China kembali berang soal Taiwan. Senin kemarin, Beijing memperingatkan bahwa siapa pun yang melanggar batas dan mencampuri urusan Taiwan harus menanggung akibatnya.
Kali ini pemicunya adalah Panama. Negara Amerika latin ini telah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih ke Tiongkok pada 2017. Ini merupakan siasat Beijing dalam memanfaatkan pengaruh politik dan uang guna mempersempit ruang gerak Taiwan di tingkat internasional.
Namun pekan lalu, parlemen Panama membentuk kelompok pro-Taiwan dan lebih dari separuh anggota parlemen bergabung, termasuk ketuanya. Bahkan, lebih dari 20 anggota parlemen Panama telah melawat ke Taiwan dalam enam bulan terakhir, sebuah langkah jarang yang mengirim sinyal semakin eratnya hubungan kedua pihak.
Presiden Panama menegaskan pemerintahannya tidak mendukung langkah para legislator tersebut. Kendati demikian, manuver ini mempertegas posisi strategis Panama di tengah perebutan pengaruh antara AS dan China atas Terusan Panama.
