Buah tropis yang lezat ini memiliki khasiat obat yang hanya diketahui sedikit orang
Mangga (Mangifera indica), anggota keluarga jambu mete, berasal dari kaki bukit Himalaya di India lebih dari 5.000 tahun yang lalu.
Mangga telah dihargai dalam pengobatan tradisional karena khasiat penyembuhannya yang sangat banyak. Seluruh bagian mangga, baik daun, kulit batang, daging, kulit, akar, dan bunga, memiliki potensi farmakologis. Ada lebih dari 300 varietas mangga yang berbeda di dunia.
Manfaat Mangga
Fitonutrien adalah zat yang diproduksi oleh tanaman untuk melindungi dirinya sendiri. Mereka termasuk karotenoid, flavonoid, kumarin, dan indol. Banyak senyawa bioaktif yang dikenal untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mengelola penyakit kronis dan termasuk sifat antikanker, antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus.
Senyawa ini memainkan peran penting dalam mengatasi peningkatan prevalensi sindrom metabolik — sekelompok faktor risiko yang terkait dengan perkembangan penyakit jantung, gagal jantung, stroke, dan diabetes. Hampir 1 dari 3 orang Amerika memiliki sindrom metabolik, menurut Dr. Chiadi E. Ndumele, ahli jantung di Johns Hopkins.
Jantung yang Lebih Sehat
Menurut American Heart Association, serat, vitamin, potasium, dan magnesium buah yang berair ini membantu mengurangi risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi. Mangiferin, antioksidan kuat yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada daun mangga, dikaitkan dengan berkurangnya peradangan jantung.
Mangga juga kaya akan vitamin C dan K. Vitamin C membantu tubuh menjaga pembuluh darah dan menyerap zat besi. Vitamin K, penting dalam pembentukan protrombin, sangat penting untuk pengaturan pembekuan darah.
Anti Kanker
Mangga kaya akan beta karoten, pigmen yang bertanggung jawab atas warna kuning-oranye cerahnya. Beta karoten adalah antioksidan yang dikenal untuk melawan radikal bebas perusak sel yang berpotensi menyebabkan kanker.
Menurut sebuah penelitian di Journal of Lipids, yang diterbitkan pada tahun 2017, mangiferin melindungi dari berbagai jenis kanker manusia, termasuk kanker paru-paru, usus besar, dan payudara, dengan menekan nekrosis tumor.
Studi menunjukkan bahwa ekstrak mangga yang mengandung fitokimia menghambat pertumbuhan, proliferasi, migrasi, dan invasi sel kanker payudara. Lebih banyak penelitian dan studi klinis diperlukan untuk mengeksplorasi potensinya sebagai agen terapeutik.
Kesehatan Otak Lebih Baik
Mangiferin telah terbukti meningkatkan memori pengenalan objek jangka panjang pada tikus. Dalam sebuah studi pada tikus yang diterbitkan dalam European Journal of Pharmacology, para ilmuwan menyarankan bahwa mangiferin memiliki potensi penggunaan pencegahan dan terapi pada penyakit gangguan memori, seperti skizofrenia, demensia, amnesia, dan Alzheimer.
Vitamin B6 dalam mangga dapat membantu fungsi otak dengan menurunkan kadar homosistein kimiawi yang tinggi, yang terkait dengan insiden demensia, Alzheimer, dan penurunan kognitif yang lebih tinggi, menurut Harvard School of Public Health.
Penurunan Berat Badan
Selain rendah lemak, mangga dapat membantu menurunkan berat badan karena kandungan seratnya yang kaya membantu meningkatkan sensasi kenyang. Satu studi melaporkan bahwa mangiferin melindungi tikus percobaan dari kenaikan berat badan akibat asupan tinggi lemak dan meningkatkan respons glukosa dan insulin, sehingga menurunkan risiko obesitas.
Mikrobioma Usus yang Lebih Sehat
Serat dan air dalam mangga dapat membantu menstabilkan sistem pencernaan, sehingga mencegah sembelit dan mengurangi risiko kanker usus besar dan rektal. Dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Nutrition pada tahun 2023, para peneliti di San Diego State University menemukan bahwa mengonsumsi mangga segar meningkatkan kesehatan usus dengan meningkatkan populasi bakteri usus penting tertentu.
Peningkatan Kualitas Tidur
Saat dimakan pada malam hari, mangga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Mangga kaya akan vitamin B6, yang merangsang serotonin untuk menghasilkan melatonin, hormon tidur. Triptofan konsentrasi tinggi, asam amino yang diubah menjadi serotonin, membuat mangga menjadi buah yang menyenangkan sekaligus menjadi prekursor melatonin. Kandungan magnesium yang tinggi pada mangga telah dikaitkan dengan membantu memerangi insomnia.
Kulit Lebih Sehat
Selain vitamin A dan E, vitamin C membantu proses penuaan alami kulit dengan melindunginya dari sinar UV dan kotoran polusi. Vitamin C juga meningkatkan produksi kolagen, memungkinkan kulit mempertahankan elastisitasnya. Antioksidan kuat dalam mangga menonaktifkan radikal bebas yang diketahui merusak kulit.
Kulit Mangga—Tangani dengan Hati-hati
Kulit mangga mengandung senyawa yang disebut urushiol, minyak yang dapat menyebabkan kulit pecah-pecah pada beberapa orang. Minyaknya ditemukan di daun, batang, akar, dan kulit, terutama di sekitar batang. Sebelum mengupas mangga, sebaiknya cuci dan gosok kulitnya dengan air hangat.
Tips Makan Mangga
- Untuk mendapatkan kualitas nutrisi, rasa, dan rasa yang terbaik, makanlah buah tropis segar dan tidak terlalu matang.
- Jika Anda makan mangga kering, ingatlah bahwa buah kering memusatkan kandungan gulanya.
- Meskipun kulit mangga dapat dimakan, namun rasanya pahit dan sulit dikunyah maupun dicerna.
- Simpan mangga pada suhu kamar dan makanlah dalam kondisi prima, karena buah yang terlalu matang akan kehilangan banyak nilai gizi dan kualitas untuk melawan penyakit segera setelah dipetik.
- Makan mangga bisa jadi sangat berantakan, tapi mungkin juga bisa menjadi teknik yang layak dipelajari. (sandra cesca/the epoch times/aus)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
VIDEO REKOMENDASI
