yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda awal kanker payudara, dan harus dapat dideteksi sebelum benjolan muncul. Dalam kasus seperti itu, segera jadwalkan janji temu dengan dokter.
Stretch mark
Stretch mark pada payudara bisa merupakan hasil dari pubertas, kehamilan, pertambahan berat badan, atau perubahan hormon. Namun, stretch mark tidak boleh diabaikan dalam kasus-kasus tertentu di mana hal itu mungkin merupakan indikasi diabetes atau bahkan kondisi adrenal.
Diabetes dapat menyebabkan stretch mark ketika kadar glukosa darah yang tidak terkontrol memengaruhi produksi kolagen. Kondisi adrenal seperti sindrom Cushing mungkin memiliki efek yang sama ketika peningkatan jumlah hormon “stres” kortisol diproduksi.
Rambut payudara
Puting berbulu mungkin belum pernah terdengar sebelumnya. Ada beberapa penyebab. Menurut Healthline, kondisi lain seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan hormon reproduksi atau gangguan adrenal seperti sindrom Cushing seperti yang dijelaskan sebelumnya, dapat menyebabkan pertumbuhan rambut abnormal pada payudara.
Vena pada payudara

Vena yang tampak jelas pada kulit payudara bisa jadi akibat dari beberapa hal, terutama selama kehamilan, volume darah mengalami peningkatan 20 hingga 40 persen, atau selama menyusui ketika volume ASI dapat menyebabkan urat nadi terlihat. Penyebab lain adalah kanker jinak atau gejala non-kanker seperti penyakit Mondor (peradangan pembuluh darah di payudara) atau pseudoangiomatous stromal hyperplasia (PASH).
Ada jenis kanker payudara langka, kanker payudara radang (IBC), dapat menyebabkan gejala yang tampak menyerupai pembuluh darah. Jika vena muncul bersamaan dengan kelainan payudara lain dan bukan karena keadaan normal seperti kehamilan atau menyusui, segera konsultasikan dengan dokter.
Sanggahan: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis profesional. (epochtimes/rubymei/feb/may)
