Site icon NTD Indonesia

Restoran yang Melayani Pembayaran dengan Sampah

Makanan enak

Makanan enak. (Pixabay)

Ada sebuah restoran khusus di Semarang, Indonesia, di mana anda dapat menukar sampah dengan makanan. Restoran ini, HigherGround, terletah di dekat tempat pembuangan sampah. Pemiliknya berusia 25 tahun, Ro Youchou adalah seorang pengusaha yang berbelas kasih.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, Ro Youchou berencana untuk mengelola sebuah restoran. Dia sudah merumuskan menu makanan tetapi dia masih mengalami kesulitan untuk menentukan di mana letak restorannya. Suatu hari Ro ingin jalan-jalan ke pinggiran kota untuk mendapatkan udara segar.

Ketika itu Ro merasa heran dengan apa yang dilihatnya: Di tempat pembuangan sampah yang penuh dengan lalat dan bau busuk, banyak orang mengumpulkan plastik dan botol kaca untuk dijual. Itu mengingatkannya pada sebuah cerita yang dilihatnya di berita TV baru-baru ini, yaitu Walikota telah meminta pengelola tempat sampah untuk mengurangi jumlah sampah plastik di sana.

Terpikir oleh Ro bahwa dia bisa membuka restoran di tempat itu sehingga pemulung dapat membayar makanan mereka dengan sampah daur ulang yang telah mereka kumpulkan. Ini akan berkontribusi pada perlindungan lingkungan, memberi makan penduduk miskin setempat dan mendapatkan sampah daur ulang yang kemudian bisa dia jual untuk menghasilkan uang.

Ro mengadakan perjanjian dengan dinas lingkungan hidup setempat dan menyewa sebuah rumah di dekat tempat pembuangan sampah. Dia merenovasi rumah itu dan menyiapkan tanah di dekatnya untuk menanam pohon, buah-buahan, bunga dan sayuran. Dia juga membangun tempat parkir yang luas.

HigherGround dapat menampung 300 tamu. Beberapa jenis menu sangat murah, termasuk lele, sup sayur, nasi dan telur. Harganya murah tapi kualitasnya bagus. Para pemulung dapat membayar dengan sampah daur ulang. Pelayan akan menimbang sampah dan menghargainya, kemudian dikurangi dengan harga makanan yang dimakan. Kelebihan uang dikembalikan kepada tamu.

Dengan cepat restoran ini dapat menarik sekelompok besar pelanggan. Beritanya juga menyebar dengan cepat. Tidak hanya pemulung, tetapi juga penduduk lokal dan bahkan wisatawan internasional datang untuk makan di restoran ini. Penghasilan yang berlipat ganda dapat diperolehnya tidak lama setelah restoran ini dibuka.

Ro Youchou mengatakan dalam wawancara dengan Asian News bahwa satu ton sampah plastik dapat dikumpulkan setiap hari di restoran. Hal ini membawa dampak yang luar biasa baik, sampah ini tidak akan menumpuk di TPA atau bahkan masuk ke sungai terdekat yang dapat menyebabkan banjir.Membayar makanan dengan sampah daur ulang tidak hanya membuat orang miskin bisa memperoleh makanan sehat, tetapi juga menyediakan sumber perlindungan lingkungan baru untuk kota. (visiontimes/ron/ch)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

VIDEO REKOMENDASI