Fokus

75 Negara Termiskin Dunia Hadapi Hutang China Sebesar 22 Miliar Dolar

Negara-negara berkembang harus membayar utang pada China sebesar 35 miliar dolar tahun ini, dan 22 miliar diantaranya berasal dari 75 negara termiskin dunia. Ini menurut Lowy Institute, sebuah lembaga pemikir Australia. Laporan memperingatkan pembayaran utang ke China akan tetap tinggi hingga akhir dekade ini.

Laporan ini muncul saat menteri ekonomi Peru bertemu pejabat China untuk membahas proyek kereta api besar baru, bagian dari inisiatif Belt and Road China.

China telah menggelontorkan miliaran ke proyek infrastruktur di seluruh dunia melalui program ini. Banyak negara telah menanggung utang yang besar, dan jika tidak mampu membayar kembali China akan mengambil alih aset-aset utama hingga uang tersebut lunas. Laporan juga menyoroti ikatan politik terkait pinjaman ini, misalnya Beijing akan menekan negara-negara untuk mendukung kebijakan satu China dari Partai Komunis.

Beberapa negara di Amerika Tengah, Afrika dan Pasifik menerima pinjaman besar segera setelah mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Laporan berkata Beijing telah berubah dari pemberi pinjaman yang murah hati menjadi beban keuangan bagi banyak negara berkembang. Banyak yang sekarang berjuang membayar utang atas pinjaman yang diambil lebih dari satu dekade lalu.

Di saat yang sama, China juga menghadapi dilema: berusaha keras mendapatkan kembali uangnya dengan risiko memutuskan hubungan; atau mundur dan menghadapi tekanan besar untuk menutup kerugiannya.