Fokus

Trump Tandatangani RUU Perberat Hukuman Terkait Fentanil dan Kritik China

Presiden Trump menandatangani RUU bipartisan hari Rabu yang memperberat hukuman bagi para pengedar fentanil. Keluarga korban fentanil bercerita tentang kisah memilukan mereka, dan Trump menyalahkan China karena membantu penyelundupan narkoba itu ke AS. Namun China membantah dengan berkata bahwa fentanil adalah masalah AS sendiri. Koresponden gedung putih Iris Tao melaporkan.

Dalam sebuah pertemuan mengharukan dengan keluarga para korban fentanil, Presiden Trump menandatangani UU bipartisan yang akan mengklasifikasikan semua zat terkait fentanil, termasuk versi tiruannya, sebagai obat-obatan golongan satu yang akan dihukum paling berat.

[Presiden Trump]:

“Ini masalah besar, seperti yang mereka katakan. Artinya, siapa pun yang tertangkap menyelundupkan racun ini akan dihukum dengan hukuman minimum wajib 10 tahun penjara.”

Fentanil, yang 50 kali lebih kuat dari heroin, telah menjadi penyebab utama kematian warga Amerika berusia 18 hingga 45 tahun. Para orangtua korban berbagi kisah mereka di podium.

[Anne Funder, Orangtua Korban Fentanil]:

“Kami melakukan semuanya dengan benar, tetapi satu pil yang diberikan oleh seorang teman di bawah tekanan, telah merenggut nyawanya. Selama empat tahun, kami merasa diabaikan. Tetapi Anda telah mengubahnya.”

[Greg Swan, Orangtua Korban Fentanil]:

“Katakan, “Terima kasih, Pak Presiden, karena menghentikan penyeberangan perbatasan. Titik. Mic drop.”

Presiden Trump mengecam peran China dalam memfasilitasi penyelundupan fentanil ke AS. China adalah sumber terbesar prekursor fentanil yang digunakan untuk membuat fentanil di Meksiko, sebelum berakhir di AS. Trump berkata tarifnya adalah hukuman.

[Presiden Trump]:

“China memasok sebagian besar fentanil, beberapa orang akan berkata mereka memasok semuanya. Mereka mengirimkannya ke Meksiko dan bahkan ke negara kita. Ada tarif 20%, jadi mereka membayar milyaran dan milyaran dolar sebagai ganti rugi atas apa yang telah mereka lakukan.”

Meski Trump mengatakan ia yakin China akan memperketat kendali, rezim komunis memiliki rekam jejak memberikan janji kosong, terutama terkait fentanil. Sebuah laporan kongres  tahun lalu menuduh China secara langsung mensubsidi manufaktur dan ekspor ilegal bahan fentanil. Melaporkan dari Gedung Putih, Iris Tao, NTD News.

Trump juga berkata ia telah mengenakan tarif 20% pada impor China, sebagai hukuman atas perang China memasok fentanil ke AS. Ia menambahkan ia berharap China akan mulai menjatuhkan hukuman mati bagi pelaku manufaktur dan distribusi fentanil. China menanggapi hari Kamis lewat seorang juru bicara Kemenlu, berkata bahwa fentanil adalah masalah bagi AS dan bukan China, dan bahwa tanggung jawabnya ada di tangan AS sendiri.