Pendiri gereja bawah tanah Zion di Beijing, Pendeta Ezra Jin akhirnya kembali berkumpul dengan keluarganya setelah beberapa bulan menjadi tahanan pasca penangkapannya Oktober lalu beserta ke 17 anggota gereja lainnya dalam sebuah razia besar-besaran gereja bawah tanah di China. Organisasi HAM umat Kristen, China Aid, berkata Jin tiba di Los Angeles pada hari Sabtu. Ia dibebaskan kurang dari dua bulan setelah Presiden Trump mengangkat langsung isu ini dalam pertemuannya dengan Xi Jinping Mei lalu. Para pendukung Jin menyambut baik pembebasannya dan kini mereka meminta pembebasan anggota gereja lainnya.
Putri Jin, Grace Drexel, berkata kepada NTD bahwa ia sangat bersyukur atas mukjizat Tuhan, dan juga berterima kasih kepada Presiden Trump dan kabinetnya atas kepemimpinan mereka. Menurutnya, hal ini mustahil terjadi tanpa intervensi langsung dari pemimpin tertinggi PKC Xi Jinping. Ia dan keluarganya berharap ini akan menjadi sinyal positif bagi kebebasan beragama di China.
Menanggapi kabar tersebut, Senator Rick Scott menegaskan AS harus terus menuntut pertanggungjawaban China. Ia mengingatkan bahwa sahabatnya, Jimmy Lai, seorang taipan media asal Hong Kong masih mendekam dalam tahanan hanya karena membela kebebasan. Lai kini berusia 78 tahun dan tengah mengidap diabetes. Kasus Lai ini juga telah disampaikan Presiden Trump kepada Xi Jinping.
