Kesehatan

Memiliki Hewan Peliharaan Dapat Memperlambat Risiko Demensia pada Orang Tua

Lansia dengan binatang peliharaan
Lansia dengan binatang peliharaan. (Canva Pro)

Sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open menunjukkan bahwa memelihara hewan dapat melawan demensia dan penurunan keterampilan kognitif yang cenderung menimpa manusia seiring bertambahnya usia.

Penurunan kognitif merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa demensia mempengaruhi lebih dari 55 juta orang, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Selain itu jumlah kasus baru melebihi 10 juta setiap tahunnya.

Dampak Usia terhadap Kemampuan Mental

Proses penuaan alami seringkali menyebabkan penurunan kapasitas fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, individu biasanya mengalami penurunan memori, kefasihan verbal, dan kecepatan pemrosesan kognitif.

Kasus demensia terus meningkat sejak tahun 1990-an, sebuah tren yang sebagian disebabkan oleh bertambah panjangnya rentang hidup secara keseluruhan. Penyakit Alzheimer, yang merupakan penyebab sebagian besar kasus demensia; antara 60 dan 70 persen masih merupakan penyakit yang paling luas penyebarannya. Meskipun saat ini belum ada obat yang dapat sepenuhnya melawan efek demensia, eksplorasi ilmiah yang sedang berlangsung semakin mengungkap bagaimana pilihan gaya hidup dan faktor-faktor lain dapat memengaruhi kesehatan kognitif.

Bagaimana Kesepian Berkontribusi Terhadap Penurunan Mental dan Demensia

Karena anak muda sering kali pindah (hidup terpisah dari orang tua) untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, semakin banyak orang lanjut usia yang hidup menyendiri. Kesendirian ini dapat meningkatkan kerentanan mereka terhadap tantangan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, terutama bagi mereka yang baru saja kehilangan pasangan hidup. Depresi, terutama bila terjadi di lanjut usia, diakui oleh para peneliti sebagai faktor penting yang berkontribusi terhadap berkembangnya demensia.

Selain itu, pengalaman hidup sendiri berkaitan erat dengan kesepian, suatu kondisi yang menurut penelitian terbaru dapat meningkatkan risiko demensia. Namun, sifat alami dari hubungan antara kesepian dan penurunan kognitif masih belum jelas bagi para ilmuwan.

Kepemilikan Hewan Peliharaan dan Kesehatan Kognitif

Penelitian ELSA memberikan bukti kuat tentang peran hewan peliharaan dalam mendukung kesehatan kognitif di kalangan lansia, khususnya mereka yang tinggal sendirian. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemilikan hewan peliharaan dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif utama, seperti kefasihan verbal dan memori, yang merupakan indikator penting kesehatan kognitif. Orang lanjut usia yang berbagi kehidupan dengan hewan peliharaan cenderung mempertahankan fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan, hal ini menggambarkan manfaat nyata dari persahabatan dengan hewan.

Persahabatan ini sangat penting dalam mengurangi dampak kesepian, yang merupakan salah satu faktor risiko demensia. Kehadiran hewan peliharaan menawarkan lebih dari sekedar kebersamaan; kondisi ini mendorong interaksi sosial, baik melalui jalan-jalan di taman atau kunjungan ke dokter hewan, menumbuhkan rasa keterhubungan dan komunitas. Selain itu, rutinitas sehari-hari dalam perawatan hewan peliharaan, seperti memberi makan dan berolahraga, tidak hanya menanamkan rasa tanggung jawab tetapi juga mendorong aktivitas fisik dan keterlibatan dengan dunia luar, sehingga berkontribusi terhadap kesejahteraan mental dan fisik.

Selain itu, rutinitas dan tanggung jawab yang terkait dengan perawatan hewan peliharaan dapat berkontribusi pada pola tidur yang lebih baik di kalangan pemilik hewan peliharaan. Mengingat adanya hubungan antara kualitas tidur dan penurunan kognitif, aspek kepemilikan hewan peliharaan ini semakin menggarisbawahi potensinya dalam mendukung kesehatan kognitif.

Apakah Sudah Terlambat untuk Memelihara Hewan Peliharaan?

Hewan peliharaan dapat membantu melawan penurunan kognitif pada orang lanjut usia, namun para ahli menyarankan untuk tidak memelihara hewan peliharaan bagi seseorang yang sudah menderita demensia. Dr Richard Isaacson, direktur penelitian di Institute for Neurodegenerative Disease di Florida, menyarankan agar orang menilai situasi sebelum membeli hewan peliharaan untuk orang yang mereka cintai.

“Satu peringatan yang ingin saya sampaikan adalah jika seseorang yang tinggal sendirian sudah memiliki gangguan kognitif, atau keterbatasan fisik seperti masalah keseimbangan atau penglihatan, maka secara umum tidak disarankan bagi orang tersebut untuk mengadopsi hewan peliharaan untuk memperlambat penuaan otaknya.” kata Isaacson kepada CNN. “Merawat hewan peliharaan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi jika orang tersebut tinggal sendirian maka akan semakin sulit,” ujarnya. (nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

VIDEO REKOMENDASI

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

slot gacor