Fokus

Sejarah Catat Petisi Damai Terbesar di Daratan China: Peringatan 25 April 1999

Memperingati apa yang dikenal sebagai petisi damai terbesar di komunis China 27 tahun yang lalu, para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong berkumpul di depan Kedubes RRC di Mega Kuningan Jakarta pada Sabtu 25 April lalu.

Falun Dafa pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1992 dan segera menarik puluhan juta praktisi di China dalam beberapa tahun. Ajaran Falun Gong yang berbasis spiritualisme dan ketuhanan segera dianggap rezim atheis Komunis sebagai ancaman terhadap kekuasaannya.

Rezim mulai menyerang dan menangkap praktisi Falun Gong di beberapa daerah. Pada 25 April 1999, sekitar 10 ribu praktisi Falun Gong tiba di Zhongnanhai, markas pusat PKC di Beijing. Dengan damai mereka memohon otoritas China demi hak menjalankan keyakinan mereka.

[Fajar Praktikto, GHURE]:

“Saya kira ini sesuatu yang sangat wajar sekali ya, mereka menuntut hak-hak mereka supaya bisa berlatih dengan damai.”

[Zaenal Abidin, Praktisi Falun Gong Jakarta]:

“Yang menjadi concern kami adalah kejadian itu dipelintir menjadi kejadian yang negatif, artinya pada saat itu dikatakan bahwa kami mengepung pusat pemerintahan atau Zhongnanhai disana, dan itu adalah sama sekali tidak benar.”

[Fajar Praktikto, GHURE]:

“Dari peristiwa itulah kemudian menjadi salah satu alasan partai komunis tiongkok kemudian menganiaya Falun Dafa secara lebih luas lagi. Yang kemudian pada 20 Juli 1999 mereka secara resmi melarang Falun Gong atau Falun Dafa ini di Tiongkok.”

Sejak tahun 1999 praktisi Falun Gong di China telah menjadi target penyiksaan, pemenjaraan, bahkan pengambilan organ secara paksa.

[Zaenal Abidin, Praktisi Falun Gong Jakarta]:

“Terjadi genosida dengan jumlah yang sangat masif disana itu. Jadi praktisi Falun Dafa ini dengan latihan yang mereka lakukan ini, dengan menerapkan sejati baik sabar di kehidupan sehari-hari itu membuat mereka lebih tenang, lebih baik, bahkan tubuh mereka pun jadi jauh lebih sehat. Sehingga organ-organ mereka pun sangat sehat, dan ini menjadi incaran oleh partai komunis Tiongkok untuk dijual dengan harga mahal. Dan ini tanpa prosedur donor. Artinya pengambilan organ-organ ini pun secara paksa. Jadi dengan kami memberikan penjelasan, klarifikasi, informasi yang sesungguhnya terjadi di Tiongkok sana harapannya kami dapat membantu para praktisi Daratan sehingga kejahatan kemanusiaan ini bisa segera dihentikan.”

Bagi para praktisinya sendiri, berlatih dengan berpegang pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar telah memberikan manfaat baik dari segi kesehatan maupun spiritualitas.

[Lina Hartanto, Praktisi Falun Gong Jakarta]:

“Saya berlatih sejak 2002. Setelah saya berlatih Falun Dafa meskipun saya tidak merasakan manfaatnya segera tapi makin hari saya makin merasa badan saya tambah sehat dan saya sangat enerjik. Jadi kalo misalnya temen-temen kantor saya suka bilang kayaknya saya tuh enerjik banget gitu ya, terus mereka tuh kayaknya meskipun mungkin masih lebih muda dari saya tapi mereka tuh kayaknya cepet sakit. Jadi saya merasa sangat beruntung bisa bertemu Falun Dafa.”

NTD News melaporkan dari Mega Kuningan Jakarta.