Fokus

Pembersihan Politik China Capai Level Ekstrem

Pembersihan politik di China baru saja mencetak rekor sejak era Mao menyusul penutupan rapat pleno kelima Partai Komunis China . Pada 2022, Komite Sentral partai beranggotakan 376 orang. Namun sejak pembersihan oleh Xi Jinping beberapa tahun terakhir, jumlah kehadiran pekan ini anjlok ke angka 279 atau tiga perempat dibanding dua tahun lalu, dan menjadi rekor terendah dalam beberapa dekade.

Menyusul pengumuman pemecatan 33 pejabat Partai Komunis China, total anggota yang resmi dipecat pada masa jabatan ketiga Xi Jinping bertambah menjadi 51 orang—melampaui gabungan 2 periode jabatan sebelumnya yakni sebanyak 40 orang.

Militer China terdampak paling parah. Separuh dari 33 anggota yang baru dikeluarkan berasal dari militer, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, Jenderal Zhang Youxia, yang disingkirkan awal tahun ini. Penyingkiran Zhang membuat keanggotaan Komisi Militer Pusat berkurang dari tujuh, kini hanya tersisa dua orang, termasuk Xi Jinping.

Komisi Militer Pusat adalah kepemimpinan militer tertinggi di China, dan Zhang Shengmin, mantan ketua lembaga antikorupsi militer menjadi satu-satunya anggota tersisa selain Xi Jinping. Korupsi pun menjadi senjata paling efektif Xi untuk menyingkirkan rival politiknya di internal partai.

Partai Komunis China juga mengumumkan Zhang Qingwei baru saja diangkat menjadi anggota Politbiro, badan kepemimpinan tertinggi PKC.

Meski gencar melakukan pembersihan politik, Asia Society mengingatkan dalam laporannya bahwa dominasi Xi Jinping tidak dianggap mutlak. Mengendalikan elit partai jauh lebih mudah daripada mengatur 100 juta anggota PKC dan mengeksekusi kebijakan di tengah kompleksnya tantangan di seluruh China.

slot gacor

situs slot gacor