Kesehatan

Kemampuan Push-Up Dapat Mengindikasikan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah push-up yang dapat dilakukan pria di ruang pemeriksaan dokter merupakan prakiraan yang baik tentang risiko terkena penyakit jantung di tahun-tahun mendatang.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.100 petugas pemadam kebakaran pria selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa risiko atherosclerosis (adalah penyakit saluran darah dimana terjadi sumbatan akibat terbentuknya plak) dan kejadian kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung adalah 96 persen lebih rendah untuk pria yang mampu melakukan 40 atau lebih push-up selama waktu tes, dibandingkan dengan pria yang hanya mampu melakukan kurang dari 10.

Temuan ini dapat memudahkan tes untuk risiko penyakit jantung, kata penulis utama studi tersebut Dr. Justin Yang, peneliti di Harvard’s T. H. Chan School of Public Health di Boston.

“Push-up bisa menjadi metode sederhana dan bebas biaya untuk menilai kapasitas fungsional seseorang dan memprediksi risiko kardiovaskular di masa mendatang”, kata Yang. “Untuk dokter, ini sangat penting karena banyak hasil tes bervariasi, sangat mahal dan menghabiskan waktu. Ini dapat dilakukan dalam satu menit”.

Untuk melihat kemungkinan penyakit jantung, Yang dan rekan-rekannya merekap data 1.104 petugas pemadam kebakaran antara 2 Februari 2000 hingga 12 November 2007. Selain kemampuan push-up, sejumlah pengukuran lain dicatat pada saat yang sama seperti usia, VO2 max (tingkat maksimum oksigen yang dikonsumsi selama latihan intens), tinggi, berat, detak jantung istirahat, tingkat tekanan darah, kadar kolesterol, kadar gula darah dan status merokok.

Usia rata-rata petugas pemadam kebakaran adalah 39,6 tahun dan indeks massa tubuh rata-rata (BMI, rasio berat terhadap tinggi) adalah 28,7, ini berada dalam kisaran “kelebihan berat badan”. “Sebagai pemadam kebakaran yang umumnya digambarkan berotot dan sangat bugar, kami cenderung menganggapnya berbeda dari yang lain, tetapi kelompok ini ternyata tidak berbeda dengan penduduk lainnya”, kata Yang. “Setengah dari mereka kelebihan berat badan atau terlalu gemuk”.

Menurut laporan di JAMA Network Open, selama periode penelitian ditemukan 37 hasil terkait penyakit kardiovaskular di antara mereka.

Yang mengatakan bahwa selain faktor-faktor seperti usia, BMI dan VO2 yang dapat digunakan untuk memperkirakan risiko kejadian penyakit kardiovaskular, push-up adalah indikator terkuat.

Salah satu kelebihan dari studi baru ini adalah bahwa studi ini bergantung pada ukuran kekuatan bukan laporan diri dari aktivitas fisik, kata Kerry Stewart, seorang profesor kedokteran dan direktur fisiologi latihan klinis dan penelitian di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins di Baltimore, Maryland.

Stewart memperkirakan bahwa kemampuan push-up pria hanyalah sebuah penanda tingkat kebugaran mereka. Stewart yang tidak terlibat dalam penelitian ini berkata “Anda harus cukup sehat untuk melakukan banyak push-up”, “Anda harus melakukan sejumlah latihan yang baik secara teratur untuk dapat mencapai push-up 40 atau lebih”.

Stewart juga mengatakan bahwa kebugaran berhubungan dengan sejumlah faktor seperti tekanan darah, kadar kolesterol dan lemak perut. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya latihan resistensi dan aerobik.

Dennis Bruemmer, seorang profesor kedokteran dan ahli jantung di Heart and Vascular Institute di University of Pittsburgh Medical Center di Pennsylvania menyatakan tidak terkejut dengan temuan ini. Bruemmer berkata “Kami telah lama mengetahui bahwa kurang aktivitas fisik merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan terkait dengan hasil lain yang buruk”, “Sebaliknya, aktivitas fisik mengurangi risiko kardiovaskular”.

Bruemmer yang tidak terlibat dengan studi ini juga mengatakan bahwa penelitian baru ini menggarisbawahi pentingnya mengikuti pedoman terkini dari American Heart Association yang merekomendasikan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang per minggu. Latihan semacam itu, “dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam lingkungan tempat kerja dan harus menjadi bagian dari keseimbangan kehidupan kerja”, kata Bruemmer dalam email kepada Reuters. (reuters/lindacaroll/bud/may)

slot gacor

situs slot gacor