Senin kemarin, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memastikan bahwa Presiden Trump akan mengunjungi Beijing pertengahan Mei ini untuk sebuah pertemuan penting dengan Xi Jinping. Sementara itu, AS terus menekan Tehran dengan memutus jalur ekspor minyak yang selama ini merupakan sumber pendapatan utama pemerintah Iran. Hal ini untuk memperkuat posisi tawar Amerika di pasar energi dunia.
[Menteri Keuangan AS, Scott Bessent]:
“Kami sedang mencekik rezim itu agar tak mampu membayar gaji tentaranya.”
AS telah memblokir kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz selama lebih dari 20 hari, memberikan pukulan telak bagi Korps Garda Revolusi Islam Iran yang menguasai hampir setengah dari ekspor minyak Iran. Sebagian besar minyak tersebut diangkut ke China melalui “armada gelap ‘shadow fleet’. Operasi penertiban oleh AS telah mencegat seluruh pengiriman ke China, mengagalkan pengiriman sekitar 1,7 juta barel minyak Iran setiap harinya.
[Menteri Keuangan AS, Scott Bessent]:
“Selama ini China mendanai mereka lewat pembelian energi. Kami telah mendesak China untuk berhenti, dan kami juga telah meningkatkan tekanan kepada siapa pun yang mencoba mengirimkan dana ke Iran untuk membantu IRGC.”
AS terus menekan hubungan China dan Iran di sektor energi. Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada sebuah perusahaan penyulingan China, Hengli Petrochemical. Pejabat AS mengatakan perusahaan tersebut mendapatkan minyak dari Iran melalui “armada gelap”.
Disaat bersamaan, sebuah pergeseran tengah berlansung di Timur Tengah. Uni Emirat Arab mengumumkan pengunduran dirinya dari OPEC, sebuah langkah yang berpotensi mengguncang kendali jangka panjang organisasi itu atas produksi minyak dunia. Seorang pakar memprediksi keluarnya UEA dapat membuka pintu pasokan ke pasar dan mendorong negara lain mengikuti jejaknya. Hal ini akan memicu persaingan baru yang mendorong harga minyak jauh lebih rendah.
Sementara itu, Venezuela kini muncul sebagai mitra baru AS dan terus meningkatkan kapasitas produksinya. Ekspor minyak AS sendiri juga terus meluas.
[Menteri Keuangan AS, Scott Bessent:]
” Ekspor energi AS kini mencetak rekor tertinggi. Berkat kebijakan Presiden Trump, AS kini adalah raksasa energi dunia.”
Secara keseluruhan, peta energi dunia tengah mengalami pergeseran jelang persiapan AS melakukan negosiasi dengan Beijing. Kami akan terus memantau apakah strategi energi ini berhasil setelah pertemuan tersebut.
