Taiwan bereaksi setelah China secara terbuka menolak mengakui Presiden Taiwan. Pernyataan Beijing tersebut dinilai Taiwan mempertegas posisi China. Pejabat Taiwan memperingatkan agar tidak ada lagi ilusi terkait sikap Beijing terhadap pulau tersebut.
[Liang Wan Chieh, Juru bicara KementerianTaiwan Urusan China]:
“Kantor Urusan Taiwan di China menyatakan bahwa Taiwan tidak memiliki presiden dan Kemenlu mereka juga mengatakan hal serupa. Itu menunjukkan bahwa posisi mereka sangat jelas. Sebelumnya mereka tidak menyampaikannya secara vulgar.”
Juru bicara Taiwan juga mendesak para politisi agar tidak menaruh harapan yang tidak realistis terhadap kebijakan Beijing.
Komentar ini adalah respons atas sederetan sikap Beijing yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China dan tidak mengakui status presidennya, serta insiden baru-baru ini terkait beberapa negara Afrika menolak pesawat kepresidenan Taiwan melintasi wilayah udara mereka yang berujung pada pembatalan kunjungan presiden Taiwan ke Eswatini. Meski demikian China membantah telah menekan negara-negara tersebut untuk memblokir akses penerbangan Taiwan.
