Di suatu desa, hiduplah dua orang petani, yang satu bernama Manu, dan satunya lagi bernama Diska.
PODCAST
Mereka sama-sama memiliki sawah yang luas. Mereka akan menanam padi dan memanennya di saat yang bersamaan.
Tahun demi tahun berlalu.
Namun seiring berjalannya waktu, hasil panen milik Manu menjadi lebih banyak, dibandingkan hasil panen milik Diska.
Diska yang merasa iri, akhirnya diam-diam membakar sawah milik Manu.
Manu pun tidak bisa memanen. Ia terpaksa membayar hutang bibit padi dengan tanah sawahnya, dan harus pergi dari sana.
Setelah beberapa waktu, Manu akhirnya mengetahui, bahwa orang yang membakar sawahnya adalah Diska.
Ia marah dan bersedih, dan terus memikirkan cara untuk membalas dendam.
Pada suatu hari, Manu berjalan-jalan di pegunungan, dan beristirahat di bawah sebuah pohon jeruk.
Ia memetik sebuah jeruk dan memakannya karena kehausan.
Ternyata jeruk itu sangat manis! Manu pun membawa pulang bijinya untuk ditanam kembali.
Terbakar oleh semangat untuk membalas dendam, Manu bekerja giat membudidayakan jeruk tersebut.
Buah-buah jeruknya pun akhirnya panen, dan terjual laku dengan harga tinggi.
Manu yang menjadi sangat sibuk, lupa dengan niatnya membalas dendam.
Setelah beberapa tahun, Manu telah memiliki kebun jeruk yang sangat luas,
kekayaannya juga telah sangat melimpah.
Ia akhirnya menjadi sadar. Pembalasan dendam yang terbaik adalah tidak pernah melihat ke belakang, dan terus menjalani hidup yang bahagia tanpa dendam.
Jangan habiskan waktu untuk meratapi nasib buruk di masa lalu. Gunakanlah waktu yang ada untuk meraih masa depan yang lebih baik, karena itu adalah balas dendam terbaik yang bisa Anda lakukan untuk diri sendiri.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.


