Fokus

Laporan: Amunisi AS 50-80% Habis di Perang Iran

Sebuah laporan baru hari Selasa menemukan bahwa AS telah menghabiskan 50 hingga 80% persediaan amunisi utama, termasuk Tomahawk dan Patriot. Perang Ukraina dan konflik Iran sama-sama berkontribusi terhadap hal ini. Namun, laporan juga mencatat bahwa meskipun terjadi kekurangan amunisi utama, AS masih memiliki persediaan cukup untuk menjaga kelancaran operasi. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana AS memperbaharui persediaannya.

AS yang melancarkan serangan selama 39 hari berturut-turut sebelum gencatan senjata telah membebani persediaan amunisi kunci. Laporan mencantumkan status tujuh jenis amunisi kunci, yang paling mengkhawatirkan adalah Sistem Pertahanan Wilayah di Ketinggian atau THAAD. Perkiraan menunjukkan 53 hingga 80% persediaannya telah digunakan melawan Iran. Persediaan rudal Patriot juga menipis setidaknya 45%.

Perlu dicatat bahwa amunisi-amunisi ini akan memakan waktu bertahun-tahun bagi AS untuk mempersiapkan ulang hingga ke level sebelum perang. Waktu yang dibutuhkan untuk rudal standar 3, yang paling mahal, melebihi lima tahun. Artinya, AS mungkin belum sepenuhnya siap menghadapi konflik lain dalam waktu dekat.

Pasokan untuk sekutu Eropa juga dapat terpengaruh. Awal pekan ini, laporan media menyebutkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi tahu sekutu NATO Estonia untuk mengantisipasi penundaan pengiriman senjata AS.

Laporan juga mencatat bahwa banyak amunisi lain masih berada pada level yang dapat diterima, dan jauh lebih murah dibandingkan sistem yang lebih kritis. Misalnya, amunisi serangan langsung gabungan atau JDAM harganya sekitar 66 ribu dolar, dibandingkan dengan rudal jarak jauh udara-ke-darat atau JASSM yang seharga 2,6 juta dolar.

Kekurangannya adalah amunisi yang lebih murah memiliki jangkauan lebih pendek dan memerlukan keunggulan udara untuk digunakan secara efektif.

Jika dilihat dari gambaran yang lebih luas, pemerintahan Trump telah mengusulkan anggaran sekitar 70 miliar dolar untuk amunisi pada tahun fiskal 2027, hampir tiga kali lipat dari angka saat ini.