China menambah 40 perusahaan Jepang ke daftar pembatasan ekspor terbaru hari Senin. Banyak dari perusahaan tersebut memproduksi teknologi atau peralatan untuk keperluan sipil atau militer.
Pembatasan dari Beijing ini mencegah perusahaan-perusahaan China untuk menjual barang penggunaan ganda tertentu pada perusahaan Jepang yang dibatasi.
Jepang mengecam pembatasan baru itu, menyatakan tidak menerimanya. Pembatasan terjadi setelah ketegangan yang terus meningkat selama berbulan-bulan antara kedua negara. Rezim China terus mengkritik penguatan militer Jepang, serta mengecam pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menyarankan Jepang dapat terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.
Saat ini, Jepang terus memperluas kemampuan pertahanannya, termasuk menempatkan rudal jarak jauh di pulau-pulau terpencil dan menguatkan kerjasama keamanan dengan sekutu AS di kawasan Indo-Pasifik.
Pembatasan ekspor ini adalah contoh terbaru dari China yang menggunakan tekanan ekonomi pada negara-negara yang kebijakan keamanannya bertentangan dengan kepentingannya.

