Anak mengalami diare, barangkali adalah hal biasa. Namun bila feses-nya (tinja) disertai darah atau lendir feses encer namun cenderung sedikit dan gejala berlangsung selama beberapa hari, maka baiknya anda waspada. Apalagi diare tersebut diiringi gejala seperti keram perut, sakit pada area sekitar anus saat buang air besar, tubuh demam, mual atau muntah-muntah. Kemungkinan gejala-gejala tersebut ditimbulkan oleh infeksi pada saluran usus, atau disebut pula Disentri.
Disentri merupakan infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri atau amoeba, secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok: Disentri Basiler (diakibatkan bakteri Campylobacter, Shigella, Salmonella) dan Disentri Amoeba (infeksi yang ditimbulkan parasit bersel satu yang menghuni usus besar). Dari kedua jenis ini, Disentri Basiler adalah kasus yang lebih umum. Meskipun Disentri dapat menyerang orang dewasa pula, namun mayoritas penderita adalah anak-anak kecil.
Bagaimana menangani Disentri?
Bila menemukan gejala-gejala ini, segera periksakan anak anda ke dokter. Anak dengan disentri bisa mengalami dehidrasi (gejala dehidrasi pada anak dapat terlihat dari mulut yang kering, urin berwarna gelap), terlebih bila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Dehidrasi terjadi karena banyaknya cairan yang keluar melalui diare. Anak yang terkena Disentri sebaiknya diberi minuman yang cukup, terutama bila mereka mengalami demam. Infus diberikan bila anak mengalami dehidrasi berat atau sulit mendapat asupan makanan karena hilang nafsu makan. Selama anak mau makan dan minum dalam jumlah yang cukup, infus tidak perlu diberikan.
Selain penanganan dengan obat-obatan seperti antibiotika, juga perlu diperhatikan diet makanan lunak bergizi dan berprotein tinggi. Makanan yang di berikan hendaknya dalam porsi sedikit namun sering. Pemberian ASI sangat dianjurkan pada bayi yang mengalami Disentri.
Satu hal yang jangan dilupakan untuk pencegahan di kemudian hari adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan diri dimulai dengan mencuci tangan memakai sabun, tak hanya tangan anak tetapi juga orang tua serta pengasuh. Menjaga kebersihan air minum, air untuk mencuci, mandi; memerhatikan kehigienisan makanan seperti mencuci sayuran/buah-buahan, juga menjaga kebersihan toilet/kamar mandi.
(NTD Indonesia/ Nurhadi/ Dr. Ratna)
Artikel ini dimaksud sebagai informasi umum, tidak menggantikan konsultasi medis.
