Kesehatan

Strategi Nutrisi untuk Mengatasi Sulit Fokus dan Mencegah Demensia

Demensia
Demensia. (Canva Pro)

Baru-baru ini perhatian tertuju pada fenomena brain fog (sulit fokuks) dan demensia, keduanya merupakan topik kesehatan yang penting dan memprihatinkan. Istilah brain fog dengan tepat menggambarkan keadaan di mana pikiran terasa kabur, menyebabkan kebingungan, disorientasi, dan kesulitan dalam melakukan tugas-tugas yang tadinya mudah dilakukan. Jika anda mengalami brain fog, itu tanda dari tubuh anda bahwa sudah waktunya untuk melakukan reset. Kondisi ini bukanlah suatu penyakit, melainkan keadaan tidak aktif atau crash sementara yang dapat diatasi dengan mengambil tindakan seperti tidur yang cukup, menstimulasi sel-sel otak, makan dengan baik, melatih kesadaran, dan melakukan aktivitas fisik.

Sebaliknya, penurunan kognitif yang disebabkan oleh demensia adalah tidak mudah ditangani. Demensia menimbulkan ancaman tidak hanya pada orang lanjut usia tetapi juga pada individu yang lebih muda, hal ini menunjukkan adanya degenerasi abnormal yang tidak hanya mempengaruhi orang lanjut usia. Di sisi lain, tidak semua orang yang menua pasti akan menderita demensia; banyak eksekutif senior yang tetap tajam dan memiliki kemampuan hingga usia lanjut.

Mengalami penurunan daya ingat seiring bertambahnya usia adalah hal yang wajar, namun seringkali pemahaman dan kebijaksanaan meningkat. Lupa sementara tidak sama dengan demensia, yang ditandai dengan lupa secara total seperti melupakan orang yang dicintai, musuh, atau bahkan diri sendiri, disertai perubahan kepribadian, delusi, dan halusinasi, sebagai bagian dari penyakit neurodegeneratif. Sayangnya, tidak ada obat atau cara untuk menyembuhkan demensia, namun pencegahan dapat dilakukan, terutama dengan mengatasi brain fog sejak dini atau mengambil tindakan pencegahan. Fondasi nutrisi yang kuat adalah titik awal yang baik, seperti yang direkomendasikan oleh Universitas Harvard, yang menyoroti lima makanan penguat otak.

Bersyukur pada sayuran hijau

Kangkung, bayam, brokoli, dan kubis Brussel kaya akan nutrisi penting untuk kesehatan otak, seperti vitamin K, lutein, folat, dan beta-karoten. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran ini dapat memperlambat penurunan kognitif. Makan dengan benar dapat menjaga otak berfungsi dengan lancar dan meningkatkan vitalitas secara keseluruhan. Sebaliknya, mengonsumsi makanan olahan yang tinggi lemak, tinggi gula, atau mengonsumsi daging merah secara berlebihan dapat menyebabkan kelesuan dan kelelahan.

Manfaat ikan kaya omega-3

Tuna dan salmon merupakan sumber asam lemak tak jenuh yang bermanfaat. Baik jantung dan otak kita membutuhkan lemak sehat untuk perlindungan. Selain kedua ikan tersebut, asam lemak Omega-3 yang terdapat pada makarel, trout, bass, ikan todak, dan sarden, serta kenari untuk vegetarian, dapat membantu mencegah penumpukan plak beta-amiloid, yang dicurigai sebagai penyebab penyakit Alzheimer, sehingga berpotensi mencegah kerusakan jaringan syaraf dan selanjutnya penurunan dalam memori, kognisi, dan fungsi mental secara keseluruhan.

Buah beri yang bergizi dan lezat

Selain sayuran dan ikan yang penting, menurut sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 10.000 peserta berusia 70 tahun ke atas, buah beri telah terbukti menunda penurunan kognitif pada wanita lanjut usia. Buah beri tidak hanya membantu mencegah kelainan otak tetapi juga menawarkan manfaat kardiovaskular yang signifikan. Melambangkan buah beri, mereka mirip dengan individu cantik dan baik hati yang layak untuk didekati. Blueberry, khususnya, telah diakui sebagai buah super karena nilai nutrisinya, menunjukkan peningkatan dalam daya ingat, suasana hati, dan kadar gula darah pada orang dewasa yang mengalami pra-demensia setelah dua belas minggu mengonsumsinya.

Konsumsi teh dan kopi secara moderat

Dimasukkannya teh dan kopi terutama karena kandungan kafeinnya yang dapat meningkatkan kinerja mental. Namun, asupan kafein harus seimbang, karena mungkin tidak cocok untuk semua orang. Kisaran aman yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 300-400 mg per hari, setara dengan kurang dari tiga cangkir kopi. Teh hijau mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada kopi, karena menawarkan manfaat tambahan seperti anti penuaan untuk otak, pencegahan kanker, pencegahan penyakit kardiovaskular, dan bantuan dalam mengurangi lemak perut.

Kacang super untuk membantu mencegah demensia: Kenari

Kacang kenari masuk dalam daftar makanan yang bermanfaat bagi otak karena khasiatnya yang meningkatkan daya ingat. Semua kacang-kacangan adalah sumber protein dan lemak berkualitas tinggi. Segenggam kecil dapat memberikan energi yang signifikan tanpa berlebihan, mendukung perlindungan otak dan menawarkan rasa kenyang bagi mereka yang sedang diet.

Menerapkan strategi nutrisi ini dapat memberikan landasan yang kuat untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia, selaras dengan wawasan dari para ahli lokal dan sarjana Harvard. (nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

slot gacor