Tag: intelijen

  • Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Upaya pencabutan kewarganegaraan terbesar dalam sejarah modern AS. Departemen Kehakiman akan mencabut kewarganegaraan 40 warga Amerika yang telah dinaturalisasi.

    Di antara mereka, seorang mantan anggota Angkatan Laut AS Jin Chaowei yang menjual rahasia militer AS ke petugas intelijen China seharga $12.000. Ia dijatuhi hukuman lebih dari 16 tahun penjara. Jin adalah asisten mekanik di kapal serbu amfibi di Pangkalan Angkatan Laut San Diego. Ia membocorkan detail sensitif tentang senjata dan kemampuan kapal, serta menjual sekitar 60 buku panduan tentang kapal Angkatan Laut AS ke seorang perwira China. Buku panduan berisi rincian tentang pengoperasian berbagai sistem di kapal perang tersebut. Ibunda Jin mendorongnya untuk bekerja pada PKC, mengatakan itu dapat membantunya mendapatkan pekerjaan di instansi China suatu hari nanti.

    Li Ping, seorang mantan insinyur Verizon, dijatuhi hukuman empat tahun penjara, karena telah membantu Beijing mengumpulkan intelijen tentang para pembangkang China, termasuk para praktisi Falun Gong. Ia juga termasuk dalam orang yang akan dicabut kewarganegaraannya oleh Departemen Kehakiman AS.

  • Drone Torpedo Diduga Milik China Ditemukan di Perairan Lombok

    Drone Torpedo Diduga Milik China Ditemukan di Perairan Lombok

    Sebuah drone misterius buatan China ditemukan perairan Indonesia pada hari Kamis. Para pejabat mengatakan drone tersebut mungkin adalah bagian dari upaya Beijing yang lebih luas untuk memetakan rute bawah laut utama. Seorang nelayan menarik perangkat berbentuk torpedo berwarna hitam itu di perairan dekat pulau wisata Lombok.

    Foto-foto menunjukkan bahwa itu mungkin adalah drone pengawasan bawah laut buatan China. Penemuan terjadi di dekat Selat Lambok, jalur air strategis yang menghubungkan Asia Tenggara dengan perairan dekat Australia.

    Informasi dasar laut sangat penting dan memberikan keuntungan bagi operasi kapal selam. Bahkan jika digunakan untuk penelitian sipil, informasi ini masih memiliki nilai militer dan intelijen, memberi kekuatiran bahwa kedaulatan bawah laut sebuah negara sedang diintervensi. Hal ini menyusul laporan bahwa Filipina juga telah menemukan drone bawah air China serupa dalam beberapa tahun terakhir.  

  • Gagal Tuntut Mata-mata China, Pemerintah Inggris Dikecam Atas Kelemahan Keamanan

    Gagal Tuntut Mata-mata China, Pemerintah Inggris Dikecam Atas Kelemahan Keamanan

    Beralih ke Inggris, kasus mata-mata terkait China menjadi sorotan. Kasus tersebut telah runtuh, menempatkan pemerintah Inggris di bawah tekanan atas masalah keamanan nasional. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada hari Rabu bahwa ia akan merilis bukti yang diberikan kepada jaksa oleh seorang pejabat senior.

    [Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris]:

    “Pernyataan akhir dalam kasus diajukan pada Agustus 2025. Tidak ada lagi pengajuan bukti yang mendukung atau menolak setelah diskusi pada bulan September. Ini adalah tuduhan yang menyesatkan dan tidak tahu malu yang dibuat oleh pemimpin oposisi.”

    [Kemi Badenoch, Ketua Partai Konservatif Oposisi Inggris]:

    “Izinkan saya menjelaskan, Pak Ketua, tentang apa yang terjadi. Kasus serius yang melibatkan keamanan nasional telah runtuh karena pemerintah ini terlalu lemah untuk melawan China. Dan jika perdana menteri tidak dapat melindungi anggota parlemen ini, apa artinya itu bagi kemampuannya melindungi negara ini?”

    Dalam sebuah langkah tak terduga bulan lalu, Layanan Penuntutan Independen atau CPS Inggris membatalkan tuntutan terhadap dua orang yang dituduh memberikan informasi sensitif secara politis pada agen intelijen China.

    Jaksa penuntut berkata keputusan itu diambil karena bukti yang dibutuhkan tidak diberikan oleh pemerintah setelah berbulan-bulan upaya. Bukti ini akan memperjelas bahwa China adalah ancaman bagi keamanan nasional Inggris.

    Starmer mengatakan kesalahan terletak pada pemerintahan Konservatif sebelumnya, yang berkuasa ketika kedua pria tersebut didakwa. Kegagalan persidangan memicu tuduhan dari partai-partai oposisi, yang mengatakan bahwa pemerintah tidak ingin membahayakan hubungan dengan China. Gedung Putih telah memperingatkan Inggris bahwa kegagalan untuk menuntut kedua mata-mata China tersebut dapat membebani hubungan khusus Inggris dengan AS. Para pejabat berkata itu juga dapat membahayakan pembagian intelijen antara kedua negara.

  • CEO Nvidia Diperingatkan Senat AS Sebelum Kunjungan ke-2 ke Beijing

    CEO Nvidia Diperingatkan Senat AS Sebelum Kunjungan ke-2 ke Beijing

    CEO Nvidia, Jensen Huang, sedang bersiap ke Beijing pada hari Rabu, perjalanan keduanya ke Tiongkok tahun ini. Namun rencana itu menimbulkan kekhawatiran di antara anggota parlemen AS. Dua senator AS mengirim surat pada Huang, mendesaknya untuk tidak berinteraksi dengan entitas yang terkait militer atau badan intelijen Tiongkok.

    Perjalanan kedua Huang ke Tiongkok hanya berjarak tiga bulan dari yang pertama. Raksasa microchip Nvidia berencana meluncurkan chip AI baru untuk Tiongkok akhir tahun ini.

    Sekelompok senator bipartisan menyatakan kekhawatiran mereka dalam surat ke Huang, bahwa chip dapat meningkatkan proses modernisasi militer Tiongkok dan membahayakan keamanan nasional AS.

    Semikonduktor kelas atas juga telah menjadi titik utama dalam kebuntuan perdagangan AS-Tiongkok. Pada bulan April, pemerintahan Trump menggandakan kontrol ekspor semikonduktor, melarang lebih banyak chip dikirim ke Tiongkok, termasuk chip Nvidia yang dibuat khusus untuk diekspor kesana.

    Terlepas dari semua tantangan tersebut, Nvidia tetap berusaha mempertahankan aksesnya ke pasar Tiongkok. Menurut laporan resmi Nvidia, Tiongkok adalah pasar terbesar keempat mereka, menyumbang 13% dari total penjualan, meskipun ada pembatasan ekspor AS.

    Juru bicara Nvidia menolak berkomentar mengenai perjalanan CEO yang akan datang.

    Pada hari Rabu, Jensen Huang mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden Trump dan timnya. Saat itu Nvidia menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai kapitalisasi pasar mencapai empat triliun dolar.

  • Rencana Mega Kedutaan China di London Picu Protes

    Rencana Mega Kedutaan China di London Picu Protes

    Kekhawatiran kembali muncul terkait rencana pembangunan mega konsulat China di London. Berlokasi dekat pusat keuangan kota dan berada tepat di atas jaringan komunikasi vital, ini memicu sinyal akan potensi ancaman terhadap kepentingan keamanan di Inggris, Eropa, bahkan AS. Meski demikian, pemerintah Inggris mungkin akan segera memberikan lampu hijau.

    China berniat memindahkan kedutaan besarnya di London ke lokasi baru yang ukurannya 10 kali lebih besar dari saat ini, bahkan hampir dua kali lipat kedutaan China di Washington. Rencana “mega kedutaan” ini telah menghadapi penolakan sengit selama berbulan-bulan. Keputusan akhir berada di tangan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner, yang akan diumumkan pada Selasa di Kantor kementerian.

    Sekelompok aktivis, anggota parlemen, dan warga lokal kembali menyerukan penolakan atas rencana tersebut.

    “Mega kedutaan, pergi! Tidak di London, tidak hari ini!”

    [Iain Duncan Smith, Politisi Inggris]:

    China adalah ancaman terbesar saat ini, yang mengacaukan tatanan dunia. Sekarang, pemerintah malah ingin memberi mereka tempat di atas semua jalur komunikasi penting yang menghubungkan kota ini dengan berbagai tempat dan dinas keamanan.”

    Mega Kedutaan yang dimaksud berlokasi sangat dekat dengan pusat keuangan Kota London dan Gedung Parlemen. Hal ini berulangkali memicu kekhawatiran dari intelijen dan politikus Inggris terkait isu keamanan dan spionase.

    Rencana ini sebenarnya sudah ditolak DPR pada 2022. Namun, pemerintah China kembali mengajukan proposal itu pasca kemenangan Perdana Menteri Keir Starmer tahun lalu, berharap rencana itu bisa disetujui.

    [Lord David Alton, Anggota Parlemen Inggris]:

    “Bagaimana bisa keputusan lokal, suara warga, dan keberatan mereka diabaikan? Kesepakatan apa yang sebenarnya terjadi antara Inggris dan Xi Jinping?”

    Pekan lalu, kepada parlemen Menlu David Lamy berkata tidak ada kesepakatan kotor apapun dengan China. Xi Jinping secara pribadi telah berbicara dengan Starmer tentang rencana mega kedutaan, namun Gedung Putih memperingatkan Inggris untuk tidak membangunnya dekat pusat keuangan kota.

    Anggota Kongres AS Moolenaar dan Krishnamoorthi turut menyampaikan kekhawatiran. Mereka mengatakan kedekatan lokasi kedutaan China dengan jalur komunikasi vital dan pusat keuangan dianggap mengancam aliansi intelijen Five Eyes dan seluruh Eropa dan mendesak Inggris untuk melindungi kepentingan keamanan bersama sebagai sekutu.

    Senada, mantan kepala CIA Leon Panetta pekan lalu menegaskan bahwa Inggris harus mengambil langkah apapun untuk memastikan China tidak memanfaatkan lokasi kedutaan barunya untuk mengakses intelijen Inggris atau AS.

  • Pengakuan Mantan Tentara AS Menjadi Spionase China

    Pengakuan Mantan Tentara AS Menjadi Spionase China

    Seorang mantan tentara AS kini menghadapi ancaman penjara atas upayanya menjual rahasia pertahanan AS kepada PKC. Joseph Schmidt mengaku bersalah atas dua tindak pidana berat. Menurut Departemen Kehakiman, Schmidt memiliki akses ke informasi intelijen rahasia selama menjabat.

    Schmidt adalah ketua tim intelijen Angkatan Darat di Joint Base Lewis-McChord, pusat militer AS di Washington. Markas gabungan angkatan darat dan udara ini berperan krusial dalam menghadapi ancaman militer China, markas bagi Korps Pertama Amerika, Komando Operasional Angkatan Darat untuk Indo-Pasifik, sekaligus tempat latihan bersama sekutu AS seperti Jepang dan Australia.

    Selama 5 tahun menjabat, Schmidt memiliki akses ke rahasia pertahanan. Ia keluar pada 2020.

    Menurut berkas pengadilan, tak lama setelah keluar, Schmidt mengirim email kepada konsulat China di Turki dan pejabat intelijen China, menawarkan informasi militer AS yang terklasifikasi.

    Ia kemudian pergi ke Hong Kong, dan terus melakukan lobi dengan beberapa aparat China. Ia tinggal di sana sekitar 2 tahun sebelum akhirnya ditangkap FBI saat tiba di San Francisco pada 2023.

    Departemen Kehakiman berkata Schmidt memiliki copy dokumen rahasia militer AS terperinci. Ia juga diduga membantu perusahaan teknologi China merancang perangkat untuk mendekode sistem intelijen militer AS.

    Schmidt dijatuhi hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda 250.000 dolar AS. Sidang vonisnya dijadwalkan pada awal September.

    Kasus Schmidt bukan kasus pertama. Tiga bulan lalu, tiga personel militer lainnya ditangkap karena diduga membocorkan intelijen pertahanan kepada PKC. Dua di antaranya adalah tentara aktif dari tempat Schmidt bertugas.

  • Direktur CIA Bicara Strategi Dapatkan Intelijen China

    Direktur CIA Bicara Strategi Dapatkan Intelijen China

    Bagaimana AS mengumpulkan informasi intelijen dari China? Direktur CIA mengungkap sebuah strategi. Mereka beroperasi dalam bahasa Mandarin di situs gelap. Simak berikut.

    [John Ratcliffe, Direktur CIA]:

    “Strategi melawan China adalah dengan menyerang. Maka dari itu, kami merilis dua video berbahasa Mandarin untuk mengajak warga China menghubungi kami melalui situs gelap, sebab banyak dari mereka tidak puas dengan kondisi yang ada, dan mereka dapat menjadi sumber intelijen yang berharga bagi kami.”

    Berbicara pada FOX News, Direktur CIA, John Ratcliffe, berkata bahwa CIA berencana menambah agen di China untuk menghimpun informasi. Data ini akan membantu pemerintah AS memahami aktivitas Partai Komunis China, serta memberi Presiden keunggulan saat bernegosiasi dengan pemimpin China, Xi Jinping.

    Ia juga berbicara soal upaya mendepolitisasi CIA dan berfokus pada misi menghimpun intelijen.

  • Anggota Kongres A.S.: Pembatalan Visa Pelajar China Akibat PKC

    Anggota Kongres A.S.: Pembatalan Visa Pelajar China Akibat PKC

    Rezim China mengecam Washington atas tindakan yang menurutnya telah merugikan kepentingan China, seperti pembatasan teknologi baru hingga pembatalan visa. Beijing bersikeras mereka menepati gencatan senjata perdagangan baru-baru ini, namun AS menuduh Beijing memakai mahasiswa untuk spionase. Simak.

    Anggota Kongres John Molinar, yang mengepalai Komite Terpilih DPR tentang Partai Komunis China berkata hal ini adalah respon terhadap meningkatnya kekhawatiran tentang mata-mata PKC di kampus AS. Ia berkata rezim China menekan mahasiswa dari China untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deplu berkata pengawasan terhadap warga negara China di AS meningkat dan banyak kelompok mahasiswa beroperasi di bawah arahan konsulat China.

  • CIA Ingin Rekrut Pejabat China dengan Imbalan Menarik

    CIA Ingin Rekrut Pejabat China dengan Imbalan Menarik

    Intelijen top Amerika memposting pemberitahuan perekrutan untuk pejabat China. CIA menerbitkan dua film pendek di platformnya hari Kamis. Mereka menggambarkan kesempatan itu sebagai jalan keluar bagi pejabat China yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah pertikaian internal rezim.

    Salah satu video menggambarkan pejabat senior China yang hidup dalam ketakutan menjadi korban pembersihan partai. Yang lain menggambarkan pejabat tingkat menengah yang hidup dalam bayang-bayang atasan mereka. CIA memberikan perincian tentang apa yang paling diminatinya dalam deskripsi video, yaitu akses khusus ke informasi orang dalam di lingkaran senior rezim atau intelijen eksklusif tentang keamanan negara China, perdagangan, diplomasi, dan sektor teknologi tinggi. Tapi mengapa pencarian tersebut terjadi sekarang?

    Tang Jingyuan telah menjadi analis China dalam NTD Mandarin selama bertahun-tahun.

    “Pertama, kita melihat perpecahan kekuatan internal yang besar muncul dalam Partai Komunis China. Faktor kunci kedua adalah bahwa sejak pemerintahan Trump menjabat, PKC telah diperlakukan sebagai pesaing strategis utama Amerika Serikat. Tentu saja, ketika AS melihat PKC sebagai saingan atau bahkan musuh utamanya, AS perlu segera memahami niat sebenarnya dari musuh itu. Saya yakin kedua faktor utama ini telah menyebabkan CIA meningkatkan upayanya untuk mengumpulkan dan memahami intelijen otentik dari dalam PKC.”

    Saat ini, lingkaran militer China sedang mengalami beberapa perombakan besar. Baru-baru ini, beberapa pejabat militer senior yang terkait erat dengan pemimpin rezim Xi Jinping dilaporkan telah disingkirkan. Salah satu video CIA mengisyaratkan situasi itu, dengan mengatakan bahwa mereka dapat menawarkan masa depan yang aman bagi perwira militer China dengan imbalan informasi internal. Para analis juga menunjukkan bahwa video-video itu memiliki tujuan diplomatik, yaitu memberi tekanan kepada rezim China di tengah perang dagang yang memanas.

  • Intel AS: China Adalah Ancaman Terbesar Bagi AS

    Intel AS: China Adalah Ancaman Terbesar Bagi AS

    Komunitas intelijen bersama setuju bahwa ancaman terbesar bagi Amerika sekarang adalah China. Badan intelijen mempublikasikan penilaian ancaman tahunan mereka hari Selasa. Inilah yang diketahui tentang China.

    Sebuah laporan terbaru dari ketua intelijen AS, yang berkata bahwa ancaman nomor satu Amerika datang dari komunis China. Laporan tahunan itu berkata China memiliki kemampuan untuk menyerang AS dengan senjata konvensional, merusak infrastruktur melalui serangan siber, dan menargetkan aset-aset Amerika di luar angkasa. Militer China juga meluaskan kemampuannya dan terus membangun basis militer di luar negeri. Laporan berkata China berkemampuan untuk meluncurkan serangan presisi jarak jauh pada wilayah AS di Pasifik, sejauh Hawaii dan Alaska. Ketua intelijen nasional Tulsi Gabbard berkata hari Selasa bahwa China berinvestasi besar-besaran di pesawat siluman, senjata hipersonik dan senjata nuklir.

    [Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

    “Mereka ingin mengembangkan dan menjaga hubungan positif dengan AS dan pemerintahan Trump untuk memajukan kepentingannya dan menghindari konflik. China mengembangkan kemampuan militernya sebagian untuk mendapat keuntungan saat terjadi konflik militer di AS, di sekitar isu unifikasi dengan Republik China atau Taiwan.”

    Gabbard mengungkap hal ini didepan komite intelijen senat selama testimoninya dalam topik ancaman dunia pada AS. Laporan komunitas intelijen juga berkata China adalah ancaman siber yang paling aktif dan terus menerus pada AS. Jika Beijing percaya bahwa konflik besar dengan Washington akan segera terjadi, mereka dapat meluncurkan operasi serangan siber agresif pada infrastruktur penting AS.

    [Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

    “Infrastruktur penting adalah kekhawatiran utama kami, mengingat kita tahu kita telah dieksploitasi, serangan-serangan asimetris ini yang terjadi pada infrastruktur penting, bagaimana mereka dapat dimanfaatkan terutama saat terjadinya konflik.”

    Laporan juga berkata China berusaha menggantikan AS sebagai kekuatan AI dunia pada 2030. Militer China dapat menggunakan AI untuk menghasilkan informasi yang palsu. Laporan berkata China telah mencuri ratusan gigabyte kekayaan intelektual, untuk melatih model AI nya.

    [Tulsi Gabbard, Direktur Badan Intelijen Nasional AS]:

    “Kami tahu mereka tiba-tiba meningkat pesat dalam membuat kemampuan AI dan berkompetisi dengan ketat dengan kemampuan AI kita. Jelasnya, AI dapat dan bisa digunakan dalam berbagai sektor.”

    Direktur CIA John Radcliffe memberitahu komite bahwa China masih maju mundur dalam membantu menghentikan aliran kimia prekursor yang memperparah krisis fentanil di AS. Ia berkata itu karena China masih ragu untuk membasmi bisnis yang menggiurkan ini.

    Laporan intelijen itu berkata tujuan jangka panjang China adalah untuk memperluas akses mereka ke sumber alam Greenland. Dimana Greenland dapat digunakan sebagai pijakan utama yang strategis di Arktik.

    Namun, laporan juga berkata bahwa China masih menghadapi berbagai tantangan domestik seperti korupsi, ketidakseimbangan demografi, dan perlambatan ekonomi. Laporan berkata para pejabat China kelihatan sudah bersiap akan gesekan ekonomi dengan AS, seraya mencari cara untuk menghindari gesekan itu meruncing.