Dengan berkembangnya kemajuan dalam ilmu kedokteran di masyarakat modern dan akses gratis ke informasi melalui Internet, orang semakin memperhatikan kesehatan dan kebugaran.
Harapan hidup manusia semakin panjang, tetapi risiko demensia menjadi lebih serius yang menjadi perhatian banyak orang. Flavonol dapat mengurangi risiko demensia. Seiring bertambahnya usia, daya ingat seseorang secara alami akan menurun.
Namun, demensia bukanlah sesuatu yang merupakan bagian normal dari penuaan. Ini adalah manifestasi dari penyakit otak, dan ada orang yang berusia kurang dari 65 tahunpun bisa menderita kondisi ini.
Banyak orang yang merasa khawatir dengan demensia. Orang dengan demensia tidak hanya memiliki kehidupan yang suram, tetapi kondisi ini juga membawa banyak masalah dan tekanan bagi keluarga dan pengasuhnya. Ada banyak penyebab demensia.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung flavonol dapat menurunkan risiko terkena kondisi ini. Karena makanan ini juga memiliki manfaat kesehatan tambahan, tidak ada salahnya menambahkannya ke dalam menu makanan Anda.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology yang dipimpin oleh Rush University di Chicago, asupan makanan kaya flavonol, termasuk teh hijau, tomat, dan sayuran hijau tua seperti kangkung dan bayam, dapat memperlambat kehilangan memori.
Sebuah penelitian lain yang diterbitkan di Neurology menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak makanan dengan flavonol memiliki penurunan yang lebih lambat dalam kemampuan mental secara keseluruhan. Seperti yang dilaporkan dalam Science Daily, penelitian ini menggunakan 961 orang dengan usia rata-rata 81 tahun yang tidak menderita demensia. Para subjek diminta untuk mengisi kuesioner diet setiap tahun dan menyelesaikan tes kognisi dan memori.
Penelitian ini juga menyelidiki tingkat pendidikan mereka, berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk melakukan aktivitas fisik, dan berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk aktivitas yang melibatkan mental seperti membaca atau bermain game. Rata-rata waktu tindak lanjut dari penelitian ini adalah 7 tahun. Berdasarkan kandungan flavonol dalam makanan subjek, mereka dibagi menjadi 5 kelompok, dengan asupan mulai dari 5 mg per hari hingga 15 mg per hari.
Setelah menyesuaikan faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, dan merokok, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki asupan flavonol tertinggi memiliki tingkat penurunan skor kognitif yang lebih lambat daripada mereka yang memiliki asupan terendah. Menurut penulis, hal ini mungkin disebabkan oleh sifat antioksidan dan antiinflamasi yang melekat pada flavonol.
Asupan harian rata-rata flavonol untuk orang dewasa Amerika adalah 16-20 mg. Perlu dicatat bahwa meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa asupan flavonol yang lebih tinggi dari makanan dikaitkan dengan penurunan kognitif yang melambat, hubungan langsung antara keduanya belum terbukti. Terlepas dari itu, para ahli gizi tetap menyarankan agar setiap orang mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran untuk menjaga kesehatan otak.
Kebanyakan orang telah mendengar tentang flavonoid. Flavonoid adalah senyawa yang ditemukan secara alami dalam banyak buah dan sayuran. Senyawa ini juga terdapat dalam produk tanaman seperti anggur, teh, dan cokelat hitam. Ada enam jenis flavonoid yang berbeda yang ditemukan dalam makanan. Flavonoid kaya akan antioksidan, dan memasukkan lebih banyak flavonoid dalam makanan Anda akan membantu tubuh Anda tetap sehat dan mengurangi risiko beberapa kondisi kesehatan kronis.
Flavonol adalah golongan flavonoid. Makanan yang mengandung flavanol, yang dapat Anda tambahkan ke dalam diet Anda untuk mencegah penurunan mental, termasuk kangkung, tomat, selada, brokoli, persik, beri, dan teh hijau. (nspirement)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
