Site icon NTD Indonesia

CEO Nvidia Diperingatkan Senat AS Sebelum Kunjungan ke-2 ke Beijing

CEO Nvidia, Jensen Huang, sedang bersiap ke Beijing pada hari Rabu, perjalanan keduanya ke Tiongkok tahun ini. Namun rencana itu menimbulkan kekhawatiran di antara anggota parlemen AS. Dua senator AS mengirim surat pada Huang, mendesaknya untuk tidak berinteraksi dengan entitas yang terkait militer atau badan intelijen Tiongkok.

Perjalanan kedua Huang ke Tiongkok hanya berjarak tiga bulan dari yang pertama. Raksasa microchip Nvidia berencana meluncurkan chip AI baru untuk Tiongkok akhir tahun ini.

Sekelompok senator bipartisan menyatakan kekhawatiran mereka dalam surat ke Huang, bahwa chip dapat meningkatkan proses modernisasi militer Tiongkok dan membahayakan keamanan nasional AS.

Semikonduktor kelas atas juga telah menjadi titik utama dalam kebuntuan perdagangan AS-Tiongkok. Pada bulan April, pemerintahan Trump menggandakan kontrol ekspor semikonduktor, melarang lebih banyak chip dikirim ke Tiongkok, termasuk chip Nvidia yang dibuat khusus untuk diekspor kesana.

Terlepas dari semua tantangan tersebut, Nvidia tetap berusaha mempertahankan aksesnya ke pasar Tiongkok. Menurut laporan resmi Nvidia, Tiongkok adalah pasar terbesar keempat mereka, menyumbang 13% dari total penjualan, meskipun ada pembatasan ekspor AS.

Juru bicara Nvidia menolak berkomentar mengenai perjalanan CEO yang akan datang.

Pada hari Rabu, Jensen Huang mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden Trump dan timnya. Saat itu Nvidia menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai kapitalisasi pasar mencapai empat triliun dolar.