Fokus

AS-China Semakin Dekat Menuju Perang Dagang, Ketegangan Meruncing

Ketegangan dagang antara AS dan China kembali memanas. Washington dan Beijing saling mengenakan tarif pelabuhan atas masing-masing kapal. Tindakan ini diperkirakan akan berdampak pada volume perdagangan Asia dan Amerika Utara. Flora Hua melaporkan.

Kebijakan baru AS mulai berlaku pada Selasa dan bertujuan agar konsumen tidak menggunakan kapal milik China. Langkah ini diambil untuk menantang dominasi China dalam industri pembuatan kapal sekaligus mendorong produksi kapal domestik AS. China menentang kuat keputusan AS dan membalas dengan tarif yang sama menargetkan kapal-kapal AS. Dari data tahun sebelumnya diketahui bahwa lebih dari setengah kapal dunia dibuat di China, sementara kapal buatan AS menyumbang kurang dari 1%. Maka kebijakan AS akan berdampak lebih besar pada China daripada sebaliknya.

Meski demikian, China tidak gentar. China langsung mengenakan sanksi kepada lima anak perusahaan AS dari perusahaan kapal Korea Selatan. Langkah ini telah memperuncing ketegangan antara Beijing dan AS, bahkan berdampak pada hubungan Beijing dengan negara tetangganya, Korea Selatan.

Casey Fleming, seorang CEO sekaligus Penasihat Keamanan Nasional AS membagikan pandangannya soal kemungkinan bagaimana Korea Selatan bereaksi terhadap ancaman Beijing.

[Casey Fleming, CEO Black Ops Partners Corporation, Penasihat Keamanan Nasional AS]:

“Ini sulit, karena pemerintah dan ekonomi Korea Selatan jelas terikat dengan AS, namun di sisi lain mereka juga semakin lama semakin terikat dengan PKC. Situasinya akan sangat rumit bagi mereka. Mereka mungkin mengambil jalan tengah. Mereka mungkin mengatur nya secara bertahap. Tapi saat inimereka harus melayani dua tuan. Hal lainnya, bahkan di internal Korea Selatan sendiri, mereka sudah bergerak cukup jauh ke arah komunis.”

Selain dengan AS, ketegangan antara China dan negara-negara Eropa juga meningkat setelah pembatasan tanah jarang Beijing. Kepala perdagangan Uni Eropa menyebut langkah Beijing tidak dapat dibenarkan dan menimbulkan banyak masalah bagi perekonomian Eropa.

Sementara menlu Denmark mengatakan bahwa langkah China telah memaksa beberapa pabrik Eropa untuk menghentikan produksi serta menyebabkan kerugian nyata pada ekonomi dan merusak kepercayaan.

Para pejabat Uni Eropa menyerukan langkah-langkah tegas untuk menanggapi tindakan China yang rencananya akan dibahas pada pertemuan G7 mendatang.. Harga emas mencapai level tertinggi di tengah ketegangan AS China, sama halnya perak memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

slot gacor

situs slot gacor